Akhir 2015, Bandara Wamena Papua Diresmikan

0
2906
Bandara Wamena (Foto: Detik.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: BANDARA Wamena Papua telah selesai pembangunannya. Pengelolaan bandara Wamena di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) ini, mengalami perubahan secara dratis. Bahkan, kondisi bandara di Wamena yang memiliki luas 4.000 m2 ini emiliki standar internasional setelah dibangun.

“Mudah-mudahan kalau Bapak Presiden Joko Widodo berkenan, nanti akhir tahun ini bisa diresmikan terminalnya,” kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat diskusi Pemerataan, konektivitas, dan penguatan sistem logistik nasional kinerja 2015 dan outlook 2016,di Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Dilanjutkan, Bandara ini memiliki fasilitas yang andal. Bukan hanya dalam bentuk bangunan terminalnya, namun fasilitas toiletnya sangat bagus. Bahkan diklaim lebih bagus dari Istana Kepresidenan. “Saya sudah bolak balik ke Istana Negara, toilet di bandara ini tidak kalah dengan toilet di Istana Negara itu,” komentarnya sembari menunjukkan gambar Bandara Wamena, Papua.

Jonan mengakui toilet merupakan salah satu indikator pelayanan publik yang baik. Toilet menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga image para penumpang terhadap wilayah yang disinggahi. Jika toilet itu bersih, dipastikan para penumpang akan merasa nyaman dan memiliki image yang positif terhadap lokasi bandara tersebut.

Melewati satu tahun masa kepemimpinan dalam menteri kabinet kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jonan terus berupaya membangun infrastruktur transportasi. “Pembangunan infrastruktur bukanlah siapa yang membangunnya, tapi lebih kepada siapa yang akan melanjutkan pembangunan infrastruktur itu. Pembangunan infrastruktur tidak mungkin berdasarkan rezim. Jadi tdak ada istilah pembangunan ini karena Pak Jokowi, pembangunan itu karena Pak SBY. Enggak ada,” lontarnya.

Pembangunan infrastruktur berkelanjutan pada bandara, harus dilanjutkan. “Kita tinggal perbaiki dan kemudian merawat bandaranya. Ini menjadi contoh kecil dari pembangunan infrastruktur berkelanjutan,” ujar Jonan.

Jonan pun mengklaim dirinya telah melakukan pembangunan infrastruktur berkelanjutan tersebut pada bandara yang dimiliki pemerintah. “Coba lihat perubahan yang terjadi pada Bandar Udara Wamena. Dulu bandara ini tidak pernah diurus. Sekarang jadi indah, dan terminal bisa diresmikan pada akhir bulan ini oleh Presiden,” tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, Bandara Sorong, Bandara Rembele NAD, Bandara Kalimarau Berau,Bandara Mutiara Palu, dan Bandara Karel Sadsuitubunn Tual, yang telah diperbaiki dan dirubah.
“Ini contoh saja. Oh jaman dulu jelek sekali kan. Tapi lihat sekarang, Bandara itu sudah bagus dan indah, dan beberapa dari bandara itu akan kita resmikan.

Sepanjang 2015 ini, pada sub-sektor perhubungan udara, Kemenhub telah merampungkan pembangunan 17 bandara baru, 132 pengembangan bandara di daerah rawan bencana terisolir dan perbatasan, serta melakukan pengembangan terminal penumpang di 27 bandara. Selain itu, Kemenhub juga telah melakukan perluasan apron di 20 lokasi, perpanjangan dan pelebaran landasan pacu (runway) di 35 bandara, serta peningkatan fasilitas keselamatan penerbangan di 118 bandara.

Pembangunan non-infrastruktur di sub-sektor perhubungan udara berupa penyederhanaan perizinan dari 99 jenis perizinan, peningkatan pemenuhan standar keselamatan ICAO, serta dikeluarkannya 71 Peraturan Menteri Perhubungan di bidang transportasi udara.

Indonesia saat ini memiliki 37 Bandar Udara yang tersebara dari Aceh hingga Papua. Adapun 13 Bandara dikelola oleh Angkasa Pura I, 13 Bandara oleh Angkasa Pura II, sisanya dikelola Pemerintah Kabupaten/Provinsi dan dikelola oleh Kementerian Perhubungan. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.