2ND MINIKINO Film Week – Festival Film Pendek Internasional

0
563

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id,- BUDAYA menonton di Bali telah tercatat sejak tahun 1920, sejarah itu , dapat dilihat dari peninggalan gedung- gedung bioskop di setiap pasar desa. Di kota Denpasar ada lebih dari 12 gedung bioskop. Di era tahun 1974 berkembang dunia gambar bergerak televisi hitam putih dan di era digital,  Minikino menawarkan tradisi tontonan berkualitas yang ditahun ke dua (tahun 2016)  bertema “ Dosis Film Pendek untuk Kesehatan Kita”, papar Edo Wulia, Event Officer 2nd Minikino Film Week (2nd MFW).

Sampai dengan15 Oktober 2016, organisasi film pendek Minikino mengadakan 2nd Minikino Film Week, festival film pendek internasional dengan 11 tempat pemutaran yang tersebar dari pantai utara sampai daerah selatan pulau Bali. Meliputi empat (4) kabupaten (Badung, Karangasem, Gianyar, Buleleng) dan kotamadya Denpasar.

Minikino Film Week merupakan salah satu dari berbagai kegiatan lain yang telah dilakukan Minikino sejak 2002. Dari pertama dilaksanakan pada 2015, festival film pendek internasional ini telah dirancang sebagai acara tahunan. Minikino mengundang masyarakat untuk memikirkan kembali tontonan selama ini,  merangsang pola berpikir kritis dan mengajak masyarakat belajar mendengar dan mengemukakan pendapat. Pasalnya budaya hanya bisa berkembang melalui keterbukaan dan pertukaran, dan bukan dengan cara isolasi atau menutup diri. Pernyataan tersebut baik secara implisit mau pun eksplisit dinyatakan oleh Minikino melalui berbagai kegiatan seminar, workshop dan pemutaran program film pendek yang dilanjutkan dengan diskusi.

Minikino memberikan informasi  dan panduan batasan usia menonton, sehingga bisa menciptakan ruang temu yang nyaman, baik bagi masyarakat umum yang sekedar ingin mendapatkan hiburan, atau bagi penggemar film dan film pendek khususnya.

Semua acara pemutaran terbuka untuk umum dan bebas biaya, dan juga dilengkapi panduan usia menonton. Kondisi ini bisa terwujud berkat dukungan dari para pemegang hak tayang film, serta berbagai pihak yang menjalin kerja sama mutual. Bentuk kerja sama seperti ini terjadi berdasarkan kepercayaan bahwa kegiatan ini akan dikerjakan bersama-sama dengan tujuan yang baik.

MFW, memberikan kesempatan kepada masyarakat umum, di Bali khususnya, untuk menyaksikan pencapaian terkini karya-karya film pendek Indonesia, Asia tenggara dan negara-negara Internasional lainnya. Membangun ruang-ruang menonton film yang memperhatikan kualitas tontonan, serta lokasi yang dekat dan mudah dijangkau masyarakat lokal, menyajikan karya-karya film pendek menarik bernilai hiburan dan pendidikan, yang sulit didapatkan di tempat lain. Merangsang daya pikir kritis dengan mengajak penonton untuk memikirkan dan membicarakan kembali apa yang mereka tonton.

MFW juga ruang bertemu para pembuat film dengan penonton, masyarakat umum untuk merangsang terjadinya diskusi tentang film pendek dan isu-isu kreatif di dalamnya. Membangun jaringan kerja dan komunikasi antar para pembuat film pendek di Indonesia, Asia Tenggara dan Negara-negara Internasional.

 

Festival

 Program kegiatan 2nd MFW terdiri dari Minikino Indonesia Raja 2016, berupa program pertukaran film-film pendek Indonesia yang dirancang dan mulai diselenggarakan oleh Minikino pertama kali pada 2015. Kegiatan tahunan ini memberi gambaran sekilas pencapaian produksi terkini setiap wilayah/kota yang terlibat. Pada 2016, Indonesia Raja memasuki tahun ke-2 dan berhasil melibatkan 17 programmer dari 15 kota yang terlibat (Aceh, Bali, Bandung, Depok, Gresik, Jakarta, Jatiwangi, Malang, Medan, Pekanbaru, Purbalingga, Semarang, Surabaya, Tangerang, Yogyakarta). Total film yang terseleksi sebanyak 63 karya film pendek.

Program S-Express 2016, sebuah jaringan kerja sama berbentuk pertukaran program film pendek di Asia Tenggara yang dilakukan berkala setiap tahun. Minikino membawa Indonesia bergabung dalam jejaringan kerja “S-Express” sejak 2004 sampai sekarang. S-Express juga memberikan gambaran pencapaian produksi film pendek secara umum di wilayah regional Asia Tenggara. 6 Negara Asia Tenggara yang terlibat tahun ini adalah: Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam.

Untuk program internasional, 2nd MFW mengambil tema besar “Dosis Film Pendek untuk Kesehatan Kita”, merupakan kurasi program film pendek yang dipilih dan disusun oleh tim programming Minikino, untuk ditayangkan pada acara 2nd MFW, jadualnya dapat diakses di http://minikino.org/filmweek. Terhitung 6557 karya film pendek didaftarkan. Proses seleksi yang ketat menghasilkan 158 karya film pendek yang mewakili 68 Negara. Film-film pendek yang dikelompokkan menjadi beberapa sub-tema, untuk ditayangkan pada penonton. Minikino juga memberi penghargaan kategori khusus; ‘SHORTLIST’ kepada 244 karya film pendek, yang dapat diakses di Video Library pada Festival Lounge di Mangsi Coffee Renon-Denpasar selama acara festival berlangsung.

Untuk memeriahkan 2nd MFW, Minikino  menggandeng beberapa institusi dan organisasi untuk ikut mengisi acara antara lain Sloka Institute untuk memberikan workshop penulisan jurnalistik review acara festival dan film.  Grup Musik Pygmy Marmoset dan DenFilms melakukan presentasi pembuatan video klip musik. Bali Photo Forum menyelenggarakan workshop fotografi jurnalistik selama festival. Bekerjasama dengan  Reelozind, organisasi festival film pendek Indonesia-Australia yang menampilkan karya-karya pemenang kompetisi tahun ini. Dan dengan  Ombak Bali International Film Festival yang menampilkan film pendek terbaik dari tim programmer Ombak Bali Int’l Film Festival 2016. * dwi

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here