Turis Australia Boikot Indonesia Sifatnya Sementara

0
697
Turis Australia di Bali

JAKARTA, BISNISWISATA.CO.ID: Menjelang eksekusi mati dua gembong narkoba Bali Nine memicu kemarahan pemerintah Australia. Negeri Kanguru pun meluncurkan pernyataan yang berisi nada ancaman boikot pariwisata Indonesia khususnya Bali.

Menanggapi hal itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, warga negara Australia yang terpengaruh ajakan pemerintah setempat dan berencana menggelar demo hanya sekira 150 ribu orang.

“Jika sekira 7 kali lipat yang tidak terpengaruh dan tidak berencana demo, maka pengaruhnya kurang dari 5 persen. Itu terhadap pariwisata kita,” ucap dia di Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Menurut Sasmito, aksi demo maupun boikot pariwisata Indonesia oleh Australia diperkirakan hanya bersifat sementara. Artinya tidak akan berlangsung lama. “Inipun mungkin temporary antara 1 bulan sampai 3 bulan selama periode hukuman mati,” lanjutnya seperti dikutip laman Liputan6.com

Data BPS, rata-rata kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia ke Indonesia mencapai 11 persen atau sekira 800 ribu sampai 950 ribu per tahun. Jumlah ini lebih tinggi dibanding basis kunjungan wisman dari Tiongkok dan Jepang yang masing-masing sekira 9 persen dan 5 persen.

Meski sangat besar, namun Sasmito meyakini imbas dari rencana hukuman mati terpidana Bali Nine terhadap pariwisata Indonesia dari turis asal Australia tidak akan signifikan atau kemungkinan kehilangan 950 ribu wisman.

“Saya pernah hidup dan tinggal bersama bangsa Barat, tepatnya di Amerika Serikat. Walau nasionalismenya tinggi, tapi faktor individualnya lebih kuat. Jadi sangat sedikit yang batal (berkunjung) ke Indonesia,” tegas dia. ****

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.