Akhir Tahun 2015, Okupansi Hotel Di Sulsel Diprediksi Turun

0
789

MAKASSAR, test.test.bisniswisata.co.id: TINGKAT hunian kamar hotel di Sulawesi Selatan (Sulsel) akhir tahun 2015, diprediksi mengalami penurunan sebesar 20%, lebih rendah dari capaian rata-rata 65%. Meski berbagai kegiatan liburan Natal dan Tahun Baru selama Desember semarak, namun tak mampu mengangkat tingkat penghunian kamar hotel (okupansi room), lantaran selama ini hampir seluruh hotel di Sulsel masih sangat mengandalkan kegiataan Meeting, Incentive, Confrence & Exhibition (MICE) untuk meningkatkan okupansi.

“Banyak pihak salah persepsi bahwa bulan Desember itu bulan panen atau peak season, tetapi justru sebaliknya Desember di wilayah Sulsel merupakan bulan sepi karena kegiatan meeting sudah jarang digelar pada bulan tersebut,” papar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga di Makassar, Kamis (26/11/2015).

Selain itu, lanjut Anggiat, kunjungan wisatawan yang berlibur pada akhir tahun juga tidak mampu mendongkrak okupansi hotel. Hal ini disebabkan Makassar bukanlah tujuan wisata favorit para wisatawan seperti Bali, Jakarta, ataupun Yogyakarta.

“Kalau tidak ada kegiatan MICE, tingkat hunian hotel di Sulsel dipastikan menurun. Sehingga diperkirakan pada Desember 2015 okupansi hanya akan mencapai 45% atau menurun sekitar 20% dari capaian rata-rata sebesar 65%,” ujarnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat pada Desember 2014 lalu okupansi hotel di Sulsel memang mengalami penurunan yaitu mencapai 42,9% atau menurun jika dibandingkan dengan okupansi pada November 2014 yang mencapai 52,57%. Agustus 2015 okupansi hotel tercatat mengalami peningkatan jika dibandingkan capaian pada Juli 2015. BPS mencatat okupansi hotel pada Agustus 2015 mencapai 45,78%, sedangkan pada Juli 2015 hanya 41,24%.

Di sisi lain, untuk mendongkrak okupansi hotel pada akhir tahun, berbagai hotel berbintang di Sulsel telah menyiapkan sejumlah penawaran spesial seperti potongan tarif kamar, hingga menyelenggarakan berbagai kegiatan hiburan, sambungnya seperti dilansir laman bisnis.com.

General Manager Aston Makassar Hotel & Convetion Hotel Joko Budi Jaya menyatakan pihaknya akan memberlakukan harga spesial untuk setiap pemesanan kamar yang diberlakukan pada 31 Desember 2015. “Selain memberikan penawaran harga spesial, kami juga menyelenggarakan kegiatan hiburan bertema Uptown Carnival pada malam perayaan pergantian tahun baru,” jelasnya.

Strategi serupa juga diterapkan oleh hotel pendatang baru di Makassar yaitu Four Points Hotel by Sheraton Makassar. Executive Assistant Four Points Hotel by Sheraton Makassar Kartika mengatakan pihaknya memberlakukan harga spesial untuk pemesanan kamar tipe deluxe pada malam perayaan tahun baru seharga Rp2,5 juta. (*/end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.