Kin Aulia Kembangkan Bisnis Kopi Lewat “Super Gayo Coffee”

0
1963

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Dimulai dengan cita-cita yang telah lama ingin membuka usaha kuliner bersama keluarga, gitaris dan vokalis band The Fly, Kin Aulia yang mengembangkan bisnis kopinya dengan mendirikan Super Coffee Gayo.

“Awalnya ingin buka usaha kuliner pizza, yang terlihat cukup menjanjikan namun ayah saya ingin yang tradisional, bisa rumah makan padang atau Aceh,” ujar Kin saat ditemui Bisniswisata.co.id di Super Coffee Gayo miliknya.

Kin Aulia juga pandai meracik kopi. (Foto. Evi)
Kin Aulia juga pandai meracik kopi. (Foto. Evi)

Seiring Kin memikirkan itu, pria kelahiran tahun 1975 ini ditawarkan bisnis kopi yang mengarah ekspor ke luar negeri, namun sayangnya penawaran tersebut berbarengan dengan penawaran kontrak nge-band dengan label besar.

“Akhirnya harus pilih salah satu. Saya ambil kontrak nge-band karena saya juga lulusan musik di luar negeri merasa sayang untuk tidak ambil kontrak tersebut,” ungkapnya.

aa2Menurut Kin, bisnis kopi membutuhkan waktu ekstra, begitu juga kontrak musik. “Akirnya The Fly berjalan dan saya ingin berinvestasi agar tidak ngabisin uang begitu saja,” katanya.

Awal membuka usaha, dirinya terfikir untuk buka bistro, dan lain-lain tapi karena kesibukan lagi-lagi diurungkannya usaha tersebut. Setelah dibicarakan bersama sama orangtua, Kin memutuskan untuk membuat usaha bersama, yakni bisnis coffee shop.

“Sekali lagi ayah saya tidak suka bisnis kopi moderen dengan tempat-tempat yang moderen, maunya yang berbau kampung,” tegas Kin lebih lanjut.

Hingga akhirnya pada 2013 Kin ditawarkan Chef Hermansyah untuk menjalani usaha coffee shop tradisional di mal.

Namun takdir mengatakan lain, ayah Kin meninggal bertepatan saat pulang ke kampung, sehingga bisnis yang akan dilakukannya tertunda.

“Sejak meninggalnya ayah, abang saya yang bolak-balik ke kampung mengatakan kalau ia memiliki mesin roasting bantuan dari pemerintah untuk bisa masak kopi, dan di Jakarta tinggal menggiling. Saya jual di Jakarta dan laku,” tutur pria yang memiliki hobby memancing ini.

Kopi khas dari Gayo menurut sejarah yang diketahui Kin sudah ada sejak dari jaman penjajahan Belanda dan sempat diakui oleh pemerintahan Belanda dengan nama Gayo Mountain Coffee. Namun, kini sudah dikembalikan pemerintahan Belanda kepada orang-orang Gayo. Tepatnya pada tahun 2012 dengan alasan geografis.

Kenikmatan kopi khas Gayo dari Aceh Tengah yang diracik Super Gayo Coffee berasal dari jenis kopi Arabika. Yang memiliki rasa yang kuat didukung aroma nan harum. Ada sedikit keasaman namun tetap membuat setiap cangkirnya begitu nikmat.

Kopi Gayo organik inilah yang akhirnya dijual Kin dari mulut ke mulut, lewat bbm sesama teman. Hingga pada awal 2014 ia menawarkan kembali Kopi Wine yang menurutnya mungkin baru ada satu-satunya dan pertama kali menjual kopi wine di Jakarta.

Kopi Wine profilnya menurut ayah satu anak ini seperti wine lebih ke red wine. Kopi ini mengalami proses permentasi alami yang panjang selama dua bulan. Ada keluar rasa seperti ragi, rasa buahnya kuat, dan bisa dibilang ada alkoholnya.

Suami dari pemain film dan sinetron, Nova Soraya ini mengatakan, “Kopi wine menjadi alternatif baru untuk peminum kopi. Baunya yang tajam seperti bau wine anggur ini, maka di Gayo menamakannya wine. Harga kopi ini di atas kopi luwak, bisa mencapai Rp1,3 juta per kilo”.

“Untuk kopi Luwak sendiri saya jual dengan harga Rp1 juta per kilo, namun rasa kopi Luwak setiap daerah berbeda, yang laku disini wine. Akhirnya saya berani bersama abang saya, Boy Ratawali untuk membuka kopi saring dengan nama Super Gayo Coffee,” jelas ayah dari satu anak bernama Kiyano ini.

Nama unik Super Gayo Coffee yang berlokasi di bilangan strategis Jalan Wolter Monginsidi No 59, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini dipakai agar dapat menarik perhatian para anak muda pencinta kopi dan dapat menjadi tempat kumpul dengan bebas lepas.

Walaupun baru dibuka pada Desember 2014 lalu, Super Gayo Coffee ini terlihat sudah cukup dikenal. Ini terbukti dari jam buka sore hari pukul 16.00 WIB sudah banyak anak muda hingga para eksekutif muda yang duduk bersamaan sambil menyeruput kopi khas Gayo hingga tengah malam.

Proses membuat kopi susu tarik yang dibuat Barista ini menjadi pemandangan yang menarik bagi pengunjung Super Gayo Coffee. (Foto.Evi)
Proses membuat kopi susu tarik yang dibuat Barista ini menjadi pemandangan yang menarik bagi pengunjung Super Gayo Coffee. (Foto.Evi)

“Komunitas yang menjadi pelanggan kami disini, ada komunitas bola yang nobar, komunitas mercy, komunitas motor, komunitas travel, komunitas media, komunitas fotografer, komunitas Vespa, Komunitas Harley, dan masih banyak lainnya yang menjadikan mereka tempat ini sebagai kantor kedua mereka,” jelas Kin.

“Khas kopi Gayo dari Aceh Tengah ini sudah sangat mendunia, saya sebagai putra asli Gayo sangat bangga dan ingin terus semangat menjaga keaslian dari kopi Gayo ini,” ungkap Kin yang juga piawai dalam meracik kopi khas Gayo di kedainya ini.

Selatin Kopi Wine, adapula Kopi Kertup atau Kopi Saring dengan kekentalan yang nikmat ketika dihirup. Setelah dihirup dan dirasakan sedikit lebih dalam seperti ada citarasa caramel dan dark chocolate yang dapat tertinggal dalam mulut.

Mengingat kopi yang ditawarkannya diproduksi dan racikannya sendiri, harga secangkir kopi yang ditawarkan di tempat ini sangat jauh lebih murah dan terjangkau, yakni mulai dari Rp12.000 hingga Rp57.000.

“Kedepannya saya berharap Super Gayo Coffee semakin dikenal lewat sistem franchise yang sedang dikembangkan. Mengikuti perkembangan kopi Gayo yang sudah terkenal lewat eksport ke luar negeri,” tambah Kin yang ingin mengembangkan budaya Aceh Tengah. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.