Anang Geregetan Aksi Pembajakan

0
726

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Musisi dan politisi Anang Hermansyah geram, geregetan dengan aksi pembajakan, yang tetap abadi membajak lagu-lagu hanya untuk mengeruk keuntungan pribadi. Karena itu, Anang yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN mengusulkan pembentukan Kaukus Parlemen Anti-Pembajakan dan Penegakan Hak Cipta dalam sidang paripurna penutupan masa sidang III DPR.

“Pembentukan Kaukus Parlemen Anti-Pembajakan dan Penegakan Hak Cipta merupakan perwujudan fungsi konstitusional dewan dalam melakukan pengawasan kerja eksekutif dan pelaksanaan UU 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta,” kata Anang Hermansyah melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (25/4/2015).

Lelaki kelahiran Jember, Jawa Timur, 18 Maret 1969 melanjutkan ada 70 anggota DPR dari lintas fraksi dan lintas komisi telah menandatangani pembentukan kaukus tersebut. “Persoalan pembajakan menjadi urgensi nasional, sehingga harus direspons bersama-sama oleh semua pihak, termasuk wakil rakyat,” papar suami penyanyi Ashanty.

Menurut pemain film Baik-Baik Sayang (2011) dan Romantini (2013) menilai dari perspektif keekonomian, pembajakan merugikan potensi pemasukan negara dari berbagai industri baik industri perangkat lunak (“software”) maupun industri musik.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan tahun 2013 potensi kerugian di industri musik sekitar Rp4,5 triliun. Sedangkan di industri perangkat lunak, Anang mengutip data dari Bussines Software Alliance (BSA) yang menempatkan Indonesia berada di peringkat kedua dunia dengan tingkat pembajakan di angka 86 persen atau setara kerugian 1.467 dolar AS. “Angka-angka ini jelas merugikan negara dan pelaku industri,” tegas politisi PAN.

Kerugian serupa, sambung bapak tiga anak, juga berpotensi muncul di industri lainnya seperti industri perbukuan, industri Tekstil dan Produk Tesktil (TPT) dan industri lainnya. “Saya berharap Pembentukan Kaukus Anti-Pembajakan dan Penegakan Hak Cipta dapat menjadi embrio dalam kerja konstitusional dewan dengan membentuk panitia kerja,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here