APPMI Angkat Tenun NTT dalam IFW 2017

0
549

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) kembali menyelenggarakan ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2017, dengan tema Celebrations of Culture. Pekan mode tahunan ini akan berlangsung pada 1-5 Februari 2017 di Jakarta Convention Center. Ada sedikitnya 210 desainer yang menggelar karya mereka. Selain itu ada 520 peserta pameran yang memenuhi stand-stand di IFW.

Ivan Gunawan, Creative Director IFW 2017, menuturkan selama lima hari kegiatan tersebut akan ada 25 peragaan busana dari para desainer. Selain itu juga ada kompetisi, talk show, dan workshop.

Presiden IFW Poppy Dharsono mengatakan ajang fashion ini bertujuan untuk memahami kekuatan yang dimiliki oleh penggiat mode Indonesia, untuk mendukung pemerintah dalam mempromosikan 10 destinasi wisata unggulan negeri ini. Salah satunya Nusa Tenggara Timur (NTT).

Poppy menuturkan melalui APPMI, IFW diharapkan dapat menjadi jembatan bagi perajin, fashion craft, dan desainer untuk melindungi budaya dan sejarah Indonesia. “Fashion tak lagi hanya sekadar tampil apik di kemasan luarnya saja. Namun, juga memiliki kearifan dan kepedulian terhadap sosial, budaya, dan lingkungan,” ujar Poppy di Jakarta, Selasa (17/1/2017) saat acara IFW Pre-event Gathering.

Pada IFW kali ini, katanya, para desainer akan mengolah tenun lokal yang diambil dari 22 kabupaten di NTT, untuk menjadi sebuah rancangan yang bisa diterima pasa lokal maupun internasional

Selain itu IFW juga diwarnai dengan bordir dan sulaman hasil perajin dari Kudus, Jawa Tengah. Perajin dari Banyuwangi dan Gianyar juga turut memeriahkan ajang fashion akbar ini. “Untuk terus mengembangkan industri fashion para desainer dan pihak terkait, harus menggencarkan kegiatan pemasaran dan menciptakan produk berkualitas baik. Hal ini karena industri mode di Indonesia masih memiliki ruang untuk terus tumbuh,” ungkapnya. (bundayoely@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.