Agen Perjalanan Wisata Ilegal asal Tiongkok kian Marak

0
522
wisata dan budaya jadi daya tarik Turis mancanegara yang saksikan tari kecak (foto: en.wikipedia.org)

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id: Agen perjalanan wisata di Bali mengeluh, sambat bahkan memprotes keras keberadaan agen perjalanan ilegal asal Tiongkok. Mereka beroperasi tanpa mengantongi izin resmi, tidak punya kantor tetap, tidak bayar pajak bahkan menjual paket wisata secara online maupun lewat jejaring yang ada negara China, Taiwan dan sekitarnya.

Lebih parah lagi, agen perjalanan ilegal di Bali, jumlahnya semakin banyak dan berkembang marak tanpa ada tindakan apapun dari pemerintah daerah apalagi pusat. Akibatnya mereka menjual paket wisata dengan merusak harga pasar paket wisata di Pulau Dewata.

“Saya berharap Pemerintah Provinsi Bali dan instansi terkait segera bertindak untuk menertibkan travel ilegal tersebut, karena berdampak buruk bagi dunia pariwisata Bali,” kata seorang pengeloa perjalanan wisata Tiongkok, Yohanes di Kuta, Bali, Selasa (29/8/2016).

Ia mengatakan kehadiran perjalanan wisata ilegal dari Tiongkok (China) kini marak di Bali. Mereka tidak mempunyai kantor atau izin di Bali dan kebanyakan beroperasi lewat online atau berjaringan. “Kami travel-travel lokal yang resmi terganggu dengan keberadaan travel tanpa izin dari Tiongkok. Mereka merusak harga pasar dengan memasang harga paket wisata yang murah, sehingga wisatawan tersebut akhirnya lebih banyak bersama mereka,” ujarnya.

Dicontohkan, paket wisata kapal pesiar ke Pulau Lembongan yang biasa dijual seharga 130 dolar AS per orang, oleh travel Tiongkok ilegal dijual seharga 80 dolar AS per orangnya. Dengan selisih hingga 50 dolar, banyak wisatawan asal Tiongkok yang kemudian memilih paket dari travel ilegal.

“Kondisi ini harus segera ditata, ditertibkan. Jumlah wisatawan Tiongkok yang datang ke Bali kini semakin banyak, jangan sampai kunjungan wisman tersebut tidak dinikmati travel lokal Bali, tapi lebih banyak dinikmati travel ilegal itu,” ucapnya.

Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), mendesak Pemerintah Provinsi Bali membentuk satuan tugas (Satgas) khusus untuk menertibkan pekerja asing asal Tiongkok. “Mereka banyak datang dan praktek sebagai pemandu wisata ataupun travel ilegal di Bali. Karena dari data dan pemantauan kami, banyak ngaku wisatawan dari Tiongkok, kenyataannya selama di Bali mereka bekerja, seperti jadi pemandu wisata dan menjual paket wisata secara online yang sangat murah,” kata Komite China DPP ASITA Chandra Salim.

Jika terus dibiarkan, sambung Chandra, tanpa ada pengawasan terhadap orang asing yang selama ini menggunakan visa wisata atau berkedok jadi turis, maka akan bisa merusak citra pariwisata Bali ke depannya. “Saya berharap semua komponen masyarakat harus melihat kenyataan ini, jika tidak ditertibkan para pekerja Tiongkok ilegal tersebut, maka akan menjadi ancaman di semua sektor, salah satunya sektor pariwisata,” katanya seperti dikutip laman Antara. (*/ANO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.