5 – 6 Desember 2015, Festival Passer Baroe

0
1226

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pemkot Administrasi Jakarta Pusat kembali menggelar Festival Passer Baroe. Rencananya kegiatan tahunan juga sudah menjadi ikon Jakarta Pusat berlangsung pada 5-6 Dsember 2015, yang digelar di kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat.

Festival tahun ini sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang lebih bernuansa seremonial belaka. Kini pengembalian citra Pasar Baru sebagai pasar pertama di Jakarta akan lebih ditonjolkan sejarah Pasar Baru serta meningkatkan citra di masa kini.

Dengn langkah ini, diharapkan akan mendatangkan wisatawan mancanegara yang memiliki benang merah dengan masa lalu, seperti Turis asal Belanda dan Jepang yang bisa mengenang sejarah Pasar Baroe. Sehingga diharapkan dapat membangkitkan kenangan dan nostalgia Pasar Baru yang sarat nilai sejarah

Selain itu, wisatawan dari negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam yang gemar wisata belanja dapat merasakan suasana wisata belanja yang nyaman, aman, unik dan menarik di Jakarta.

Sekitar 100 pedagang sudah mengambil bagian dalam Festival Pasar Baru. Untuk menarik minat wisatawan belanja, seluruh toko di Pasar Baru dihias dengan hiasan yang unik. Bahkan, seluruh toko menyiapkan diskon khusus agar pengunjung dapat bertambah banyak.

Hari pertama pelaksaan festival akan ditampilkan ā€ˇfashion show dari abang-none Jakarta Pusat, lomba perahu, kegiatan melukis dan menghias gapura. Sedangkan di hari kedua akan ada lomba cheerleader yang saat ini sudah ada sembilan grup yang mendaftar. Ada sejumlah hadiah yang telah disiapkan untuk para pemenang lomba.

Pusat perbelanjaan ini dibangun pada tahun 1820 sebagai Passer Baroe sewaktu Jakarta masih bernama Batavia. Orang yang berbelanja di Passer Baroe adalah orang Belanda yang tinggal di Rijswijk (sekarang Jalan Veteran).[2] Toko-toko di Passer Baroe dibangun dengan gaya arsitektur Tiongkok dan Eropa.

Di antara toko-toko lama yang masih ada hingga kini adalah Apotek Kimia Farma, toko Lee Ie Seng, toko perabot rumah tangga Melati, toko jam Tjung-Tjung, dan toko kacamata Seis (Tjun Lie). Penjahit jas yang sudah ada sejak dulu adalah Isardas, Hariom, dan Gehimal, dan wanita berbelanja di toko kain Bombay dan Lilaram.Toko-toko besar yang dulunya pernah ada di antaranya Toko Europa dan Toko de Zon. Pengusaha ritel Matahari Putra Prima mendirikan bisnisnya di Pasar Baru pada tahun 1958.

Di ujung utara Jalan Pasar Baru dulunya merupakan pusat pedagang komik. Bioskop yang pernah ada di kawasan Pasar Baru adalah Bioskop Globe, Bioskop Capitol, dan Bioskop Astoria (Bioskop Satria) di Pintu Air. Pasar Baru merupakan tempat kelahiran rumah makan Bakmi Gang Kelinci. Usaha rumah makan ini dimulai pada tahun 1957 sebagai pedagang mi gerobak di Jalan Pintu Besi, depan Bioskop Globe. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.