28-30 November 2014, Festival Payung di Surakarta

0
4641

SURAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Keberadaan payung tradisional, kini semakin terpinggirkan. Tak banyak yang tahu seperti apa payung yang terbuat dari kertas dan kain, dengan ganggangnya dari kayu. Padahal payung tradisi menggabungkan budaya, ritual, dan kreativitas. Karena itu, digelar Festival Payung Indonesia pada Jumat-Ahad, 28-30 November 2014 di Taman Balekambang Surakarta.

Penanggung jawab acara, Heru Prasetya, mengatakan payung yang ditampilkan dalam acara ini bukan payung yang biasa dipakai untuk berlindung dari hujan. Namun payung tradisi yang digunakan untuk berbagai upacara adat.

Keberadaan industri payung tradisi, seperti di Klaten dan Tasikmalaya, semakin berkurang. Padahal payung tradisi tidak hanya bisa digunakan untuk upacara adat, tapi juga sebagai hiasan rumah. “Ada sisi kreativitas di pembuatan payung tradisi,”ucapnya.

Dalam festival ini, pemerintah juga menghadirkan para pembuat payung tradisi dari Klaten, Tasikmalaya, Yogyakarta, Bali, juga Makassar. Selama festival berlangsung, pengunjung akan disuguhi sejumlah seni pertunjukan payung, cara membuat payung tradisi, pasar payung, peragaan busana dengan payung, lomba lukis payung, dan instalasi seni payung.

Heru menilai industri kreatif payung tradisi punya peluang untuk kembali berjaya. Caranya adalah mengenalkan keberadaan tradisi tersebut dan mengajak generasi muda agar mau terlibat. “Generasi muda tak boleh terjebak dalam pandangan bahwa payung tradisi hanya terkait dengan ritual,” paparnya seperti dilansir laman Tempo.co, Senin (245/11/2014)

Sebab, pada zaman penjajahan Belanda, banyak perempuan atau noni Belanda yang menggunakan payung kertas saat bepergian. Fungsinya lebih sebagai pemanis dan pelindung dari sengatan sinar matahari. Di tengah membanjirnya produk payung dari plastik, dia menilai payung kertas cocok dipakai sebagai hiasan dan pemanis ruangan. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.