5 – 7 Agustus 2016, Pameran Tunggal Pelukis Affandi

0
1704
Karya Affandi yang dipamerkan (Foto: www.kikipea.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pameran seni premium pertama di Indonesia dengan format internasional buah karya Affandi bertajuk Affandi-The Human Face. Pameran yang diprakarsai Art Stage Jakarta, bakal digelar di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, pada 5 – 7 Agustus 2016

Affandi – The Human Face merupakan pameran terdiri 17 karya agung. Pameran tunggal ini merupakan penghargaan bagi sang maestro lukisan ekspresionis dan pelukis humanis Indonesia. Dengan lebih mengutamakan pengungkapan makna pengalaman emosional daripada realitas fisik, bagi Affandi, lukisan adalah panggilan jiwa.

Dengan cara menumpahkan cairan cat langsung dari tube-nya dan lebih memilih menyapu cat tersebut dengan menggunakan tangannya daripada menggunakan pensil, Affandi berhasil mentransfer perasaannya di atas kanvas dan membuat lukisan yang penuh ketulusan unik dan kasih sayang manusia.

Pameran ini bertujuan untuk menampilkan gambaran yang lebih dekat dari seorang Affandi. Affandi – The Human Face dibagi menjadi dua bagian yang mampu mewakili diri Affandi dan mengungkapkan proses pemikirannya yaitu Daily Life dan Self-Portraits.

Pada bagian Daily Life, menampilkan lukisan-lukisan yang menangkap pandangan unik Affandi terhadap dunia di mana dia menempatkan dirinya dalam perspektif subjek lukisnya.

Bagian kedua, menonjolkan berbagai potret diri dari berbagai periode yang berbeda dalam kehidupan Affandi, dan yang paling penting adalah lukisan kecil yang dibuat pada 1936, saat dia pertama kali mulai melukis. Karya-karya seni dalam pameran Affandi – The Human Face adalah pinjaman dari koleksi pribadi Caecil Papoadimitriou, Alex Tedja, Deddy Kusuma dan Rudi Akili.

Selain itu, ada pula pameran bertajuk Expose: The Collectors’ Show sebagai bagian dari Art Stage Jakarta. Pameran ini menawarkan gambaran sekilas koleksi pribadi dari enam kolektor terkemuka Indonesia yaitu Alex Tedja, Deddy Kusuma, Rudy Akili, Melani Setiawan, Tom Tandio, dan Wiyu Wahono, yang mewakili setidaknya dua generasi kolektor seni di Indonesia.

Expose: The Collectors’ Show memberikan pengakuan mengenai peran penting yang telah dimainkan dan terus dimiliki oleh para kolektor dalam dinamika kancah seni di Indonesia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here