6-14 Agustus 2016, Tour de Singkarak 2016

0
1019
(Foto: Antarafoto)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Even lomba balap sepeda internasonal Tour de Singkarak (TdS) 2016, kembali mewarnai sport tourism Indonesia. Tahun ini, even wisata olahraga memasuki tahun ke-8 kali dan berlangsung di beberapa kota di Sumatera Barat (Sumbar) pada 6-14 Agustus 2016

Even yang bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya dari kegiatan pariwisata, mempercepat pengembangan fasilitas infrastruktur Sumbar, sekaligus mendukung program Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia dalam mewujudkan target tahun ini 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

Kementrian Pariwisata (Menpar) memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan TdS 2016 sebagai momentum yang efektif untuk memprosikan potensi pariwisata Sumbar sebagai Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia yang akan mendatangkan kunjungan wisatawan serta meningkatkan ekonomi secara langsung (direct economic and tourism) bagi masyarakat daerah.

TdS pertama kali digelar tahun 2009 mengalami banyak kemajuan. Tahun 2013, ASO Amauri Sport Organisation (Official organizer Tour de France) merekomendasi TdS sebagai major race dari kalender dunia balap sepeda Asia dengan jumlah penonton lebih dari 1 juta atau menduduki peringkat dunia ke-5 balap sepeda internasional dengan jumlah penonton terbanyak, setelah Tour de France (12 juta penonton), Giro A Italia (8 juta), Vuelta A Espana (5 juta), Santos Tour Down Under (750 ribu) dan TdS (500 ribu).

Dampak ekonomi langsung (direct impact) dari penyelenggaraan TdS 2016 yang akan diikuti 23 tim terdiri; 18 tim internasional (di antaranya dari; Malaysia, Singapura, Swis, Laos, Taiwan, Jepang, Korea, Australia, Iran, Uni Emirat Arab, Filipina, Hongkong dan Kenya) dan 5 tim nasional atau total 230 perserta dan officials minimal akan terjadi pengeluaran untuk akomodasi, transportasi, dan makanan.

Direct impact dan media value yang tinggi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Kemenpar gencar mendorong kegiatan sport tourism internasional di Tanah Air seperti; TdS, Tour de Banyuwangi Ijen, Tour de Bintan (TdB), Tour de Flores (TdF), Musi Tributon, Jakarta Marathon, maupun sebagi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga internasional MotoGP 2017 dan Asia Games yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 2018.

Dampak lainnya, TdS memberikan kontribusi yang besar bagi percepatan pertumbuhan dan pengembangan wilayah dan pengembangan kepariwisataan di Sumbar serta kabupaten/ kota yang ada di dalamnya.

Selama 8 tahun terakhir ini pembangunan infrastruktur, sarana prasarana, usaha dan fasilitas pariwisata di berbagai daerah di Sumbar mengalami peningkatan yang pesat.

Demikian juga peningkatan arus kunjungan wisatawan yang tahun 2015 lalu sebanyak 6,9 juta wisnus dan 78.274 wisman, sedangkan target tahun 2016 ini meningkat 7,4 juta wisnus dan 85 ribu wisman.

Even TdS 2016 masuk dalam kalender balap sepeda tahunan dunia Union Cycliste Internationale (UCI) atau UCI Road Calendar 2016. Even tahunan internasional sport tourism yang digelar oleh Kemenpar bersama Pemerintah Provinsi Sumbar dan 18 Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Sumbar, PB ISSI serta promotor event pada penyelenggaraan tahun ini akan meningkatkan total hadiah menjadi Rp 2,5 miliar, sedangkan tahun lalu sebesar Rp 2,4 miliar.

Pelaksanaan TdS 2016 akan mengambil start dari Solok dan berakhir di Kota Padang (finish). Sebanyak 23 tim peserta TdS 2016 akan adu kekuatan dengan menjelajahi 8 stage sepanjang 1102,7 km dan menyusuri alam Minangkabau yang memiliki beraneka ragam obyek wisata alam (nature) dan budaya (culture), dan buatan (manmade) sebagai daya tarik dan keunggulan destinasi pariwisata Sumbar. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.