AirAsia Indonesia Digugat

0
806

PERANCIS, BISNISWISATA.CO.ID: Keluarga kopilot AirAsia Indonesia asal negara Perancis, Remi Plesel mengajukan gugatan sekaligus tuntutan terhadap maskapai AirAsia, dengan tuduhan terbang tanpa ijin hingga membahayakan kehidupan orang lain.

Seperti yang dilansir Telegrap, Ahad (01/02/2015), Otoritas Kehakiman Prancis telah memulai penyelidikan kriminal secara formal atas kecelakaan Indonesia AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang terjadi pada 28 Desember 2014.

Seorang hakim Prancis akan menyelidiki kemungkinan ‘pembunuhan’ dalam penerbangan yang dikemudikan oleh kopilot Indonesia AirAsia berkewarganegaraan Prancis, Remi Plesel tersebut.

Dengan investigasi kriminal tersebut, keluarga Plesel berharap akan mengungkapkan kebenaran. “Hasil investigasi yang menyebutkan penerbangan QZ8501 tanpa ijin membuat kami akhirnya mengajukan pertanyaan yang tepat untuk Indonesia AirAsia,” kata pengacara keluarga Plesel, Eddy Arneton seperti dilansir AFP.

Dalam laporan awal investigasi KNKT pada Rabu lalu, kecelakaan QZ8501 pada Minggu 28 Desembet 2014, kendali pesawat dipegang oleh kopilot Remi Plesel. Sedangkan kepala pilot Kapten Irianto duduk di sebelah kiri kokpit dan memonitor penerbangan.

Sedangkan dalam keterangan Menteri Perhubungsn Ignasiun Jonan, izin terbang QZ8501 rute Surabaya-Singapura hanya mengantongi izin untuk terbang pada Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu, atau 1, 2, 4, dan 6. Namun kenyataannya AirAsia terbang pada hari Minggu atau hari ketujuh.

Pesawat nahas itu membawa 162 penumpang dan yang baru ditemukan tim SAR sebanyak 74 jenazah dan 60 jenazah sudah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga dan AirAsia, 14 jasad masih dilakukan identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification Mabes Polri. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.