6 Desember 2014, Tretes Night Run

0
2318

PASURUAN, test.test.bisniswisata.co.id: Wisata olahraga tambah mewabah. Kini Pasuruan Jawa Timur menggelar olehraga lari sambil menikmati wisata. Namun event ini sangat unik, karena digelar di malam hari. Tretes Night Run, yang akan diselenggarakan pada Sabtu 6 Desember 2014, di kawasan Lereng Pegunungan Arjuno – Welirang Desa Tretes Kecamatan Pandaan, Pasuruan Jawa Timur.

Tretes Night Run 10K ini merupakan event perpaduan olahraga lari dan wisata malam hari. Event yang diselenggarakan Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Kabupaten Pasuruan bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Perwakilan Pasuruan ini, sangat menarik lantaran digelar malam hari.

Ketua Panitia, Lukas Cahyabuana mengatakan, TNR 10K mengajak para pelari berlomba sekaligus berpetualang dikawasan wisata Tretes yang telah kesohor di negeri ini. Menurutnya, TNR 10K ini berbeda dengan event pada umumnya. Kompetisi ini menantang para pelari, pencinta adventure (petualangan) juga wisatawan yang suka sensasi unik.

“TNR 10K ini akan menyuguhkan event olahraga yang unik dan berbeda dengan marathon pada umumnya. TNR ini merupakan event kelima di Indonesia yang diselenggarakan malam hari. Namun, event ini adalah satu-satunya yang digelar pada malam hari dengan rute track di pegunungan,” ujar Lukas Cahyabuana.

Sengaja menggelar lomba lari di malam hari ini di kawasan pegunungan Tretes. Sebab ini sebagai ajang promosi wisata sekaligus menunjukkan kepada masyarakat luas tentang keindahan Tretes pada saat malam hari, tambahnya.

Tujuan digelarnya lomba lari malam hari di kawasan Tretes tersebut, dikarenakan pihak panitia ingin mengikis imej negatif Tretes di masyarakat, yang selama ini identik dengan kawasan ‘kurang bersih’ dari praktek tindak asusila seperti prostitusi dan kehidupan malam lainnya.

Para pelari akan melintasi trek pegunungan yang naik turun dengan ketinggian sekitar 725 mdpl. “even wisata olahraga yang unik dan berbeda dengan maraton pada umumnya. Ini merupakan even kelima di Indonesia yang diselenggarakan malam hari. Tetapi satu-satunya yang digelar malam hari dengan rute trek di pegunungan,” kata Lukas Cahyabuana.

Kegiatan yang diadakan pada malam hari mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB ini dibagi dalam dua kategori pelajar dan umum dengan target 2.000 peserta. Hingga saat ini, sejumlah pelari dari berbagai kota di tanah air telah menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi.

“Sejumlah pelari dari berbagai klub di Indonesia sudah menyatakan ikut bergabung. Bahkan ada juga pelari dari luar negeri, yakni Brunei Darussalam juga akan turut serta. Mereka mengetahui informasi tersebut dari media sosial dan website TNR 10K,” tandas Lukas.

Karena berada di kawasan wisata, kejuaraan ini akan sedikit mengganggu aktivitas masyarakat yang ingin berlibur di Tretes pada saat pelaksanaan. Karenanya, ia menghimbau agar wisatawan yang akan berkunjung ke Tretes, bisa menyesuaikan diri.

“Arus lalu lintas menuju Tretes akan ditutup pada saat pelaksanaan TNR 10K dari simpang tiga Prigen. Jalur akan dibuka kembali setelah TNR 10K selesai. Kami minta masyarakat pengguna jalan bisa menyesuaikan diri,” kata Lukas.

Selain melibatkan masyarakat di tiga desa yang dilalui, TNR 10K ini juga mendapat dukungan dari kalangan perhotelan. Melalui Perhimpuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) akan memberikan diskon 25 persen khusus bagi peserta yang akan bermalam di hotel di kawasan Prigen.

Tertarik mengikuti lomba lari TNR 10K ini, bisa daftar secara online melalui situs http://www.tretesnightrun.com atau silakan datang langsung ke kantor sekretariat pendaftaran TNR 10K, di balai wartawan PWI perwakilan Pasuruan, yang beralamat di jalan Alun-alun Utara No. 6 Kota Pasuruan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.