9 – 11 Desember 2016, Festival Tidar 2016

0
928

MAGELANG, bisniswisata.co.id: Promosi Gunung Tidar, salah satu destinasi wisata alam, budaya bahkan spiritual di wilayah Magelang Jawa Tengah terus digencarkan. Mengingat tingkat kunjungan wisatawab ke Gunung Tidar tidak sesuai harapan sehingga perlu terus ditingkatkan. Bahkan digenjot dengan berbagai event serta atraksi wisata. Salah satunya, menggelar Festival Tidar 2016, di Alun alun Kota Magelang atau sekitar 2 kilometer dari Gunung Tidar, pada 9 hingga 11 Desember 2016.

Festival yang sudah kedua kalinya digelar ini menjadi agenda kalender wisata tahunan. Sekaligus dilaksanakan berkaitan hari Maulud Nabi Muhammad SAW. Karena itu, festival ini lebih berbasis seni budaya, yang bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Gunung Tidar yang terletak di tengah Kota Magelang.

Karena itu, Festival Tidar tahun 2016 dikemas lebih meriah, lebih atraktif, lebih mempesona bahkan lebih menarik wisatawan untuk datang dengan mengelar kegiatan seni dan budaya yang lebih beragam serta melibatkan seluruh elemen masyarakat Kota Magelang.

Rangkaian Festival Tidar dimulai hari Jumat (9/12/2016) dengan jalan santai, resik-resik Gunung Tidar, dan prosesi ritual budaya di puncak Gunung Tidar. Ritual budaya akan diikuti oleh 200 orang temasuk Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito dan jajarannya akan iring-iringan naik Gunung Tidar sambil membawa tumpeng, ingkung, umbo rampe, kluban, dan lainnya.

Sebelum mencapai puncak gunung setinggi 503 mdpl itu, peserta ritual akan melakukan kirab sembari mengusung tumpeng, ingkung (olahan ayam kampung), sayur mayur, lauk-pauk, hasil bumi dan lainnya. Makanan tradisional itu diusung warga menggunakan tampah (anyaman bambu). Sampai di puncak, dilanjutkan menggelar Kembul Bujono atau makan bersama makanan yang telah diusung oleh warga dan dua gunungan lanang (pria) dan wadon (perempuan).

Sebelum makan bersama, diawali dengan Tari Caraka Balik yang dimainkan oleh lima orang penari putri. Tari ini merupakan bagian dari prosesi yang bermakna menghilangkan sukerta atau keburukan di Kota Magelang. Selain itu di pusat kota ini, akan digelar festival musik dan pentas wayang kulit semalam suntuk. Wayang kulit dibagi dua, yakni ruwat bumi dengan dalang Ki Radyo Harsono dan wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Romo Sutrisno.

Rangkaian Festival akan ditutup dengan kirab budaya, Minggu (11/12/2016). Kirab ini akan melibatkan ratusan warga yang merupakan perwakilan dari 17 kelurahan, sekolah-sekolah, sanggar-sanggar, dan 6 perwakilan kabupaten/kota di sekitar Kota Sejuta Bunga ini. Khusus kirab ini akan dilombakan dengan hadiah belasan juta rupiah. Peserta luar kota antara lain dari Kabupaten Magelang, Kulon Progo, Purworejo. Wonosobo dan Boyolali.

Festival yang memakan anggaran Rp 400-an juta ini juga mengajak para traveler, blogger, dan pegiat pariwisata dari Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Lombok, Surabaya, dan Malang untuk menyerakkan event budaya demi menarik pelancong dalam dan luar negeri. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.