Air Meluap, Kunjungan Wisata Air Terjun Bantimurung Murung

0
1896
wisata permandian air terjun Bantimurung

MAROS SULSEL, bisniswisata.co.id: Wisatawan yang berkunjung di lokasi wisata permandian air terjun Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, murung, tak senang akibat kondisi air yang meluap sehingga membahayakan bagi wisatawan yang akan berenang.

Meluapnya air juga berdampak pada Jumlah kunjungan wisatawan yang mengalami penurunan sangat drastis akibat air meluap hingga ketinggian tujuh meter sejak Kamis (2/2) malam. Sebelumnya, salah satu destinasi wisata andalan kabupaten tetangga Kota Makassar ini selalu dipenuhi wisatawan di hari biasa atau hari kerja sekalipun.

Biasanya jumlah pengunjung mencapai 400 hingga 500 orang per hari. Namun sejak air meluap kunjungan wisatawan domestis turun dratis. Sementara di akhir pekan seperti Ahad (5/2), tercatat tidak sampai 100 orang.

Akibat luapan air di hulu berasal dari atas gunung itu, terpaksa akses jalan menuju menuju gua batu dan gua mimpi ditutup. Jembatan gantung yang menjadi penghubung antara dua sisi sungai di bawah air terjun tertutupi luapan air dengan arus yang sangat deras.

Bahkan Gua batu dan gua batu ini adalah dua gua yang juga menjadi favorit pengunjung selain air terjung Bantimurung karena di dalam gua itu ada keindahan stalaktit atau sedimen batu yang menggantung dari langit-langit gua kapur

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maros, Rahmat Burhanuddin menjelaskan, lokasi wisata ini tidak ditutup tetap terbuka bagi pengunjung hanya saja dibatasi radiusnya. Hanya sampai bisa sampai di sekitar taman kupu-kupu. Tidak diperkenankan masuk lebih jauh lagi karena kondisi arus yang deras berbahaya bagi pengunjung.

“Siang tadi pukul 12.00 WITA, saya memantau perkembangan terakhir. Luapan air yang tadinya mencapai tujuh meter kini sudah turun. Kira-kira ketinggiannya sisa dua meter. Meski demikian pengunjung masih tetap dilarang mendekat,” kata Rahmat Burhanuddin.

Dia mengatakan, cuaca tidak menentu, kadang hujan reda tapi kadang tiba-tiba turun deras sekali. Menurut dia, kalau di atas sana tidak hujan, air tidak meluap. Hanya saja, meski tidak meluap tapi kalau di lokasi air terjun ini yang hujan deras, juga tetap mengkhawatirkan. Tunggu sepekan ke depan, sepertinya situasi mulai normal.

“Soal pemasukan ke lokasi wisata ini pasti berkuranglah. Itu otomatis karena jumlah pengunjung yang berkurang karena tidak bisa mengakses secara keseluruhan keindahan di lokasi wisata ini,” tambahnya.

Umumnya, tambah dia, pengunjung hanya bisa berfoto-foto atau mengambil gambar di sekitar taman kupu-kupu, tidak boleh masuk menikmati air terjun apalagi menuju gua batu dan gua mimpi,” kata Rahmat Burhanuddin seraya menyebutkan, harga karcis tiap pengunjung masuk baik anak-anak maupun orang dewasa sama-sama seharga Rp 25 ribu per kepala. (*/MDO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.