3-12 Desember 2014, Festival Musik GKJ

0
1403

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), pun turut mengambil kesempatan untuk menyelenggarakan pergelaran tahunan. Alih-alih demi menjaga ranah kebudayaan, GKJ pun seolah-olah turut menjadi event organizer dalam menyuguhkan festival.

Salah satu hajatan teranyar yaitu Festival Musik GKJ 2014. Perhelatan ini tidak tanggung-tanggung karena dilaksanakan selama sepekan. Tidak hanya musisi kontemporer, musisi tradisonal pun bakal turut hadir menyemarakkan pergelaran tersebut.

Festival GKJ 2014 akan berlangsung di GKJ, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada 3-12 Desember mendatang.Berbagai persiapan pun sudah mulai panitia lakukan untuk menghadirkan musikus-musikus ternama, mulai dari pengusung instrumen klasik hingga seni karawitan.

Pada Rabu (3/12), akan ada suguhan Multimedia Concert for Sound Diffusion bertajuk Anabiosis Passage.Pada konser ini, Yasuhiro Morinaga didapuk sebagai music diretor. Pria asal Jepang itu akan mendukung performa Endah Laras dan Marzuki Mohamed (Jogja Hip Hop Foundation).

Pada Jumat (5/12), Didiet Violin and Friends akan menyuguhkan Just a Matter of Time. Ia akan tampil bersama Rossa, Hendri Lamiri, dan Jubing Kristianto. Pada Rabu (10/12), Talago Buni akan menghadirkan konser dengan direktur artistiknya, Edy Utama. Lalu,

pada Jumat (12/12), ada suguhan Konser Karawitan Sariswara Gamelan pimpinan Waluyo Sastro Sukarno.Komposisi gamelan Waluyo akan menyuguhkan komposisi gamelan tradisional dan kontemporer di malam penutupan.Kehadiran ia bersama grupnya menjadi penting karena mereka seakan ingin menunjukkan karawitan masih memiliki taring untuk pentas di Ibu Kota.

“Kami akan sajikan kreasi tembang, gamelan Jawa yang dibalut dengan teknik sajian, tangga nada, dan suasana. Pengalaman tampil di beberapa tempat akan kami suguhkan di Festival GKJ,” paparnya.

Waluyo bersama kelompoknya akan menyajikan beberapa tembang dan komposisi dengan keragaman tangga nada pentatonis (slendro dan pelog), diatonis, dan nada Arab. Percampuran nada Arab diakui sebagai bentuk pengaruh luar sehingga semakin menambah keragaman dalam suguhan konser kali ini.

Ia akan menyajikan komposisi Bonangan yang diolah sedemikian rupa untuk memanggil penonton. ‘Ada juga gamelan Pakurmatan, tembang anak-anak, dan gamelan campur. Semua disatukan untuk menghadirkan instrumen yang tidak membosankan,” ungkapnya.
Waluyo pernah tampil memukau pada Pekan Komponis X, 2000, lewat karya Cangkem Maca Kahanan.Kepekaan dan keterbiasaan mendengarkan musik untuk wayang kulit atau ketoprak membuat ia pun semakin piawai. Tidak mengherankan bila saat ia menyuguhkan Cangkem Maca Kahanan, mata penonton pun langsung terpana.

Jubing, gitaris klasik, mengaku akan berkolaborasi dengan menyuguhkan beberapa instrumen. Namun, ia belum bisa membocorkan beberapa instumen. Kendati demikian, Jubing menyiratkan akan menghadirkan tembang khas Nusantara. Direktur Gedung Kesenian Jakarta, Bambang Subekti, mengakui perhelatan Festival GKJ sebagai bentuk upaya untuk menjembatani musisi dengan penonton. “Kami mendukung dengan cara memberikan fasilitas sehingga menjadi partner yang sinergis,” jelasnya.(redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.