Transportasi Tak Diperbaiki, Pariwisata Sukabumi Tak Maksimal

0
325
Presiden Jokowi lakukan groundbreaking jalur ganda kereta api

SUKABUMI, Bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai potensi di Sukabumi Jawa Barat, sangat besar. Mulai produk agrobisnis juga sektor pariwisatanya sangat menarik. Jika akses transportasi tidak diperbaiki, potensi produk dan pariwisata di Sukabumi tidak bisa dimaksimalkan.

Masalah utama kondisi kemacetan Bogor-Sukabumi terbilang jenuh. Sebab, sebelum jadi Presiden, mantan Gubenur DKI Jakarta pernah merasakan perjalanan jarak tempuh sekitar 60 kilometer itu dengan waktu enam jam.

“Bayangkan saja enam jam. Mau masuk jembatan macet, maju lagi ada perempatan macet. Kalau 60 kilo paling butuh waktu 1,5 jam atau paling lama 2 jam. Kenyataanya 6 jam. Hal-hal seperti ini tidak boleh kita teruskan,” tegas Presiden Jokowi saat groundbreaking (peletakan batu pertama) double track rel kereta api Bogor – Sukabumi, di Kampung Bangkongreang, Sukabumi, Jumat (15/12/2017).

Ditargetkan, pembangunan jalur ganda rel Bogor-Sukabumi selesai tahun 2020. Awalnya 2019 rampung, namun katanya berat. Artinya, setelah selesai dari tiga kali frekuensi saat ini nantinya bisa enam kali frekuensi pulang pergi. “Jadi kalau hari ini bisa mengangkut per harinya 3 ribu orang, nantinya bisa 11 ribu orang. Sehingga akan mengurangi kemacetan di jalan raya,” harapnya.

Kepala negara meminta Pola pengerjaan jalur ganda harus padat karya. Jangan memakai alat-alat berat terlalu banyak. Sehingga akan mempekerjakan banyak orang. “Ini (pola padat karya) sangat penting. Nanti setelah enam bulan saya akan cek lagi, sudah sampai mana pengerjaannya,” tukasnya.

Selain jalur kereta api ganda, Presiden Jokowi juga berencana membangun bandar udara di Sukabumi. Pembangunan ini diharap bisa memberikan akses lebih nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin berkunjung berbagai destinasi wisata di Sukabumi.

Namun, Presiden Jokowi belum mau membeberkan letak daerah yang akan dijadikan bandara tersebut. Ditakutinya ketika letak bandara sudah ditetapkan, lahan di situ dan sekitarnya justru naik berkali-kali lipat. “Berkaitan airport di Sukabumi, saya sudah bisik-bisik ke Pak Bupati jangan sampai bocor lokasinya ada di mana. Karena ini juga akan segera kita mulai pembebasan tanah nya,” pesannya.

Pembangunan bandara, sambung dia, menjadi penting karena bisa memberikan pelayanan yang baik di bidang transportasi kepada masyarakat. Sejauh ini pemerintah sudah melakukan pembangunan tol Bocimi yang menghubungkan Bogor-Sukabumi. Jalan tol dipastikan bisa mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di jalan raya Bogor-Sukabumi.

Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan serta Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pengerjaan tiga proyek yang menghubungkan Bogor-Sukabumi direncanakan bisa rampung dalam tiga tahun. Bandara dan jalur kereta selesai 2020, sedangkan jalan tol Bocimi selesai pada 2019.

“Kalau kereta api ini jadi pada 2020, tol Bocimi pada 2019 selesai, airport nya selesai, saya kira masyarakat memiliki pilihan-pilihan alternatif untuk bepergian apakah naik mobil apakah naik kereta api apakah naik pesawat, semuanya tersedia. Pilihan-pilihan itu ada, sehingga sekali lagi kita tidak ingin terjadi lagi Bogor-Sukabumi itu enam jam. Atau dari Airport Soekarno-Hatta ke Sukabumi ada yang menyampaikan ke saya delapan jam sampai sembilan jam,” ungkap Presiden.

Dalam peletakan batu pertama tersebut, Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Wali Kota Sukabumi M Muraz, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Agus Mulyadi, serta jajaran lainnya. (HMS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.