97% Responden Setuju Destinasi Wisata Danau Toba Diperbaiki

0
2205
Danau Toba

MEDAN, test.test.bisniswisata.co.id: Hasil penelitian yang dilakukan RE Foundation bersama Universitas Tapanuli (Unita) menghasilkan 97% koresponden setuju dengan rencana perbaikan wisata Danau Toba.

Dari jumlah responden, sebanyak 371 orang berlatar belakang pendidikan dan pekerjaaan mulai pengrajin, buruh, pengusaha, mahasiswa, dosen, tokoh adat, agama dan lainnya. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif.

“Penelitian dilakukan pada Mei 2016 menunjukkan dari 97% koresponden masing-masing 47,3% sangat setuju dan 49,7% setuju terbentuk Badan Otoritas Danau Toba (BODT). Masyarakat sekitar Danau Toba berharap tetap menjadi subjek dan tetap ingin terlibat dalam setiap rangkaian kegiatan di Danau Toba,” papar Direktur RE Foundation, RE Nainggolan seperti dilansir laman bisnis.com, Senin (20/06/2016).

Atas terbentuknya BODT, lanjut dia, harapan masyarakat agar jumlah wisatawan semakin banyak berkunjung ke Danau Toba, disertai dengan perbaikan infrastruktur guna mendongkrak aktivitas ekonomi seperti pariwisata di sekitar danau vulkanik. “Masyarakat juga siap berpastisipasi menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli merespon positif survei yang dilakukan Unita dan RE Foundation. “Dukungan dari masyarakat sekitar merupakan semangat yang harus dijaga untuk melakukan perbaikan, khusus untuk mewujudkan Danau Toba sebagai Monaco of Asia,” ungkapnya.

Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Maritim Ridwan Djamaluddin menambahkan dengan adanya Badan Otorita, pengelolaan pariwisata Danau Toba akan bisa fokus dan optimal. Danau Toba, dengan segala potensinya yang luar biasa termasuk budaya masyaratnya, ke depan diharapkan akan menjadi destinasi wisata kelas dunia, sehingga kesejahteraan masyarakat sekitar akan terdongkrak.

Ridwan membeberkan, ada sejumlah langkah yang akan diimplementasikan untuk mewujudkan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia. Pertama, perpanjangan landasan bandar udara Sibisa. Tujuan perpanjangan landasan adalah agar Bandara Sibisa dapat didarati oleh pesawat ATR dan Boeing 737. Dengan demikian, Bandara Sibisa bisa menjadi titik tolak wisata kawasan Toba.

Kedua, pembangunan tourist resort. Dalam pengembangannya, akan memaksimalkan inter sectoral linkages dengan kabupaten-kabupaten sekitar kawasan Toba. Pengembangan tourist resort juga akan melibatkan dan memberdayakan sektor UKM.

Ketiga, pembangunan jalan tol Kualanamu – Parapat. Dengan jalan tol, perjalanan dari bandara Kualanamu ke Parapat dekat kawasan Toba bisa ditempuh dalam waktu hanya 1,5 jam. Jalan Tol Kualanamu – Parapat diharapkan selesai tahun 2017 dan kemudian akan dilanjutkan dengan pembangunan jalan tol hingga ke Sibolga. Proyek ini akan dibarengi dengan peningkatan kualitas konektivitas ke sentra wisata lainnya seperti Sibolga dan Nias.

Keempat, Pendalaman Tano Ponggol. Pendalaman perlu dilakukan agar kapal wisata dapat mengelilingi Danau Toba. kelima, Pembersihan Danau Toba. Terkait keberadaan karamba ikan di sepanjang pesisir Danau Toba, masyarakat rencananya akan dibantu dengan teknologi fishing dan feeding yang ramah lingkungan. Selain itu akan dilakukan pula penertiban perusahaan-perusahaan besar yang terindikasi merusak lingkungan Danau Toba

Keenam, penyediaan wilayah wisata Toba sebesar 500 hektar untuk Eco – Tourism dan ketujuh Promosi sejarah terbentuknya Danau Toba. (*/NDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.