7 – 17 April 2016, Ziarah Tambora Festival

0
936
Gunung Tambora (foto: friskillakeindahanalam.blogspot.com)

LOMBOK, test.test.bisniswisata.co.id: Sebuah festival menarik yang berbeda dari umumnya akan berlangsung merangkai acara Festival Pesona Tambora (FPT) 2016. Nama kegiatan itu adalah Ziarah Tambora-Moving Festival perjalanan dimulai dari Kuta Lombok hingga Kota Bima, yang digelar pada 7-17 April 2016.

Festival ini berlangsung di berbagai lokasi dengan menghadirkan kegiatan menarik seperti perkemahan seni alunan gambus lautan, barzanji Asma Ul Husna, upacara laut di Kapal Batu, Ziarah Gili Gambus dan parade perahu hias. Selain itu, lomba mancing layangan Sangoro, musik dan lokakarya, pemutaran film “Tambora dan Climate Change: A Year Without Summer” dan lokakarya Island Art dan IBUMI, Tambora Art- Chives Trienalle, serta alunan gambus lautan dalam musik etnik.

Juga Seminar Ziarah Tambora di Wisma Daerah Sumbawa, pada Sabtu, 9 April 2016 dengan tema “Tambora sebagai pusaka Warisan Dunia” menghadirkan Gaura Mancacaritadipura, Asfarinal, M. Nursam, dan Ray Sahetapi.

Acara lainnya, Program dan Proyek Seni Tambora: Tapan! Tambora Art-Chives dan Alunan Gambus Lautan dengan menghadirkan Jean Couteau, Mustafa Daood, Galih Srimara, dan Heru Mataya. Kegiatan seminar tersebut bertujuan untuk mengkaji, menelusuri dan merefleksikan kawasan Tambora sebagai wilayah strategis bagi regional, nasional dan internasional. Kegiatan

Festival Pesona Tambora sebagai acara tahunan dengan tiga kegiatan utama berupa pre event, main event, dan post event. Pre Event akan menggelar seminar mengenai dunia bahari, kegiatan ziarah di Tambora, acara budaya di Gioli Tapan, upacara laut, kompetisi kopi, seminar “Rinjani menuju Geopark Dunia”, dan seminar “Lombok, Destinasi Wisata Halal Dunia”.

Sedangkan main event kembali akan digelar Tambora Ultra 50K dan 25K, bike camp, Tambora Festival, Tambora Literary and Film Festival, pameran seni rupa dan seni instalasi di galeri seni Pulau Satonda. Sedangkan acara post event juga akan mengadakan trip fotografi.

Utopia diartikan sebagai daerah idaman, wilayah yang tak hadir dalam sejarah, namun selalu menjadi rujukan sebagai masyarakat ideal. Istilah ini diperkenalkan pertama kali oleh penulis Inggris Thomas Moore melalui bukunya UTOPIA, yang terbit pada 1516. Mengenang lima ratus tahun polemik utopia dan disutopia, dunia kini memperingati gagasan ini dengan semarak.

Tambora, merupakan salah satu tempat yang kerap menjadi sasaran terselenggaranya utopia dan disutopia. Sebagai gunung tertinggi pada masanya dan terhampar di teluk luas yang kaya biodiversitas, kawasan ini silih berganti, menjadi sasaran utama perjalanan. Awal abad ke-15, Laksamana Cheng Ho dari dinasti Ming, bersama kapal hartanya, melakukan pelayaran bersejarah mencari apa yang disebut air liur naga dan kayu sepang, serta menyebutnya sebagai Jili Dimen — sembilan pulau di timur.

Akhir abad ke 16, penjelajah Spanyol dan Portugis menamakan gunung ini sebagai Gunung Aram, nama sebuah kota hilang dalam kisah Sulaiman, tempat bertaburnya emas. Masyarakat lokal menyebutnya negeri intan bulaeng. Dinasti Patingaloang dari Makasar Tallo dan Danhyang Nirartha dari Jawa, menganggap Tambora sebagai anima mundi, pusat kosmis. Namun seluruh idealisasi dan utopia yang dibangun, tersapu dengan meletusnya gunung ini 1815. Kawasan ini mengalami disutopia total, melenyapkan seluruh mimpi, gagasan hingga kehidupan mereka sendiri.

Seabad kemudian, atas undangan Pemerintah kolonial Belanda; sebuah koperasi kesejahteraan dari Swedia dibawah pimpinan Borjklund, mendirikan kebun kopi skala luas ; menghadirkan kembali Tambora pada dunia. Pemerintahan Orde Baru menjadikan Tambora sebagai salah satu tanah idaman bagi para transmigran. Dibangunlah berbagai kawasan pemukiman yang mengelilingi gunung Tambora, bahkan salah satu desa terbesarnya dinamakan desa Pancasila.

Kini, Tambora dirancang sebagai kawasan ekonomi khusus yang diikat dalam gagasan Samota. Industri pertanian gula dan tebu; peternakan, pertambangan, perikanan dan pariwisata dikembangkan secara ekstensif menjadi sebuah utopia baru.

Jadwal Acara Ziarah Tambora:

01. Kamis, 7 April 2016

Perkemahan seni Alunan Gambus Lautan dan pembukaan acara barzanji Asma ul Husna di Gili Tapan. Sarasehan dan konprensi pers dan orientasi program Ziarah Tambora di Segara Anak Kuta Lombok. 15.00-18.00. Peziarah seni ZAT tiba di BIL 18.00 -19.30. Pertunjukan dan Layaran Film 20.00 – 23.00

02. Jumat, 8 April 2016

Gili Kenawa Sumbawa Barat 08.00-14.00 FREE. Perjalanan Kuta Lombok ke Gili Kenawa.b 15.00-18.00. Bagero dan lawas Ulan. Bambang Besur dan Mustafa Debu. 19.00-20.00. Penerbangan lampion dan pembukaan secara simbolis. 20.00-23.00. Srimara. Juga Gili Tapan berupa Lokakarya dan Pertunjukan musik oleh Dewan Kesenian Sumbawa. Pemutaran Film Tambora dan Climate Change : A Year Without Summer. Lokakarya Island Art dan IBUMI

03. Sabtu, 9 April 2016

08.00-10.00 Perjalanan dari Kanawa ke Sumbawa Besar. Orientasi dan kunjungan lapangan. 10.00-17.00 Seminar Ziarah Tambora: Antara Utopia dan Dis-utopia
Untuk Wisma Daerah Sumbawa acara antara lain, Ulasan tentang TAPAN : Tambora performance Anthology. TAMBORA Art-CHIVES. ALUNAN GAMBUS LAUTAN. Sesi I : Tambora sebagai pusaka Warisan Dunia, menghadirkan: Gaura Mancacaritadipura, Asfarinal, M.Nursam, dan Ray Sahetapi. Sesi II. Program dan Proyek Seni TAMBORA: TAPAN! Menampilkan: Tambora Art-Chives dan Alunan Gambus Lautan, Jean Couteau, Mustafa Daood, Galih Srimara, dan Heru Mataya. 20.00-23.00 Pertunjukan Budaya di Wisma Sumbawa. Mengiringi Pembukaan Festival Pesona Tambora di Mataram.

04. Minggu, 10 April 2016

Gili Tapan: 06.00-14.00. Lomba mancing layangan Sangoro. 06.00-09.00. Musik Ulan Siup. 10.00-13.00. Lokakarya dan kolaborasi. 09.00-13.00. Perjalanan ZAT dari Gili Kenawa ke Gili Tapan. Pukul 13.00-14.30. Makan Bersama. 15.00-18.00. Lokakarya dan kolaborasi. 16.00-18.00. Musik Ulan Rawi. 19.00-23.00. Alunan Gambus Lautan

05. Senin, 11 April 2016

Juga Pukul 06.00-09.00. Gambus Ulan Siup. 09.00-10.00. Upacara laut di Kapal Batu. 10.00-14.00.Ziarah Gili Gambus dan Parade Perahu hias. 15.00-18.00. Gambus Ulan Rawi. 19.00-23.00. Alunan Gambus Lautan Srimara disekeliling api unggun.

06. Selasa, 12 April 2016

Pukul 08.00-10.00. Perjalanan Gili Tapan ke Gili Ngali. 10.00-13.00. Performance art dan Pidato Nusantara RAY SAHETAPY di Gili Ngali. 14.00. Makan Bersama. 14.00-17.00. Perjalanan Gili Ngali ke Pulau Satonda. 19.00-23.00. Pertunjukan layaran film dan api unggun.

07. Rabu, 13 April

Labuan Kananga dan Perkebunan kopi. 09.00-12.00 Orientasi labuan Kananga dan Pembukaan Museum Maritim. 12.00-13.00. Makan siang. 13.00-14.00. Perjalanan ke kebun kopi
15.00-17.00. Pembukaan oleh Bupati Bima pada performance art dari: Aku Bima, Ami Buka, Musik Srimara, dan Hiden sound Otto Sidharta

Pabrik kopi pukuk 17.00-19.00. Jeda dan makan malam di Pasanggrahan kopi. 20.00-23.00. Sarasehan Coffe Creative Camp

08. Kamis, 14 April 2016

Desa Pancasila, 08.00-10.00 FREE Menyusuri Kebun kopi. Dari Pesanggrahan menuju Desa Pancasila. 11.00 Pembukaan pasar rakyat dan Expo karya kreatif. 12.00- 14.00 Sosialisasi Destinasi Patiwisata Budaya. 15.00-17.00 Karnaval dan Pertunjukan. Dibuka oleh Bupati Dompu. 20.00-23.00 Malam Multikultur yang menampilkan: Srimara, Bambang Besur, Ayu Laksmi, dan Musik lokal

09. Jumat, 15 April 2016

Pukul 08.00 -11.00 FREE Diskusi terarah tentang Pariwisata Budaya dan Budaya Pariwisata dengan menghadirkan: Agus Hartono, Taufik Rahzen, Asfarinal, dan Nurdin Alimudin. 12.00-14.00 Jeda dan Makan siang.. Seniman ZAT melakukan perjalanan ke perkemahan Dorocanga. Pukul 14.00-17.00 Pasar Rakyat dan Expo karya kreatif dan pukul 20.00-23.00. Malam seni Multikultur dan pemutaran film.

Dorocanga, pukul 12.00-14.00 Persiapan Perkemahan Kawah Sastra. Pukul 14.00-17.00 Karnaval Pesona Tambora. dan pukul 20.00-23.00 Malam Pertunjukan dan atau Kawah Sastra

10. Sabtu, 16 April 2016

Dorocanga, 08.00-12.00 FREE Acara puncak Festival Pesona Tambora. 13.00-16.00 Pertunjukan World Music. 17.00-20.00 Perjalanan menuju Bima

11. Minggu, 17 April 2016

Kotamadya Bima, 09.00-15.00. Seminar Ziarah Tambora : Refleksi dan Aksi. Pameran Foto dokumentasi ZAT Ziarah Tambora. 19.00-23.00 Pertunjukan World Music. SRIMARA.Ayu Laksmi. Bambang Besur. Gambus Bima. Kolaborasi Tapan. Layaran Film. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here