Air Bandara Batam Tak Mengalir, Pengunjung Sulit Buang Air

0
662

BATAM, test.test.bisniswisata.co.id: ALIRAN air bersih di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Senin (25/05/2015) mati mengakibatkan banyak pengunjung kesulitan saat hendak buang air. Salah seorang pengunjung bandara, Taslim mengatakan hendak buang air kecil pada toilet bandara namun ternyata air sama sekali tidak mengalir.

“Jangankan buang air besar, buat buang air kecil saja tidak ada air. Padahal pagi tadi sekitar pukul 08.30 WIB bandara tengah padat, termasuk orang yang hendak ke toilet,” kata Taslim, Senin (25/5).

Dia mengatakan, saat ingin buang air kecil di depan loket check in semua kran tidak ada yang mengalirkan air. “Awalnya saya berpikir hanya di situ saja yang rusak. Setelah, mencari tempat lain, ternyata hasilnya sama,” kata dia.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat banyak pengunjung lain yang mengeluh. “Banyak yang gusar akibat kondisi itu. Mereka merasa tidak puas dengan fasilitas toilet bandara internasional tersebut,” kata Taslim.

Seorang pengantar penumpang lain, Indra, mengatakan mengurungkan niatnya untuk buang air besar di bandara. “Untuk sebelumnya saya cek dulu krannya. Setelah tahu air tidak mengalir, terpaksa ditahan,” paparnya seperti dilansir laman Antara.

Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso membenarkan bahwa pada Senin pagi aliran air sempat terputus. “Benar, tadi pagi memang aliran air terputus. Namun sekarang sudah normal setelah pompa air milik bandara diaktifkan,” kata dia.

Bandara Hang Nadim berstatus bandara internasional yang setiap hari ramai oleh penumpang domestik maupun luar negeri dengan jumlah sekitar 120 penerbangan setiap hari. Namun, sering kali terjadi keluhan dari masyarakat khususnya mengenai kondisi toilet yang dinilai kurang layak. “Salah satu yang dianggarkan pada tahun ini adalah perbaikan toilet,” kata dia
@@@

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.