28 Februari 2016, Festival Bau Nyale 2016

0
2164
Festival bau nyale (foto: era-wisata.blogspot.com)

MATARAM, test.test.bisniswisata.co.id: DI gugusan pulau Nusa Tenggara Barat, Bau Nyale dan suku Sasak adalah kombinasi dari daya tarik wisata yang tak berbanding selain Gunung Tambora yang fenomenal itu. Menjadikan NTB sebagai tujuan wisata berikutnya adalah satu hal yang tak akan Anda sesali.

Lebarkan peta Nusa Tenggara Barat dan mulailah susun agenda perjalanan berpetualang Anda berikutnya ke sana karena akan ada puncak perayaan Festival Bau Nyale 2016 akan diselenggarakan pada 28 Februari 2016 di Pantai Seger Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penentuan tanggal tersebut telah ditetapkan berdasarkan musyawarah para budayawan dan tokoh spiritual setempat mengikuti penanggalan sasak yaitu tanggal 20 bulan 10.

Disamping penangkapan nyale, acara inti dari Festival Bau Nyale 2016 adalah gelar drama kolosal yang menceritakan perjalanan Putri Mandalika. Setiap tahun, Festival Bau Nyale dilaksanakan di Pantai Seger karena menurut kisah setempat di sinilah Putri Mandalika menceburkan diri ke laut lepas. Ada cerita dramatis di balik legenda Nyale yang dapat Anda dengar dari warga sekitar.

Bau Nyale adalah sebuah tradisi menangkap nyale atau cacing yang banyak dilakukan oleh penduduk Lombok yang berdomisili di bagian selatan, khususnya penganut Wetu Telu. Tradisi ini dikaitkan dengan cerita Putri Mandalika yang konon diperebutkan banyak pangeran.

Sang putri tidak bisa menemtukan pilihan dan akhirnya memutuskan menceburkan diri ke laut. Nyale yang keluar setahun sekali di Laut Selatan Lombok Tengah ini dipercaya merupakan jelmaan rambut Putri Mandalika.

Kemunculan nyale ini memang unik. Selama ini nyale muncul setahun sekali di sekitar Pantai Kuta dan Seger pada saat musim hujan. Nyale-nyale selalu muncul dua hingga tiga malam, tepatnya saat sebelum fajar menyingsing. Walaupun para tetua selalu tepat memprediksi keberadaan nyaletetapi beberapa kali prediksi tersebut meleset selisih satu hari, bahkan pernah seminggu.

Ditangkapnya nyale bersama-sama merupakan satu bentuk pelestarian tradisi sekaligus pelepasan kerinduan akan Putri Mandalika yang sudah lama menghilang. Nyale yang telah ditangkap akan dibawa pulang ke rumah.

Upacara penangkapan nyale sangat meriah saat dimana masyarakat berkerumun mencari nyale di sepanjang pantai. Pada malam sebelum festival berlangsung, biasanya masyarakat melakukan ritual sendiri di rumah mereka masing-masing. Beberapa ritual bau nyale adalah memotong ayam dan membuat ketupat.

Masyarakat setempat meyakini bahwa nyale berhubungan dengan kesejahteraan dan keselamatan. Nyale bisa menyuburkan tanah agar hasil panen memuaskan. Jika banyak cacing yang keluar dari laut, berarti pertanian mereka berhasil. Nyale yang sudah ditangkap di pantai biasanya akan ditaburkan di sawah, bahkan ada yang mengolahnya menjadi santapan dan obat kuat. (*/end)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.