500 Wisman Ditargetkan Saksikan Festival Budaya Isen Mulang

0
475
Festival Budaya Isen Mulang

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Sekitar 500 wisatawan mancanegara (wisman) dan 10.000 wisatawan nusantara (wisnus) ditargetkan menyaksikan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2017 , yang digelar di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada 19 hingga 22 Mei 2017.

“Target ini tidak muluk-muluk, hanya berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya yang mampu meraup lebih dari itu. Memang sebuah kebahagiaan tersendiri jika dalam pelaksanaanya melebihi dari target,” Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng Guntur Talajan pada peluncuran Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2017 di Kementrian Pariwisata di Jakarta, Senin malam.

Diakuinya, ada rasa optimis yang muncul, mengingat dukungan dari Kementrian Pariwisata berupa publikasi dan promosi acara Festival tahunan ini. “Tak bisa dipungkiri, kelemahan kami dalam menggelar festival ini adalah kurangnya promosi dan publikasi. Namun dukungan Kementerian Pariwisata membuat kami lega,” tambahnya.

Pesta budaya FBIM ini dimulai sejak 1993. Event ini, untuk melestarikan dan mengembangkan budaya masyarakat sekaligus menjadi sarana untuk mempromosikan potensi pariwisata Kalteng yang bertumpu pada daya tarik budaya, alam, dan wisata buatan. Bahkan FBIM ini semakin baik dari tahun ke tahunnya. Mulai dari jumlah kegiatan atau lomba, hingga wisatawan yang datang terus meningkat.

“Kami mengundang Pak Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk membuka FBIM 2017 di Stadion 29 Nopember Sampit pada hari Jumat (19/5). Kedatangan Pak menteri akan memberi semangat para peserta sekaligus sebagai bentuk dukungan atas festival ini,” tutur Guntur

FIBM 2017 mengangkat tema “Eksistensi Kearifan Lokal Menuju Kalteng Berkah”, untuk mendukung Visi dan Misi Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur H Habib Ismail. Disebutkan dalam acara pembukaan FBIM 2017 akan dimeriahkan dengan kegiatan Karnaval Budaya yang diikuti para peserta dari utusan kabupaten atau kota se-Kalteng, Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) provinsi, SOPD Kabupaten Kotawaringin Timur, sanggar atau panguyuban, ormas, swasta, perguruan tinggi, pemuda dan pelajar Kotawaringin Timur.

Sekitar 20 kegiatan utama dalam festival ini, berupa berbagai seni pertunjukan dan permainan tradisional yang diangkat dari kearifan lokal masyarakat Kalteng. Ada empat lokasi penyelenggaraan festival antara lain Taman Kota Sampit, Sungai Mentaya (Pelabuhan Patung Jelawat), Borneo Citymall, dan Stadion 29 Nopember Kota Sampit.

Deputi Bidang Pengembangan Promosi Pariwisata Nusantara (BP3N) Kemenpar Esthy Reko Astuti turut mendorong kegiatan ini. Dia berharap acara ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kalteng yang menargetkan sebanyak 553 ribu wisatawan pada 2019. “Kami berharap FBIM 2017 bisa melestartikan dan mengembangkan budaya masyarakat. Terutama seni pertunjukan dan permainan tradisional yang diangkat dari kearifan lokal, sebagai bagian dari Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia,” tandasnya serius.

Esthy mengutip pernyataan Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengatakan portofolio bisnis pariwisata Indonesia ini bertumpu pada budaya dengan porsi 60 persen, alam 35 persen dan buatan manusia lima persen. Potensi budaya yang dikembangkan berupa wisata warisan budaya dan sejarah sebesar 20 persen.

Selain itu, untuk wisata belanja dan kuliner 45 persen dan wisata kota serta desa sebesar 35 persen. Potensi alam dikembangkan dalam produk wisata bahari 35 persen serta wisata ekologi 45 persen.

Esthy menambahkan untuk wisata petualangan potensinya sebesar 20 persen, sedangkan buatan manusia yang dikembangkan dalam wisata MICE sebesar 25 persen. Tak ketinggalan wisata olahraga menurutnya memiliki potensi sebesar 60 persen, dan obyek wisata yang terintergrasi sebanyak 15 persen.

“Penyelenggaraan pesta budaya FBIM 2017 menampilkan berbagai keragaman dan keunikan kearifan lokal masyarakat suku Dayak di Kalteng. Ini bagian dari unsur terpenting dalam memperkuat 3 A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas),” kata Esthy.

Esthy menambahakan unsur atraksi tersebut harus didukung dengan unsur amenitas dan aksesibilias terutama konektivitas udara sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kalteng. (ndik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.