Arief Yahya: Komitmen Kepala Daerah Jadi Kunci Kesuksesan Pariwisata Banyuwangi

0
675
Tarian Gandrung sewu menjadi daya tarik kunjungan wisatawan menghadiri Banyuwangi Festival. (foto: www.wego.co.id)

BANYUWANGI, test.test.bisniswisata.co.id: Komitmen kepala daerah dalam mengembangkan pariwisata sebagai lokomotif membangun daerah terbukti berhasil mendatangkan 1,5 juta wisatawan nusantara dan 30 ribu wisatawan mancanegara tahun 2015 lalu, ungkap Menpar Arief Yahya, hari ini.

“Banyuwangi itu contoh konkret,dimana bupatinya sebagai kepala daerah punya komitmen yang jelas mulai dari alokasi sumber daya manusia (SDM), budgeting APBD dalam menggarap pariwisata dengan memanfaatkan perjalanan wisatawan dari Jawa ke Bali dan sebaliknya. Beragamnya event dan atraksi yang ditawarkan sepanjang tahun “memaksa” pikiran orang untuk singgah satu dua hari sebelum atau sesudah ke Bali,” tambahnya.

Alhasil United Nation World Tourism Organization ( UNWTO) atau lembaga PBB yang bergerak di bidang pariwisata pun menganugerahkan penghargaan khusus buat usaha keras dan konsisten Banyuwangi. Itu kebanggaan, dan semua bisa belajar dari kisah sukses kota kecil itu. Bagaimana membangun mimpi ke depan, apa yang dilihat saat ini, dan bagaimana cara mewujudkan impiannya itu, kata kata Arief Yahya.

Menurut Menpar Arief Yahya, semua berawal dari leadernya. Bupati H. Abdullah Azwar Anas yang berani beda, membuat terobosan untuk menaikkan taraf hidup dan kesejahteraan warganya dari pintu pariwisata. Tidak banyak bupati atau walikota yang berani mengambil risiko seperti itu. Karena pariwisata itu investasi jangka panjang, berpikir futuris, dan harus konsisten.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, My Bramuda mengungkapkan bahwa wisata Banyuwangi, bisa jadi jawara lantaran getol menggelar berbagai festival pariwisata yang dikelola dengan baik. Karenanya, di 2016 ini akan ada lebih dari 35 festival.

“Jumlah kegiatan tahun ini bahkan bisa mencapai 40 atau 45, tergantung tradisi dan kebudayaan lokal itu sendiri. Salah satu andalannya adalah Banyuwangi Festival. Festival ini akan menawarkan sejuta pesona mulai dari seni dan budaya, olahraga dan pariwisata, sampai kearifan lokal yang dikemas dalam festival kreatif. ”

Untuk beragam festival tadi, Disbudpar Kabupaten Banyuwangi membagi ke dalam tiga kelas. Ada festival internasional, nasional, dan lokal. Festival internasional akan mengundang banyak negara di berbagai belahan dunia. Yang kita siapkan International Tour de Banyuwangi Ijen. Untuk nasionalnya, ada Banyuwangi Batik Festival. Sementara lokalnya ada Banyuwangi Ethno Carnival,” terangnya.

Festival juga akan menampilkan berbagai atraksi wisata terbaru di antaranya Green and Recycle Fashion Week, Festival Buah Lokal, Festival Kuliner Sego Tempong, Festival Permainan Anak Tradisional, Banyuwangi Kite Festival, Festival Perkusi dan Lare-lare Orkestra dan Kite and Wind Surf Competition.

Banyaknya festival itu menjadi berkah bagi pengelola wisata. Wisatawan mulai berdatangan ke kabupaten yang dijuluki Sunrise of Java itu. Bangsring Underwater misalnya. Sepanjang Januari 2016 kemarin, kewalahan melayani pengunjung yang menembus angka 1.000 orang. Mayoritas, memesan paket pemandangan terumbu karang, naik banana boat, dan melihat ikan hiu.

“Festival yang digelar memang punya efek domino yang bagus. Ekonomi tumbuh karena sehari bisa 1.000 orang. Kita sampai kewalahan menyediakan pelampung dan alat snorkeling,” terang Ikhwan Arief, pengelola Bangsring Under Water. (*/hss)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.