Arief Yahya: Perlu kerja keras di semester dua untuk kejar target 10.5 juta wisman

0
561
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak kalangan pemangku kepentingan (stakeholder) kerja keras jaring target kunjungan 10,5 juta wisman hingga akhir 2015. (foto" Hilda Sabri Sulistyo)

JAKARTA,test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak para pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata lebih bekerja keras menjaring kunjungan wisatawan mancanegara. Data Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia  pada Januari hingga Juni (semester I) 2015 tumbuh sebesar 2,34%

Jumlah wisman pada semester pertama mencapai  4.657.817 wisman atau tumbuh 2,34% dibandingkan semester pertama tahun lalu  sebanyak 4.551.522  wisman. Sementara jumlah kunjungan wisman bulan Juni 2015 sebanyak 815.148 wisman atau menurun -4,27% dibandingkan Juni 2014  sebanyak 851.475 wisman,  ujarnya dalam siaran persnya, hari ini..

“Perlu  kerja keras semua pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata agar mencapai target 10,5 juta wisman tahun ini. Capaian kunjungan wisman pada semester I/2015 yang mendekati 50% dari target memacu pihaknya untuk berusaha lebih keras agar kunjungan wisman pada semester dua mendatang akan meningkat.

Pada semester II kunjungan wisman diharapkan meningkat  karena ada peak season pada Juli dan Desember serta adanya dampak positif dari tambahan Bebas Visa Kunjungan (BVK) pada 30 negara sumber wisman,” kata Arief Yahya

Kebijakan tambahan 30 BVK akan memberikan dampak signifikan terhadap meningkatnya kunjungan wisman ke Indonesia. Diproyeksikan kunjungan wisman dari 30 negara penerima BVK tahun ini sebanyak 4,12 juta wisman. Sementara  tahun  2016 jumlahnya diharapkan meningkat menjadi 5,16 juta,  tahun 2017sebanyak 6,45 juta, dan  dua tahun berikutnya pada  2018 dan 2019 sebanyak 8,06 juta dan 10,8 juta wisman.

Kunjungan wisman pada semester I/2015 tercatat wisman berkebangsaan Singapura sebanyak  736.508 wisman menempati urutan pertama, sedangkan Malaysia sebanyak 606.478 wisman menempati urutan kedua dan China sebanyak 541.511 wisman menempati urutan ke-3 namun wisman China pada semester ini menempati urutan tertinggi yaitu sebesar 19,86% dibanding periode tahun sebelumnya.

Data BPS dan Asdep Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebutkan kunjungan wisman bulan Juni 2015 yang mengalami pertumbuhan tertinggi dari berkebangsaan China 26,64%, Inggris  19,02%, India 9,87%, Jerman  7,07%, dan Taiwan 3,86%, sedangkan  secara kumulatif (Januari-Juni) 2015 kunjungan wisman yangmengalami pertumbuhan tertinggi yakni; China 19,86%, India 12,79%, Inggris  8,15%, Mesir 4,85%,  dan Korea Selatan   4,04%.

Menpar Arief Yahya mengingatkan pentingnya melakukan pendekatan DOT (Destination, Original, Time)  dalam melaksanakan strategi pemasaran dan promosi pariwisata karena industri jasa pariwisata sangat dipengaruhi oleh tiga unsur tersebut. Sebagai gambaran, menurunnya kunjungan wisman pada Juni 2015 karena faktorTime yakni bergesernya waktu pelakasanaan ibadah puasa Ramadhan tahun ini  pada pertengahan Juni sehingga kunjungan wisman dari negara-negara  mayoritas penduduknya beragam Islam (Original) pada bulan itu menurun.

Hasil kajian Asdep Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pariwisata Kemenpar  menyebutkan bahwa penyebab utama  terjadinya  pertumbuhan negatif kunjungan wisman pada Juni 2015 minus sebesar -4,27% disebabkan bergesernya waktu pelaksanaan ibadah puasa pada bulan Ramadhan  tahun ini  yang diawali pada 18 Juni, sedangkan tahun 2014 diawali pada akhir bulan atau 29 Juni  sehingga  kunjungan wisman dari beberapa negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam pada bulan Suci Ramadhan mengurangi kegiatan berwisata.

Tercatat kunjungan wisman dari Malaysia, Mesir, Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab pada Juni 2015 menurun. Kunjungan wisman dari Malaysia turun -14,88%, Mesir -38.35%, Arab Saudi–52.03%, Bahrain – 53.85%, dan Uni Emirat Arab -55.72%. Kunjungan mereka ke destinasi unggulan di Indonesia  yakni; great Bali, great Jakarta, serta great Batam juga menurun. ([email protected])

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.