9-11 Desember 2014, Festival Seni Tradisi Asia

0
1008
Tari Saman Aceh

MATARAM, test.test.bisniswisata.co.id: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 750 juta untuk menyukseskan Festival Mentaram Parade Seni Tradisi Asia Tenggara pada 9-11 Desember 2014.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk kesiapan Kota Mataram dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram, H Abdul Latif Nadjib.

Dikatakannya, jika melihat anggaran sebesar Rp 750 juta itu memang belum mampu mengakomodasi semua kegiatan Festival Mentaram Parade Seni Tradisi Asia Tenggara, apalagi akan berlangsung selama tiga hari dan diikuti minimal lima negara di Asia Tenggara.

“Artinya, untuk meraih tiga target pelaksanaan yakni sukses penyelenggaraan, sukses ekonomi dan sukses pencitraan, harus ada dukungan dari dinas atau instansi dan pihak-pihak swasta lainnya sesuai dengan bidangnya,” ujarnya.

Misalnya, kata dia, untuk pengamanan lalu lintas dan parkir ada peran dari Dinas Pehubungan, begitu juga kegiatan jamuan makan malam diharapkan partisipasi dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan untuk mengajak para pengusaha memberikan sajian kuliner dan jajanan khas Kota Mataram, begitu juga dengan dinas atau intansi lainnya.

Hal itu dimaksudkan agar persiapan dan pelaksanaan Festival Mentaram Parade Seni Tradisi Asia Tenggara dapat terlaksana secara maksimal, sehingga berdampak pula pada promosi pariwisata di daerah ini.

Menurut Latif, lima negara yang akan mengikuti festival itu antara lain Malaysia, Brunei Darussalam, dan Sri Lanka serta beberapa negara bagian di Australia. Sementara untuk melibatkan negara-negara lainnya, Disbudpar Kota Mataram terus menjalin komunikasi melalui Sekretariat ASEAN.

Dikatakannya, Festival Mentaram ini merupakan kegiatan pertama yang digelar di Kota Mataram yang ke depannya direncanakan menjadi salah satu agenda tetap pariwisata setiap tahun yang direncanakan pada bulan Agustus atau Desember.

“Karena Agustus dan Desember merupakan masa liburan sehingga tingkat kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara cukup tinggi. Kesempatan inilah yang ingin diambil agar para wisatawan dapat mengikuti acara tersebut,” katanya seperti diunduh laman Antara, Senin (20/10/2014).

Untuk melaksanakan festival tersebut selain melibatkan negara-negara Asia Tenggara, pihaknya juga melibatkan perwakilan dari 33 provinsi di Indonesia yang dibagi menjadi tiga bagian, yakni Indonesia bagian barat, timur dan bagian tengah masing-masing diwakili tiga provinsi.

Selain itu, sembilan kabupaten/kota se-NTB juga ikut ambil bagian, serta enam kecamatan di Kota Mataram yang akan menampilkan berbagai atraksi budaya serta tradisi dari masing-masing negara dan daerah.

Menurutnya, selain akan melakukan parade, Festival Mentaram juga dirangkaikan dengan kegiatan sarasehan tentang budaya serta beberapa atraksi kebudayaan dan seni menarik dari masing-masing daerah yang ditampilkan di panggung terbuka.

“Misalnya atraksi ‘presean’, reog ponorogo, dan atraksi debus dari Banten, sedangkan untuk Kota Mataram, dari enam kecamatan akan menampilkan kesenian dan tradisi berbeda sesuai dengan moto Kota Mataram yang maju, religius, dan berbudaya,” katanya.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.