Arief Yahya: Ayo Manfaatkan Libur Lebaran 1438 H Untuk Berwisata

0
495

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan liburan Lebaran 2017 dengan mengunjungi 10 destinasi unggulan di Indonesia.

Berbicara pada acara buka puasa bersama Forum Wartawan Pariwisata ( Forwapar) yang berlangsung di Bakmi Naga Kelapa Gading Jakarta, hari ini (20/6), dia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan libur lebaran dengan mencari sensasi wisata di daerah.

Bekerjasama dengan instansi terkait seperti Kementrian Perhubungan, Kementrian Kesehatan, Kementrian pekerjaan Umum dan Perumagan Rakyat, Waskita, Radio Sonora, HK, Jasa Marga, PT CMNP dan pihak lainnya telah mengekuarkan Peta Resmi Jalur Sumatra, Jawa, Bali secara gratis untuk masyarakat sambut Lebaran 2017 ( 1438 H).

“Sebaiknya, jangan lewatkan 10 destinasi unggulan yaitu Bandung (Jawa Barat), Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Coral Wonders (Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat), Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi,”

Menurut Arief, liburan Lebaran 2017 dan anak-anak sekolah Juni-Juli 2016 harus sudah dipersiapkan. “Paling tidak destinasi dan industri pariwisata yang akan bertemu langsung dengan wisatawan baik mancanegara maupun nusantara, sebaiknya direncanakan agar liburan keluarga menjadi berkualitas.

Kemenpar juga akan terus mendorong daerah untuk aktif mempromosikan kawasan wisata alam dan kulinernya masing-masing. “Kami juga menggelar banyak event yang memperkuat pamor masing-masing daerah. Misalkan, kini Aceh bersama Lombok dan Sumatera Barat diposisikan sebagai halal destination dan halal tourism,” katanya.

Dialog dan silaturahmi dalam acara buka puasa bersama dengan para wartawan pariwisata (Forwarpar) itu diisi dengan tausiah oleh Ustaz Fahmi Salim Zubair,  yang juga gemar berwisata.

Fahmi pada kesempatan itu juga mengingatkan pentingnya berlibur dengan tetap melakukan wisata halal bernuansa religi dan memperkenalkan wisata kuliner yang halal pada anak-anak agar mereka juga mengenal berbagai hal yang khas disuatu daerah.

Ustad lulusan universitas di Mesir ini beruntung istrinya juga punya blog untuk menuangkan hasil berlibur dengan keluarga baik tulisan perjalanan dan pengalaman wisata kuliner di daerah sehingga pengalaman berwisata keluarga kecilnya dengan dua anak terekam dengan baik.

Pada kesempatan itu Menpar Arief Yahya melakukan pemasangan stiker Wonderful Indonesia pada salah satu etalase Bakmi Naga Gading Walk, Kelapa Gading yang diharapkan dapat diikuti restoran lainnya sehingga sambil kuliner masyarakat juga menyadari lewat stiker Indonesia memiliki keindahan dan keragaman obyek wisata.

Pesona Lebaran

Sebelumnya dalam CE0 Message yang disampaikan Menpar Arief Yahya di website resminya, www. Indonesia.travel mengingatkan bagwa program Pesona Lebaran. Sama dengan event Piala Dunia.

“Kalau Anda adalah leader yang entrepreneurial maka akan bisa mengendus peluang di balik momentum mudik lebaran.

Idenya simple, kita punya liburan mudik lebaran selama satu sampai dua minggu, berapa hari untuk ibadah Sholat Ied dan Halal Bihalal? Praktis cuma sehari atau paling lama dua hari. Sisanya untuk apa? Untuk liburan,” ungkapnya.

Apalagi THR sudah di tangan, lanjutnya. Maka inilah ide sederhana di balik program Pesona Lebaran. Kalau mereka mudik untuk liburan, why not kita segenap jajaran Kemenpar memberikan informasi berharga bagi pemudik mengenai destinasi wisata, tempat kuliner, dan atraksi menarik selama masa mudik lebaran.

“Saya ingin tahun ini Kemenpar hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan informasi tempat-tempat wisata bagi pemudik. Jadi tak hanya Kementerian Perhubungan (terkait transportasi mudik) dan Kementerian Agama (terkait ibadah puasa dan Idul Fitri) yang hadir di tengah-tengah masyarakat, Kemenpar pun harus hadir. Saya mau brand Kemenpar di mata masyarakat stand-out di masa-masa mudik lebaran,” tegasnya.

Oleh karena itu Menpar Arief Yahya meminta semua Kadispar untuk menentukan 10 destinasi yang direkomendasikan, 10 tempat kuliner yang layak dikunjungi, dan 10 event yang wajib ditonton selama mudik lebaran di daerahnya masing-masing.

Pihaknya bersama timnya juga membagikan informasi tersebut di media cetak maupun online, di Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain agar tercipta viral di dunia maya.

Dusun Bambu, Bandung tawarkan wusata kuliner di tengah pemandangan alam yang indah.( foto repro Siliwangitrans.com)

Agar branding-nya kuat menancap dan mudah terbaca oleh Google, strategi hastag-nya diseragamkan. Misalnya kalau kita merekomendasikan destinasi, kuliner, dan event Banten maka hastag-nya: Selamat berlibur, salam #PesonaLebaranBanten #PesonakulinerBanten #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia

Solid, Speed, Smart

Pola pikir solid, speed, smart (3 S) ada hubungannya dengan mudik Lebaran karena program #PesonaLebaran adalah program yang smart. Kenapa? Karena Kemenpar memfasilitasi dan menggerakkan jutaan pemudik di berbagai daerah untuk mengunjungi destinasi wisata di saat, tempat, dan waktu yang tepat.

Tak hanya itu, program itu adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat, sekaligus bukti bahwa Kemenpar hadir di tengah masyarakat. Itu yang saya maksud bekerja dengan Smart.

Kedua, seperti halnya kasus Piala Eropa, ide program Pesona Lebaran sesungguhnya datang hanya beberapa minggu sebelum lebaran. Namun begitu ide tercipta, kita bergerak dengan speed. Koordinasi dan penajaman ide dilakukan secara kolaboratif melalui medium grup WA.

“Dengan medium sederhana seperti grup WA, terbukti proses kita menjadi speed, tak ada birokrasi, tak ada proses bertele-tele, tak perlu menunggu SOP, tak perlu menunggu surat edaran. Itu yang saya maksud bekerja dengan Speed,

Ketiga, dengan koordinasi melalui grup WA juga, semua lini bekerja gotong-royong, bahu-membahu, saling membantu, saling mengisi, menjadi sebuah tim yang solid. Di grup WA setiap saat dia bisa memantau betapa rekan-rekan dari semua bagian dan daerah begitu semangat dan kompak berkontribusi tanpa dikomando dan solid, tambahnya.

Dengan contoh yang gampang seperti di atas, Arief Yahya yakin rekan-rekan sekerjanya lebih paham dan lebih gampang mengaplikasikan 3S di pekerjaan, bagian, dan daerah masing-masing.

Dia menekankan bahwa sebagai leader di Kemenpar karyawan juga harus menjadi seorang entrepreneur yang jeli melihat peluang di setiap momentum atau event yang ada. Wujudkan peluang itu dalam bentuk ide program, lalu jalankan 3S: solidkan barisan, speed-kan gerakan, dan smart dalam bekerja.

Kalau sampai setiap leader di Kemenpar, apakah itu Deputi, Asisten Deputi, Kepala Biro, Kepala Bagian, Kepala Bidang, hingga Kadispar, mampu menjalankan 3S di bagian dan daerah masing-masing, wow hasilnya bakal ruarrrr biasa!!! Tak hanya good, tapi great!!! ( */HAS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.