Ain, Hussin, pengusaha Tukang Memerintah berjiwa sosial

0
1247
Ain Hussin, buyer Malaysia di ajang TTC Travel Mart Nusantara 2014

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Penampilannya menarik perhatian selama berlangsung TTC Travel Mart Nusantara 2014 di Hotel Redtop senin 3/11 lalu. Tubuhnya tinggi semampai, mengenakan baju kurung bermotif kembang berwarna biru dengan bros perak di dada. Jari dan tangannya tertutup dengan lukisan henna mirip tatoo permanen saja.

Keunikan penampilan lainnya adalah potongan rambutnya model Mohawk punk yang menjadi perhatian banyak orang disamping keakrabannya dengan sejumlah peserta. Ain Hussin, buyer dari Malaysia ini sudah mengikuti 8 kali travel mart independent yang digelar TTC Destination Networking pimpinan Tedjo Iskandar.

Penyelenggaraan TTC Travel Mart Nusantara yang mempertemukan 85 seller dari Indonesia yang menjual produk wisata di tanah air dengan sedkitnya 300 buyer dari dalam dan luar negri ini selalu disambut antusias kalangan industri wisata. Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini merupakan yang ke tiga kalinya sejak 2010.

“Ini pertama kalinya aku ikut TTC Travel Mart bertajuk Nusantara karena yang ditawarkan beragam produk wisata di Indonesia. Biasanya aku datang pada bursa yang menjual paket outbound ke luar negri,” katanya mengawali pembicaraan.

Dikartu namanya yang unik dengan enam warna berbentuk segi lima tertulis Ain Hussin Tukang Memerintah. Dia pendiri Aura Empire Holidays, Malaysia, grup perusahaan yang memiliki lima usaha berkaitan dengan bisnis wisata. Ada tour domestik dan internasional serta reservasi hotel, umroh dan haji, team building, MICE dan bisnis transportasi .

Soal rambut Mowhaknya, Ain dengan kalem menjelaskan bahwa rambutnya rontok karena 12 kali menjalani kemoterapi akibat kanker payudara. Meski dokter menyatakan kini kondisinya sudah stabil, rambut sudah terlanjur berguguran. Dia langsung menyiasati penampilannya dengan potongan rambutnya sekarang. “Kalau mau sedih di rumah saja, pariwisata itu sektor yang membahagiakan jadi saya harus tampil percaya diri dan bahagia,” katanya menjelaskan.

Bagi ibu empat anak usia 18 tahun, 16 tahun, 6 tahun dan 50 hari ini tidak ada lagi air mata kepedihan. Dua anak yang terakhir adalah anak yang diadopsinya karena pertemuannya dengan anak-anak itu seolah di tuntun Allah SWT agar dia punya semangat hidup yang tinggi dan tidak meratapi penyakit.

“Anak angkatku yang usia 6 tahun setiap bulan masuk rumah sakit karena 22 jenis alergi di tubuhnya. Dia terpaksa harus home schooling karena kalau sekolah normal terlalu banyak absen. Anak angkat kedua yang kini jadi anak bungsu justru memberikan motivasi bagi saya untuk terus berbisnis dan mengembangkan usaha,” tuturnya

Dia mengaku giat mengembangkan usaha semata karena Allah SWT agar bisa mewariskan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya sendiri maupun anak-anak lainnya di dunia. Merekalah nanti yang akan mengubah dunia menjadi lebih baik. Tugasnya memberikan pendidikan terbaik terutama dalam hal karakter dan pendidikan agama untuk menjadi muslim yang baik.

Mulai terjun ke bisnis wisata sejak tahun 2006, Ain mula-mula menjual paket wisata ke teman-teman terdekat dan keluarga hingga akhirnya berkembang menjadi satu holding company. Indonesia sudah menjadi tanah air keduanya karena dia banyak belajar justru dari praktisi di Indonesia. Yogja, misalnya, benar-benar membuatnya homy, seperti di rumah sendiri.

Aura Empires Holiday yang menjadi payung usahanya tidak menawarkan kegiatan biasa-biasa saja. Tapi selalu berkreasi sendiri di luar paket konvensional sehingga di ajang bursa wisata ini Ain mengaku mencari mitra serius, cari tempat unik, paket unik. “Kalau urusan meeting, incentive, conference dan exhibition (MICE) saya pernah bawa rombongan incentive dari Malaysia mulai dari 80-1000 orang,” jelasnya.

Dia tengah mencari tempat wisata di pulau seperti Gili Trawangan Lombok untuk kegiatan suatu perusahaan di Malaysia yang mau membuat program incentive akhir tahun di Indonesia. Jadi,kata Ain, dibutuhkan akomodasi resort di pulau dimana dia bisa merancang meeting dan beragam permainan yang fun untuk para peserta.

“Kalau hadir di bursa wisata ibaratnya kita dapat beragam informasi dari satu atap jadi saya serius mencari mitra kerja di Indonesia yang tepat dan punya passion yang sama,” ungkapnya.

Soal passion, ujarnya, sangat dibutuhkan dalam berbisnis. Kadang ada benturan hebat untuk mengikuti passion dan kata hati atau sekedar mencari keuntungan bisnis. “Kalau eventnya berdampak bagi kesejahteraan masyarakat, saya pilih tangani event itu meskipun secara hitung-hitungan bisnis tidak menguntungkan,” kata Ain.

Jujur dan mengikuti kata hati memang menjadi resep jitu wanita kelahiran 17 April 1979 ini. Meski dilahirkan dari orangtua yang berkecukupan, dia memulai bisnisnya tanpa fasilitas apapun dari orangtua. Alhamdulilah keyaninan bahwa selama menjalankan bisnis dan berbuat baik Allah akan memberikan rejeki selalu terbukti.

“Tidak dapat untung dari event sosial, saya bisa dilimpahkan rejeki dari bisnis MICE. Hasil keuntungan perusahaan selalu saya sisihkan untuk zakat dan tanggung jawab sosial secara pribadi maupun atas nama perusahaan. Saya sangat concern dengan pendidikan anak. Ibulah terutama yang mampu membentuk anak berkarakter dan memiliki keimanan dan ketaqwaan yang tinggi,” kata Ain.

Itulah sebabnya dalam hal agama, dia menekankanpada anak dan teman-teman jangan sholat kalau belum tahu apa isi alqur’an karena yang terpenting adalah paham dengan ayat yang dibaca bukan ritual sholatnya. Kalau membaca Al Fatihah dalam sholat tahukan artinya?. Sebab dengan memahami tafsir Al Qur’an seseorang akan tahu mengapa dia harus tunduk dan patuh hanya kepada Allah SWT.

Dia optimistis bisnisnya akan maju dengan motivator dan coach business justru dari anak-anak kandung dan anak angkatnya sendiri. Selalu ada pelajaran dari keikhlasan merawat dan mendidik anak karena itu dia aktif berkomunikasi dengan anak bahkan memberikan kesempatan pada mereka sejak usia dini mengenai bisnis yang ditekuninya.

“Kita tak bisa mewariskan perusahan tanpa mereka tidak merasa terlibat di dalamnya jadi kalau di Kuala Lumpur ketemu ada ibu gendong satu anak di punggung dan menggiring tiga anak lainnya di saat event MICE atau Tour, Nah mungkin itulah keluarga saya,” kata ibu tunggal ini berseloroh. Tapi begitulah suksesi yang dia coba terapkan pada anak-anaknya agar nanti mau mewarisi usaha ibunya.

“Sebagai penderita kanker payudara, saya tidak tahu apakah bisa sembuh total atau besok tiba-tiba sudah harusĀ check-out dari dunia fana ini?. Saya tidak mau menyia-nyiakan waktu. Ayo kerja pintar (work smart), think out of the box dan semangat..semangat…berkreasi,” katanya sambil mengucapkan goob bye karena harus berkeliling menemui para sellers. ( hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.