Arief Yahya, Menteri Pariwisata hadapi tantangan datangkan 20 juta wisman

0
1732
Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI (foto Repro Marketeers)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pilihan Presiden Jokowi untuk memilih ‘komandan’ Kementrian Pariwisata akhirnya jatuh pada seorang profesional, Arief Yahya, Dirut PT Telkom. Ahli pemasaran peraih penghargaan “Marketeer of the Year” 2013 ini diharapkan dapat mewujudkan 20 juta kunjungan wisman ke Indonesia pada 2019.

Presiden Jokowi menunjuk Arief Yahya sebagai Menteri Pariwisata padaKabinet Kerja 2014-2019 setelah dibacakannya 34 menteri dan dua wakil di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu sore.

Pria kelahiran Banyuwangi 2 April 1961 ini diharapkan dapat mengeluarkan jurus-jurus jitunya memasarkan pariwisata Indonesia ke mancanegara karena pemerintahan Jokowi-JK menargetkan kunjungan 20 juta wistawan mancanegara (wisman) ke Indonesia hingga 2019.

Untuk mencapai target tersebut jelas diperlukan kerja keras.Maklum dalam dua tahun terakhir pariwisata Indonesia tumbuh di atas angka 8% hingga jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai kisaran 8-9 jutaan orang. Tahun 2014 Kemenparekraf hanya mematok target kunjungan wisman 9,5 juta orang sampai tutup tahun. Sedangkan tahun lalu tercatat sebanyak 8,7 juta wisman mengunjungi Indonesia sampai tutup tahun.

Arief Yahya yang menggantikan posisi Menparekraf Mari Elka Pangestu di Kabinet Indonesia Bersatu memang harus kerja keras karena untuk meraih angka 20 juta wisman itu sektor pariwisata harus tumbuh rata-rata 16% per tahun bahkan lebih. Itu berarti dua kali lipat dari pertumbuhan saat ini.

Firmansyah Rahim, pemerhati pariwisata menyatakan optimismenya target tersebut dapat dicapai sang komandan baru. Mantan Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenparekraf ini memberikan catatan target itu bisa dicapai namun Arief Yahya memang harusmemperbaiki dan mengelola sumber daya manusia di Kementrian Pariwisata terlebih dahulu.

“Kalau dilihat dari prestasinya selama ini baik sekali dan cukup banyak mendapat penghargaan Insya Allah sdm di Kementrian Pariwisata bisa mengikuti irama kerjanya,” kata sesama alumni ITB ini.

Sementara itu, Rudiana, Waki Ketua bidang usaha Asita Jakarta mengatakan kalangan industri pariwisata pastinya berharapMenteri Pariwisata yang baru Arief Yahya dapat menjalankan fungsi pemasaran yang pernah dilakukannya di Telkom. “Kita membutuhkan ahli pemasaran dalam hal menjual pariwisata Indonesia jadi harapan besar beliau dapat mengimplementasikannya untuk pariwisata Indonesia,” kata Rudiana.

Arief Yahya setelah lulus dari Insitut Teknologi Bandung (ITB) memulai karirnya di PT Telkom dan berhasil menduduki posisi puncak dengan kinerja yang membanggakan serta banyak menyabet berbagai penghargaan. Master Telematika di Surrey University, Inggris ini sejak 11 Mei 2012 menjabat sebagai Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Di bawah kepemimpinannya, bisnis Telkom dan anak perusahaannya terus berkembang sampai ke luar negeri.

Pada 2012, Telkom (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk) dengan anak perusahaannya PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), mengembangkan bisnisnya ke Timor Leste. Telin juga mengembangkan sayap ke Australia.
Arief masuk daftar “25 Business Future Leader” versi majalah Swa pada 2012 dan dia juga terpilih sebagai penerima Economic Challenge Award 2012 kategori Industri Telekomunikasi, penerima Anugerah Business Review 2012 dari majalah Business Review dan CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012.

Sebelum menjadi orang nomor satu, dia menduduki jabatan sebagai Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Indonesia semenjak tahun 2005. Ketika duduk di jabatan ini, Arief memperoleh beberapa penghargaan a.l Satyalencana Pembangunan di tahun 2006 atas keberhasilan dalam Peningkatan Pelayanan Prima.

Prestasi yang diraih Arief ini juga berbanding dengan prestasi yang diraih Telkom. Pendapatan Telkom sampai dengan September 2012 tercatat sebesar Rp 56,864 triliun. Sedangkan labanya sebesar Rp 14,11 triliun.

Lahir dari seorang ayah yang berprofesi sebagai pedagang, Said Suhadi dan sang ibu , Hj Siti Badriya yang aktif dalam organisasi keagamaan. Arief mengambil teladan dari kedua orang tuanya, terutama dari ibu yang selalu ceria dan berjuang dengan sepenuh hati untuk pendidikan anaknya. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here