3 Desember 2017, Pentas Ballet Tinker Bell

0
531
Pentas Ballet (Foto: Youtube)

SURABAYA, Bisniswisata.co.id: Dewi Ballet, Professional Ballet & Dance, menggelar pementasan balet bertajuk “Tinker Bell” di Balai Budaya Theater Surabaya pada Minggu (3/12/2017). Pementasan yang diadakan dua tahun sekali, bertujuan menampilkan ketrampilan para anak didik sekaligus melatih mereka untuk percaya diri.

Sekitar 50 pebalet usia 4-24 tahun siap pentas dengan membawakan modern dance dan balet kontemporer. Pebalet termuda adalah Anastasia Kelly yang memerankan sekuntum bunga. Juga akan ditampilkan penari tamu Hari Ghulur dari Sawung Dance yang akan menjadi elang.

Sebelum pementasan, para pebalet muda berlatih intens selama 4 bulan agar bisa tampil prima, sebaik mungkin dan terbaik, karena pementasan ini merupakan momen istimewa dan sangat penting bagi mereka, juga bagi orang-orang dekat mereka dan para tamu lain yang akan menyaksikan.

Pementasan tersebut akan berlangsung 1,5 jam, diawali dengan 6 tarian lepas berjudul Kaleidoscope, Three Angels, Flecks of Light, Live It Up, Wanna Be dan In The Middle. Selain menjadi koreografer untuk In The Middle, Amel juga ikut menari di Flecks of Light bersama drg. Tjindrawati Thamrin SpKG. RAD RTS, pimpinan Dewi Ballet lainnya.

Setelah serangkaian tarian lepas, ditampilkan Tinkerbell oleh sejumlah pebalet yang menghadirkan para tokoh. Diantaranya Ratu Clarion yang dibawakan oleh Edith Frederika Puruhito, Tinkerbell oleh Jacklyn Giovani, Peri Air oleh Grace Gondosaputro, Peri Bunga oleh Evelyn Joyo Anthony, Peri Binatang oleh Cecilia Dewi dan Peri Bunga oleh Amelia Namara.

Dikisahkan, pada suatu hari, semua peri berkumpul di Pixie Hollow. Dengan percikan debu pixie, lahirlah peri baru yang dinamai Bell. Ratu Clarion menyambut Bell dan semua peri membantu Bell untuk menemukan bakatnya. Mereka memberi bunga dan air, tapi semua yang disentuh oleh Bell memudar.

Kemudian Bell berjalan melewati palu dan palu itu bersinar, terbang ke arahnya. Bell telah menemukan bakatnya yaitu sebagai peri Tinker. Karena itu, ia dipanggil Tinker Bell. Seluruh peri Tinker menyambutnya. Tinker Bell senang bertemu mereka. Namun ia juga kecewa, karena menurut Tinker Bell, peri Tinker tidak terlalu istimewa seperti peri-peri laimya.

Tinker Bell sebenarnya tidak ingin menjadi peri Tinker. Ia ingin menjadi peri alam. Ia minta bantuan teman-temannya. Pertama, peri Silvermist mengajarkan Tink bagaimana menjadi peri air, namun Tinker Bell tak dapat menangkap air.

Kemudian peri Rosetta mengajarkan bagaimana menjadi peri bunga, tapi ia tidak dapat berinteraksi dengan bunga. Berikutnya Peri Fawn menunjukkan bagaimana menjadi peri binatang, tapi ia juga tidak berbakat menjadi peri binatang.

Tinker Bell kemudian melihat elang besar terbang di langit dan berpikir mungkin burung tersebut bisa membantunya. Si elang lalu menukik ke arah Tinker Bell. Para peri berlari mencari perlindungan. Tinker Bell melompat ke sebuah lubang untuk bersembunyi yang ternyata tempat persembunyian Peri Vidia, sehingga elang ikut mengejar Vidia.

Peri lain mengusir elang dengan melemparkan buah beri. Peri Vidia akhirnya selamat, namun ia marah kepada Tinker Bell. Tinker Bell merasa tidak berguna. Ia terbang menuju pantai dan melihat sebuah kotak musik yang rusak lalu mernperbaiki. Para peri takjub dengan bakatnya.

Harapan terakhir Tinker Bell untuk menjadi peri alam adalah meminta bantuan peri Vidia, namun ia masih marah pada Tinker Bell. Peri Vidia memiliki ide jahat. Ia meminta Tinker Bell untuk menangkap rumput liar untuk membuktikan bahwa ia adalah peri kebun, meskipun hal tersebut merupakan pekerjaan yang berbahaya.

Namun Tinker Bell tetap berusaha, karena itu adalah harapan terakhirnya. Rumput liar pun berlari kesana-kemari dan menghancurkan semua persediaan musim semi. Semua peri menjadi kesal. Musim semi pun harus dibatalkan dan semua ini kesalahan Tinker Bell. Ia terbang dengan rasa malu.

Tinker Bell memutuskan untuk meninggalkan Pixie Hollow untuk selamanya. Ia berhenti untuk terakhir kalinya di bengkel Tinker Nook. Saat melihat sekeliling, ia mendapat ide untuk menyelamatkan musim semi, namun ia tak bisa melakukannya sendiri. Seluruh peri bersedia membantu. Tinker Bell menunjukkan apa yang harus dilakukan.

Tinker Bell segera mengisi ember dengan cat dari biji beri. Tak lama kemudian semuanya siap untuk menyambut musim semi. Akhirnya Tinker Bell menyadari bakatnya adalah memperbaiki sesuatu yang telah menyelamatkan musim semi. Ia bangga menjadi peri Tinker. Menarik bukan? (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.