5 September 2015, Festival Seni Daerah Bangka Barat

0
1237

MUNTOK BANGKA BARAT, test.test.bisniswisata.co.id: Festival tahunan seni daerah Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung kembali digelar. Festival kesenian tradisional ini, sebagai upaya pelestarian budaya lokal agar tidak tergerus arus modernisasi. Testival seni daerah tahunan tingkat kabupaten tahun 2015 akan berlangsung di Lapangan Gelora Muntok, Sabtu (05/09/2015) mulai pagi hingga malam hari.

Festival Kesenian yang digelar antara lain Festival Campak, Dambus, Rudat dan Rebana Kabupaten Bangka Barat. Pelaksanaan festival tahun ini sengaja di Lapangan Gelora Muntok, karena bertepatan perayaan hari ulang tahun Kota Muntok ke 281 dan kegiatan pariwisata tingkat internasional bertajuk Home Stay Fair 2015.

Digelarnya festival seni lokal ini bisa menjadi ajang promosi budaya daerah, peningkatan jumlah wisatawan sekaligus alternatif hiburan bagi para pengunjung dan tamu yang berwisata di Bangka Barat.

Pemenang festival akan dibina lebih lanjut dan berhak ikut dalam lomba sejenis di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Seni budaya rudat, dambus, rebana dan tari campak perlu terus dilestarikan untuk menambah khasanah budaya nasional dan diharapkan ke depan bisa meningkatkan ekonomi pelaku seni dan masyarakat di daerah itu.

Wisata Bangka, tidak hanya menawarkan pantai-pantai yang cantik, kuliner enak tapi juga wisata religi dan wisata sejarah. Wisata sejarah di Kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat adalah salah satunya. Muntok adalah kota tua yang berdiri sejak berabad silam. Sejak zaman Belanda, kota Muntuk telah dibangun menjadi sebuah kota pelabuhan.

Melalui Pelabuhan Muntok inilah hasil alam terutama lada dan timah putih Bangka, diangkut kapal-kapal Belanda menuju ke daratan Eropa. Jejak-jejak kejayaan Mentok di masa lalu masih bisa dijumpai hingga kini. Ratusan gedung tua dengan mudah di sekitar kota pantai dan perbukitan di kota ini.

Dua di antara ratusan gedung tua yang masih kokoh berdiri bahkan memiliki nilai sejarah yang amat tinggi bagi negara ini. Dua gedung tua itu adalah Pesanggrahan Menumbing dan Wisma Ranggam, gedung tersebut pernah dijadikan tempat tinggal pendiri negara ini.

Salah satu objek wisata sejarah yang cukup terkenal adalah bangunan-bangunan tua, Bukit Menumbing, dan mercusuar Tanjung Kelian. Mercusuar Tanjung Kelian dibangun pada tahun 1862. Dari puncak bangunan ini, pengunjung bisa menyaksikan seantero kota Mentok dan sekitarnya.

Sementara itu di bukit menumbing pengunjung bisa melihat-lihat kamar tempat Bung Karno dan Bung Hatta serta salah satu mobil yang mereka pakai saat diasingkan Belanda di daerah itu. Pesanggrahan tempat pembuangan Bung Karno dan Bung Hatta itu sejak beberapa tahun lalu telah diubah menjadi hotel dengan nama Jati Menumbing. Dari atas perbukitan ini, Kota Mentok, Pelabuhan Muntok, dan Selat Bangka terlihat dengan sangat jelas.

Objek wisata sejarah yang lain di kota Mentok adalah Wisma Ranggam. Gedung tua itu juga pernah menjadi tempat tinggal Bung Karno saat berada dalam pengasingan di Mentok. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.