Arief Yahya: Manfaatkan event budaya sambut HUT RI sebagai event pariwisata

0
722
Menteri Pariwisata Arief Yahya memimpin upacara HUT Kemerdekaan RI ke 70 di lingkungan kantor Kementrian Pariwisata, hari ini. (foto: Pusformas)

JAKARTA,test.test.bisniswisata.co.id: Pemerintah maupun masyarakat harus pandai memanfaatkan event budaya yang menyertai kemeriahan perayaan Hari Kemerdekaan RI menjadi event pariwisata yang mampu menjaring kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Berbicara usai memimpin Upacara 17 Agustus 2015 di halaman Kementrian Pariwisata, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa dari Sabang hingga Merauke saat ini digelar acara-acara peringatan kemerdekaan RI lengkap dengan upacara budaya .

“Di Sabang tepatnya di KM Nol (0) ada upacara begitu pula di Papua rekan-rekan marinir bersama awak media membuat upacara bendera di Gunung Cartenz, Papua sehingga masyarakat tanpa di suruh juga sudah menyelenggarakan berbagai event atau festival sehubungan dengan Dirgahayu RI ke 70,” ujarnya hari ini.

Bentuk partisipasi masyarakat di 34 Provinsi sangat beragam dalam merayakan Kemerdekaan RI ke 70 lengkap dengan event budaya. Di Bali, misalnya, wisatawan asing ikut berpartisipasi dalam berbagai lomba di pantai Kuta yang sekaligus menjadi gelar budaya dan bentuk edukasi pada masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dari sampah.

“Pariwisata itu gabungan budaya dan bisnis sehingga selain memakai ukuran keindahan juga ukuran bisnis artinya ke depan kita bisa membuat perayaan Kemerdekaan RI ini menjadi event pariwisata yang sesuai dengan standar global,” ungkapnya.

Memanfaatkan acara kebudayaan atau culture event menjadi acara kepariwisataan atau tourism event harus disertai tekad dengan memberikan pelayanan dengan standar global oleh karena itu pihaknya berupaya meningkatkan indeks daya saing pariwisata Indonesia agar semakin dikenal dan menjadi destinasi wisata dunia.

Daya saing pariwisata Indonesia meroket hingga 20 peringkat, dari posisi 70 tahun 2013, melompat ke nomor 50 tahun 2015. Pemeringkat Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI) ini adalah World Economic Forum, yang sangat kredibel dan beranggotakan 141 negara.

Arief Yahya menargetkan tahun 2019 Indonesia masuk ke papan 30 besar dunia, dari saat menjabat sebagai Menpar pada 2014 lalu yang masih berada di peringkat 70 dunia. Naiknya peringkat itu merupakan pengakuan dunia bahwa RI telah menjalankan industri pariwisata berstandar global. Ada 14 indikator yang dinilai, dengan standar internasional. Dengan begitu, wisatawan semakin nyaman, aman, dan berdampak pada pertumbuhan industri pariwisata yang berkelanjutan,

Dia optimistis, tahun depan momentum perayaan hari Kemerdekaan RI dapat menjadi salah satu daya tarik wisata Indonesia namun perayaan Proklamasi itu harus dilakukan secara serempak, unik, dan masuk dalam agenda tahunan.

“Saat ini kita sudah mulai mempromosikan acara berkaitan dengan Kemerdekaan RI terutama yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo yaitu perhelatan Karnaval Khatulistiwa pada 22 Agustus 2015 di Pontianak, Kalimantan Barat yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan (HUT) ke-70 Republik Indonesia,”

Sejumlah artis dan musisi di antaranya Slank, Marcello Tahitoe, Saykoji dan Di Atas Rata-rata akan berpartisipasi dalam Karnaval Khatulistiwa yang digelar di titik ekuator dan menampilkan kekayaan khazanah budaya nusantara.

Menteri mengatakan pihaknya optimistis kalangan industri mampu mengemas festival dan event-event budaya berkaitan perayaan Kemerdekaan RI ini dengan baik karena sejak 17 Juni 2015 hingga 17 Agustus 2015 Kementrian Pariwisata bersama industri pariwisata seperti  PHRI dan Asita telah membuat paket Ramadhan menjelang Lebaran hingga hari kemerdekaan ini dengan membuat paket ke 17 kota.

“Jadi tahun depan kita akan lebih menjual event Kemerdekaan RI untuk menjaring kunjungan wisatawan mancanegara seperti yang juga dilakukan negara-negara tetangga kita Singapura,” tandasnya. (hildasabri@yahoo.com)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.