Arief Yahya: Festival Sriwijaya ke-23 Manfaatkan Tarik Wisman Tiongkok

0
597
Menpar Arief Yahya (kiri) didampingi Gubernur Sumsel Alex Noerdin menabuh genderang pada peluncurn Festival Sriwijaya ke-23 di Jakarta, Rabu (3/6/15).

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Untuk mengembalikan masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin berkomitmen membesarkan Kerajaan Sriwijaya melalui Festival Sriwijaya.

Festival Sriwijaya merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan Pemerintah Sumatera Selatan dalam rangka mengangkat kembali nilai-nilai tradisional dalam frame kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

Festival yang akan berlangsung pada 11-14 Juni dan dipusatkan di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) Karang Anyar Palembang ini menampilan Sumsel sebagai provinsi yang memiliki ragam budaya mulai dari tarian, seni, pakaian, kuliner hingga masyarakatnya lewat pawai budaya.

“Festival Sriwijaya bisa mendongkrak pariwisata yang ada di Indonesia dan diharapkan bisa memperbaiki kelemahan pariwisata, terutama memperbaiki pada bidang infrastruktur pariwisata,” ujar Menteri Pariwisata, Arif Yahya dalam sambutan pada acara peluncuran Festival Sriwijaya ke-23 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata RI, Jakarta, Rabu (3/6/15).

Arief mengatakan, “Kita berharap masyarakat Sumsel mampu meningkatkan pariwisata dalam uapaya menampilkan budaya khas Sumsel”.
Menurutnya, World Economic Forum (WEF) baru-baru ini telah memberikan penilaian terhadap daya saing pariwisata Indonesia ditingkatan global.

Semula pariwisata Indonesia berada diperingkat 70, kini naik berada pada rangking 50. Salah satu yang menjadi penilaian yakni dilihat dari keunggulan pariwisata Indonesia dari sisi nature dan culture serta price (harga). Selain itu juga kebijakan yang menempatkan pariwisata sebagai skala prioritas.

“Target yang ditetapkan Presiden Jokowi jumlah kunjungan wisata mancanegara (wisman) datang ke Indonesia tahun 2019 yakni 20 juta wisman atau naik dua kali lipat dari sebelumnya. Sehingga pariwisata Indonesia naik menjadi rangking 30 dunia,” ujarnya.

Arief menjelaskan, “Wisman dari Malaysia 60%, Singapura 10%, dan Tiongkok 5%. Wisman dari Tiongkok harus dimanfaatkan karena banyak situs dari Tiongkok ada di Sumsel. Wajar kita promosikan itu di Tiongkok”.

“Belum lama saya melakukan pendekatan di Batam melalui ekspedisi Cheng Ho. Hal yang sama juga diharapkan dapat dilakukan di Sumsel, yang juga memiliki peninggalan bersejarah dan hubungan dari Tiongkok,” ungkapnya.

Festival Sriwijaya menurutnya akan dijadikan salah satu daya tarik untuk mengundang wisman Tiongkok.

Untuk tahun ini, jumlah wisman yang datang ke Sumsel baru sebatas 35 ribu saja. Jumlah wisman Tiongkok yang datang ke Sumsel memang masih belum sebanyak wisman Malaysia. Namun wisman Tingkok salah satu pasar yang potensial.

Sementara pada kesempatan yang sama, Alex Noerdin mengatakan, “Kami mungkin provinsi yang paling bersemangat mengangkat derajat bangsa. Maka itu kami saat ini sedang mencoba untuk mengembalikan kebesaran Kerajaan Sriwijaya. Salah satunya dengan Festival Sriwijaya ini”. (evi)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.