Aral Rintangan Menghadang Turis Indonesia Berwisata ke Palestina

0
1024
Destinasi Masada, Benteng gunung ini, menghadap Laut Mati, adalah tempat pemandangan bersejarah ada istana pertama Raja Herodes berdiri.

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Berwisata ke Palestina ternyata tidak semudah berkunjung ke negara lainnya. Aral rintangan selalu menghadang pelancong Indonesia jika berwisata ke Palestina. Wisatawan Indonesia yang berminat mengunjungi tanah suci tiga agama itu, harus menembus dinding batas Israel.

“Untuk akses memang pasti akan melewati penjagaan Israel, baik melalui darat, laut, ataupun udara. Itu sebenarnya yang membuat situasi berkunjung ke Palestina menjadi sulit,” kata Elias S Deis dari Network for Palestinian Tourism Organization seperti dilansir laman CNNIndonesia.com, Kamis (14/04/2016).

Kondisinya memang sulit bagi pelancong dari Indonesia karena tidak memiliki hubungan diplomatis dengan Israel. Ini sebuah tantangan, kami ingin menantang orang untuk datang ke Palestina karena Israel selalu mempromosikan hal negatif tentang Palestina,” lanjut Deis.

Guna mempromosikan pariwisata Palestina, Kedutaan Besar Palestina dibantu oleh Japan International Corporation Agency serta Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, mengadakan seminar pariwisata Palestina di hadapan media, pebisnis, serta agen travel.

Deis dan tim berusaha menunjukkan bahwa Palestina memiliki keindahan alam, budaya, hingga kuliner yang sangat kaya. Keindahan tersebut semakin dapat dinikmati dengan keramahan para penduduknya, yang berhasil menarik dua juta wisatawan internasional tahun lalu.

Terkendala Akses dan Visa

Tapi, bagi pelancong Indonesia yang tertarik berkunjung ke Palestina, butuh usaha yang lebih keras dibanding liburan ke negara lain. Usaha tersebut, termasuk urusan akses dan visa.

Kebanyakan wisatawan menuju Palestina melalui Amman, Yordania. Dari Amman, dapat dilanjutkan dengan perjalanan darat ke Tepi Barat.

Selain melalui Amman, akses menuju Palestina dapat diakses pula dengan darat dari Mesir lalu masuk ke Gaza, Palestina. Namun untuk akses inipun kadang terkendala dengan pengamanan antara Israel dan Mesir.

Bila masuk dari Gaza menuju West Bank atau Tepi Barat dengan paspor Indonesia, pelancong terpaksa harus keluar Gaza kemudian ke Yordania baru dapat mengakses Tepi Barat.

Selain tantangan akses, ke Palestina juga terhadang masalah visa. Meski visa turis dari Indonesia tergolong mudah didapat dan diizinkan otoritas setempat, namun banyak pengalaman pelancong Indonesia pergi ke Palestina dengan mengajukan visa melalui Kedutaan Israel di Singapura.

Pihak Kedutaan Palestina di Indonesia enggan mengungkapkan dengan gamblang masalah visa turis untuk Indonesia ini.

“Indonesia sudah punya konsulat jenderal di Palestina, semoga itu bisa banyak membantu masalah visa. Tapi visa turis biasanya tidak masalah, yang bermasalah baru visa official visit,” kata Siti N Mauludiah, Direktur Kerja Sama Teknik Kementerian Luar Negeri, saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Beberapa alternatif bila menginginkan akses ke Palestina adalah dengan bantuan agen perjalanan. Ini adalah cara paling mudah dan banyak dilakukan oleh para pelancong dari Indonesia.

“Ada juga yang diurus melalui travel agent, namun pasti ada tambahan biaya selain paket wisatanya. Namun kalau wisatawan ingin urus sendiri, ya harus datang ke kedutaan besar,” kata Tatranava Raharja, perwakilan HIS Travel saat ditemui dalam seminar tersebut. (*/c)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.