9-31 Desember 2017, Gunung Gede Pangrango Dibuka bagi Pendaki

0
1256
Alun-alun Suryakencana Gunung Gede (Foto: dyahgusti - WordPress.com)

CIANJUR, Bisniswisata.co.id: Penutupan Gunung Gede Pangrango bagi para pendaki gunung dan wisatawan sejak 30 November, kini dicabut. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memberi kesempatan untuk melakukan pendakian bagi wisatawan, pendaki gunung dan pecinta alam di gunung yang ada di tiga kabupaten Bogor, Cianjur dan Jawa Barat itu mulai 9 Desember hingga 31 Desember 2017.

Penutupan Gunung yang memiliki dua puncak yakni Gede dan Pangrango ini, sehubungan dengan kondisi cuaca ekstrim di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang berpotensi angin kencang dan hujan lebat. Kondisi itu bisa mengakibatkan pohon tumbang sehingga membahayakan para pendaki.

Dalam Surat Edaran Nomor 1607/2017 tertanggal 8 Desember, Herry Subagiadi, Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, menyebutkan, pembukaan kegiatan pendakian tersebut berdasarkan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bogor.

Rekomendasi ini berkaitan dengan cuaca sekitar taman nasional yang ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfir tahun 1977 ini, memiliki luas mencapai 21.975 hektare itu. “Berdasarkan hasil pemantauan lapangan oleh petugas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,” sebut Herry dalam surat edaran, Sabtu (09/12/2017).

Ada tiga jalur pendakian menuju Puncak Gede dan Pangrango. Yakni, Jalur Cibodas di Kabupaten Cianjur, Jalur Gunung Putri juga Cianjur, dan Jalur Selabintana di Kabupaten Sukabumi. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango membatasi jumlah pendaki sebanyak 600 orang per hari. Rinciannya: dari pintu Cibodas sebanyak 300 pendaki, Gunung Putri 200 pendaki dan Selabintana 100 pendaki.

Keberadaan gunung ini memiliki sejarah yang panjang, juga 3 Orang pertama yang mendaki ke Puncak Gunung Gede ternyata bukan orang Indonesia, melainkan orang berkewarganegaraan Jerman C.G.C. Reinwardt pada tahun April 1819. C.G.C. Reinwardt ini merupakan pendiri Kebun Raya Bogor.

TNGGP memang sangat terkenal di kalangan para pendaki merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Dua gunung yang saling berdampingan ini memang menjadi primadona tersendiri bagi para pendaki, salah satu alasannya keberadaan alun-alun Surya Kencana jadi spot terbaik untuk menikmati edelweiss sekaligus tempat berkemah paling indah.

Gunung Pangrango juga memiliki satu tempat yang istimewa, yaitu Lembah Mandalawangi. Dulu tokoh fenomenal Indonesia, Soe Hok Gie kerap menghabiskan waktu. Bahkan Soe Hok Gie sempat membuat sebuah puisi dengan judul “Mandalawangi – Pangrango”, yang sampai now puisi ini sangat terkenal di kalangan para pendaki.

Meski sering dianggap menyatu, Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebetulnya terpisah dan memiliki ketinggian yang berbeda. Tinggi Gunung Gede 2.958 m dpl dan tinggi Gunung Pangrango 3.019 m dpl. Kedua puncak ini dihubungkan punggung gunung serupa sadel pada ketinggian sekitar 2.400 m dpl, yang biasa dikenal sebagai daerah Kandang Badak.

Dalam sejarah, Gunung Pangrango belum pernah meletus. Karena itu gunung ini memiliki puncak berbentuk kerucut yang relatif mulus. Sementara Gunung Gede pernah meletus, ditandai dengan keberadaan kawah-kawah aktif antara lain Kawah Wadon, Kawah Ratu, Kawah Baru, dan Kawah Lanang.

Masuk area TNGGP hidup berbagai fauna yang sudah sangat langka, di antaranya Owa Jawa, Lutung Surili, Anjing Ajag, Macan Tutul, Biul Slentek Melogale orientalis, sejenis celurut gunung Crocidura orientalis, kelelawar Glischropus javanus dan Otomops formosus, sejenis bajing terbang Hylopetes bartelsi, dua jenis tikus Kadarsanomys sodyi dan Pithecheir Melanurus.

Di sekitar Gunung Gede Pangrango terdapat beberapa destinasi wisata memiliki keindahan alam yang mempesona. Diantaranya:

# Canopy Trail

Canopy Trail Ciwalen ini berada di Resort PTN Mandalawangi pintu masuk pendakian Cibodas. Canopy trail berupa jembatan gantung yang membentang sepanjang 130 m dengan “tiang penyangga” berupa 4 pohon Rasamala (Altingia excelsa) dengan diameter rata-rata 1,2 meter dan tinggi canopy train berkisar 45 meter. Sensasi ini akan berujung pada Curug Ciwalen yang konon berkhasiat awet muda. Canopy Trail hanya dibuka pada hari SABTU dan MINGGU, dengan sistim pelayanan terbagi menjadi 4 trip per hari yakni jam 09.00, 11.00, 13.00 dan jam 15.00 WIB. Setiap rombongan akan didampingi oleh petugas TNGGP sehingga informasi wisata kawasan, kenyamanan dan keamanan terjamin.

# Telaga Biru

Jika mendaki lewat jalur Cibodas, pasti menemukan telaga cantik di tengah hutan. Telaga ini sering disebut dengan Telaga Biru karna warna airnya. Dan kerap dipakai istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak. Telaga ini seluas 5 hektare terletak pada ketinggian sekitar 1.575 mdpl. Dari pintu masuk jalur Cibodas kira-kira jaraknya 1,5 km.

# Curug Cibereum

Setelah melewati Telaga Biru, akan menemukan sebuah persimpangan. Ke kanan menuju Curug Cibereum, ke kiri menuju puncak Gunung Gede. Sebelum meneruskan pendakian tak ada salahnya mampir dulu ke Curug Cibereum untuk melihat kecantikan air terjun pada ketinggian 1.675 mdpl. Curug ini tingginya sekitar 50-an meter.

# Air Panas

Perjalanan menuju puncak Gunung Gede via Cibodas, akan menemukan banyak sumber air. Tidak cuma air yang dingin khas pegunungan tapi juga air panas. Setelah melakukan perjalanan sekitar dua jam dari Telaga Biru, akan menemukan sumber air panas ini. Untuk memudahkan para pendaki melewati track yang dipenuhi air, disediakan tali berpegangan. Sumber air panas di tengah-tengah jalur pendakian ini unik karna mungkin hanya ada satu di Indonesia. Keren

# Alun-alun Suryakencana

Salah satu tempat yang menjadi alasan kuat kenapa banyak orang yang mau bersusah-susah melakukan pendakian ke Gunung Gede: Alun-alun Suryakencana. Tempat ini adalah satu tempat terbaik di Indonesia untuk menikmati keindahan bunga edelweiss Alun-alun seluas 50 hektare, menjadi tempat ini terasa special adalah keberedaan bunga edelweiss yang tumbuh di sekitar area alun-alun. Keberadaan bunga edelweiss yang tumbuh di tengah-tengah padang rumput merupakan sebuah pemandangan langka yang hanya bisa ditemui jika kita melakukan pendakian. (NDIK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here