7-8 Agustus 2015, Ideafest 2015 Siap Menggebrak

0
856

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: IDEAFEST, ajang festival kreatif generasi muda kembali digelar. Event dua tahunan yang merupakan bagian dari gerakan kebangkitan kreativitas Indonesia itu, akan digelar di Jakarta Convention Center pada 7 dan 8 Agustus 2015.

Mengusung tema “Ideafest 2015: Creativity with Purpose”, bertekad membantu menyebarkan semangat social enterpreneurship di Indonesia, dengan menghadirkan 80 tokoh yang sangat dikenal di bidang social entrepreneurship atau kewirausahaan sosial.

Di perhelatan yang ketiganya ini, Ideafest tetap berjalan pada “ideologinya”, yaitu kewirausahaan sosial. Memang, bisnis yang baik seharusnya memiliki manfaat tidak hanya bagi pemiliknya tapi juga bagi masyarakat.

Karena itu, berbagai narasumber inspiratif akan hadir dalam Ideafest 2015 antara lain CEO InVentur Shivani Siroya yang membawa Inventur menjadi salah satu dari 50 perusahaan paling inovatif tahun 2014. Juga ada CEO Go-Jek Nadiem Makariem yang saat ini bisnisnya sedang melejit dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya.

Juga Kevin Mintarag (CEO Bridestory), Salman Subakat (Marketing Director Wardah Cosmetic), Mellis Sunjaya (CEO Tulisan), Carline Darjanto (CEO Cotton Ink). IDEAFEST juga akan menghadirkan tokoh inspiratif seperti Stefan Sagmeister, Basuki Purnama, Anies Baswedan dan Peter Gontha,

Founder OMG Yoris Sebastian yang hadir dalam Konferensi Pers itu mengungkapkan antusiasnya terhadap Ideafest 2015. Baginya, beberapa tokoh entrepreneur yang masuk list tampil adalah orang-orang yang sangat luar biasa.

“Kita tahu William Tanuwijaya, dia CEO Tokopedia yang mampu bertahan dari gempuran startup luar. Bukan karena suntikan dana besar yang diberikan kepadanya, tapi dia anak muda yang memakai suntikan dana itu untuk memulangkan para engineer-engineer Indonesia yang berprestasi di luar negeri,” kata Yoris.

Selain Shivani Siroya, Nadiem Makarim, dan William Tanuwijaya, Ideafest 2015 juga akan menghadirkan pelaku bisnis kreatif yang bisnisnya berdampak sosial antara lain: CEO Bridestory Kevin Mintaraga, Marketing Director Wardah Cosmetics Salman Subakat, CEO Tulisan Melissa Sunjaya, dan CEO Cotton Ink Carline Darjanto

Ben Subiakto, Festival Director IDEAFEST 2015, sekaligus founder gerakan IDEAFEST mengatakan sudah saatnya generasi muda di Indonesia tidak bergantung lagi pada orang lain, tapi harus terketuk untuk membantu menyelesaikan masalah sosial yang ada di Indonesia. Apalagi Indonesia salah satunya dikenal akan kreatifitasnya.

“Melalui IDEAFEST 2015, kami bermaksud berbagi pengalaman, ide, dan inspirasi kepada anak muda potensial di Indonesia. Bersama para tokoh-tokoh yang telah berhasil merelisasikan bentuk kreativitas mereka menjadi sebuah hasil positif, sebuah bisnis yang tidak hanya menguntungkan dan bermanfaat bagi diri mereka sendiri, namun juga memiliki dampak sosial,” ujar Ben.

Chaerany Putri, founder gerakan GerakCepat mengutarakan dengan keberadaan 514 kabupaten dan kota di Indonesia, ada 514 tantangan untuk menghasilkan dampak yang bisa membawa perubahan bagi Indonesia.

Sejalan dengan visi ini, lanjut Putri, IDEAFEST 2015 menggelar kompetisi “IDEAS FOR INDONESIA”, sebuah kompetisi untuk membangkitkan semangat social enteprise di kalangan anak muda di Indonesia yang akan dibuka pendaftarannya dari 1 April – 15 Mei 2015.

“Sambutannya sangat luar biasa, ada 528 ide masuk dan disaring lagi menjadi 50 ide. Kami memilih 3 pemenang yakni Aang Permana (Empang Kuring Land), Anang Setiawan (Gerakan Pulang ke Desa), dan Putri Lestari (SabangMerauke),” katanya.

Selain tiga finalis ini ada juga pemenang untuk gelar The Most Promising Idea, Bening Rara. Ketiga finalis bakal mempresentasikan ide mereka pada 8 Agustus mendatang di hadapan panelis Veronica Colondom (CEO YCAB) dan Andy F Noya (Kick Andy Show).

Tiga finalis akan dilengkapi dengan seed funding sebesar Rp 200 juta. Pemenangnya juga akan dibawa ke Inggris untuk memajukan kewirausahaan sosial yang berdampak di indonesia. (marcapada2015@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.