Art Stage Jakarta 2016, Jendela Indonesia Menuju Seni Global

0
1123
Pameran seni kontemporer di Jakarta (Foto: sahabatgallery.wordpress.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Art Stage Jakarta, pameran seni kontemporer dengan konsep internasional, bakal digelar di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, pada 5-7 Agustus 2016. Pameran seni pertama ini bakal mengapai sukses yang luar biasa karena mendapat dukungan kuat dari seluruh pelaku seni di Indonesia mulai galeri, kolektor, seniman hingga kurator.

“Selama Art Stage Jakarta 2016 berlangsung, para kolektor terkemuka memamerkan koleksi mereka yang dihadiri pencita seni Indonesia juga seluruh dunia,” papar Lorenzo Rudolf, pendiri sekaligus Presiden Art Stage Jakarta dalam siaran pers yang diterima redaksi, Ahad (19/06/2016).

Bahkan, lanjut dia, para kolektor meminjamkan sejumlah karya-karya masterpiece dari koleksi pribadinya dalam pameran berkuratori yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah seni Indonesia.

“Art Stage Jakarta jadi jendela Indonesia menuju dunia seni internasional, mensejajarkan seni kontemporer dan modern dengan seni-seni terbaik lainnya dari ASEAN, Asia dan negara Barat,” ungkap Rudolf.

Menurutnya, Indonesia merupakan pasar sekaligus kancah seni terbesar di ASEAN, terbukti adanya seniman-seniman yang unik dan budaya kuat untuk mengoleksi benda seni seperti yang diperlihatkan para kolektor berdedikasi dari negeri ini.

Dengan kedudukan dan jaringan seni internasionalnya, Art Stage Jakarta sebagai ajang bagi seni kontemporer terbaik Indonesia untuk bisa tampil dipanggung global.

Pameran ini menampilkan 50 galeri dari Indonesia dan mancanegara. Semua galeri papan atas Indonesia berpartisipasi dalam edisi perdana Art Stage Jakarta 2016. Para kolektor lokal terkemuka menunjukkan dukungannya terhadap pameran ini dengan menempati posisi sebagai Board of Art Patrons dan Board of Young Collectors.

Kalangan atas juga menunjukkan dukungan mereka dengan menjadi anggota Board of Friends. Pameran juga menampilkan sebuah ekshibisi karya seni bergaya museum berkuratori yang merupakan koleksi dari enam kolektor terkemuka Indonesia sekaligus merupakan anggota Board of Art Patrons.

Selain pameran, juga digelar diskusi dan pesta seni. Dari dalam negeri, akan tampil 20 galeri Indonesia antara lain Nadi Gallery, yang menampilkan di antaranya seniman Agus Suwage, Eddie Hara dan Heri Dono. Galeri Canna menampilkan I Nyoman Masriadi.

ROH Projects menampilkan Syaiful Aulia Garibaldi, Syagini Ratna Wulan dan Bagus Pandega. Galeri Semarang sajikan Eko Nugroho, Lugas Syllabus, dan M. Irfan. Juga, Andi’s Gallery menampilkan Antonio Blanco. Edwin’s Gallery menampilkan pertunjukan solo dari Kemalezedine dan Rachel Gallery menampilkan Yuli Prayinto, Eddy Susanto, Ivan Sagita.

Sementara galeri internasional seperti Galerie Perrotin dari Paris, Finale Art File dari Manila, Gajah Gallery dari Singapura, Mizuma Gallery dari Tokyo, Pearl Lam Galleries dari Hong Kong. Richard Koh Gallery dan Wei-Ling Gallery dari Kuala Lumpur.

“Galeri internasional yang ikut serta dalam pameran Art Stage Jakarta dari Australia, Prancis, Jerman, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Rusia, Singapura, Spanyol dan Taiwan,” katanya.

Karya-karya seni yang ditampilkan galeri internasional seperti karya Jean-Michel Othoniel (Galerie Perrotin), Ashley Bickerton (Gajah Gallery), Antony Micallef (Pearl Lam Galleries) dan Wong Chee Meng (Wei-Ling Gallery). (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.