Anggaran Promosi Wisata Jakarta ke Luar Negeri Dibatasi

0
845
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berencana membatasi para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melakukan promosi ke luar negeri secara berlebihan, jika kegiatan yang dilakukan dinilai tidak efektif. Mengingat, perjalanan dinas untuk promosi hanya membuang-buang dana Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Pemprov DKI.

“Enggak boleh lagi, misalnya Dinas Pariwisata atau Dinas Koperasi dan UMKM promosi ke luar negeri. Kalau enggak bisa jual produk, cuma promosi, itu ngabisin duit. Mesti dicoret semua,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, kemarin.

Ahok – panggilan akrab Basuki mensinyalir jalan-jalan ke luar negeri ternyata hanya berdalih promosi Jakarta. “Dinas promosi wisata (ke luar negeri) tidak boleh lagi, UMKM juga. Itu cuma promosi-promosi ngabisin duit enggak karuan,

ngak ada dampaknya buat kemajuan Jakarta. Hanya senang-senang untuk jalan-jalan,” ucapnya.

Menurutnya, lebih baik promosi potensi Ibu Kota melalui internet atau sosial media. Sarana itu dinilai lebih efektif di zaman sekarang ini. Selain itu, para SKPD didorong untuk meningkatkan keunggulan Jakarta sehingga dapat dipromosikan dari mulut ke mulut, sehingga tidak perlu menghabiskan dana unyuk promosi ke luar negeri.

“Kalau Jakarta bagus, enggak usah promosi sampai dateng ke luar negeri, pasti orang dateng dari mulut ke mulut. Ini kan zaman sudah berubah, langsung masuk Google aja buat cari info Jakarta gimana, jauh lebih efektif. Model-model lama harus diubah,” kata Ahok.

Sekarang zaman itu sudah berubah. lanjut dia, Zaman dulu, kamu mau orang Taiwan datang ke Jakarta, Pihaknya kirim tim dan membuat acara di sana. “Kalau sekarang anak-anak muda mau jalan ke mana-mana, langsung masuk ke Google dan cari-cari hotel, tempat wisata,” katanya.

Ke depannya, Mantan Bupati Belitung ini akan memotong anggaran perjalanan dinas ke luar negeri dan membatasi anggaran tersebut dalam e-budgeting. “Kalau e-budgeting jalan, enggak bisa kamu atur-atur, kita langsung kunci. Saya sudah minta BPKD sebagai ketua tim anggaran, Bappeda, dan Sekda tolong anggaran ke luar negeri dikunci saja,” tutupnya

Ditambahkan pemanfaatan internet dalam promosi wisata akan jauh lebih efektif terlebih kondisi saat ini yang sudah sangat berbeda dari dulu. “Caranya bagaimana, ya bangun keunggulan komparatif yang baik. Bukan pergi-pergi promosi menghabiskan duit, tidak ada efek buat orang banyak. Model-model itu yang harus kita ubah,” ungkapnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.