Ahok Tak Ingin Jakarta Jadi Olok-olakan Wisatawan Asing

0
596
destinasi wisata kota tua Jakarta

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mengaku tidak ingin Ibu Kota menjadi olok-olokan wisatawan asing, yang mengunjungi destinasi wisata Jakarta. Mengingat, masih banyak lokasi di Ibu Kota yang kumuh, jorok bahkan tidak sedap dipandang.

“Makanya kita lagi memperbaiki kawasan kumuh supaya jangan jadi bahan tertawaan orang asing. Apalagi Jakarta sebagai ibukota negara ya harus kondisinya lebih bersih, rapi dan enak dipandang,” papar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2016).

Ahok menerangkan, sejauh ini programnya diharapkan bisa membantu rakyat kecil dan menuntaskan kekumuhan di Ibu Kota. Contohnya, DKI kerap melakukan pembongkaran dan memindahkan warga ke rusun. “Tapi itu juga kerap diprotes. Dari Komnas HAM aktivis sana sini juga protes. Kalau saya salah dan bodoh, ajarin saya dong, jangan cuma mengolok-olok, memprotes tanpa ada solusinya,” papar Ahok.

Menurut Ahok, kawasan padat penduduk yang kumuh dan menempati tanah negara hanya bisa ditertibkan dengan penggusuran dan merelokasi warganya ke rusun. Dicontohkan kawasan di Kampung Pulo, Pasar Ikan, Kalijodo bahkan Rawajati. Setelah menggusur, Ahok hanya bisa mengganti dengan menekan biaya hidup warga. “Kita kasih sekolah anaknya gratis, kita kasih transport, kita sediakan modal. Ya begitu cara saya,” kata dia.

Pernyataan Ahok ini muncul menanggapi fenomena orang asing yang datang ke Jakarta untuk mengekspose kekumuhan Ibu Kota. Pada tahun 2002 sendiri pernah ada ‘Jakarta Hidden Tour’ yang fokus menampilkan potret kemiskinan di Jakarta. “Ya, saya pikir bule itu suka yang aneh-aneh ya. Biarin saja, yang penting kita kerja benahi Jakarta,” ujar Ahok.

Menyinggung obyek wisata kota tua Jakarta yang dulu sangat kumuh dan semrawut dengan banyaknya pedagang. “Nah, kita benahi dengan memberi solusi yang menyediakan tempat untuk jualan secara rapi. Jadi memberi komentar, mengkritik, memprotes boleh saja kok, nggak dilarang asal ada solusinya dong,” sambungnya. (*/NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.