28 – 29 Mei 2019, Pameran Pesona Alam Lhokseumawe

0
831
BUKIT GOA JEPANG Lhokseumawe Aceh (Foto: Antara)

LHOKSEUMAWE, test.test.bisniswisata.co.id: Pesona alam Kota Lhokseumawe, Aceh, akan dipamerkan dalam pameran pariwisata Lhokseumawe. Kegiatan itu difasilitasi oleh Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe bakal diselenggarakan di kawasan wisata, Waduk Jeulikat, Lhokseumawe, pada 28-29 Mei 2016.

Sebanyak 50 foto hasil jepretan para fotografer di Lhokseumawe dan Aceh Utara dipamerkan dalam acara yang pertama kali digelar, dengan tema besarnya Lhokseumawe dalam lensa. Namun, mayoritas foto yang dipamerkan adalah obyek wisata alam dan human interest.

Pemilihan lokasi pameran itu untuk memperkenalkan obyek wisata Waduk Jeulikat agar semakin diminati oleh masyarakat. Sehingga, pengunjung dari berbagai daerah Indonesia mengenal obyek wisata baru itu. Obyek wisata itu, dibuka 2 tahun lalu. Namun, sejauh ini, pengunjung hanya berasal dari kabupaten/kota di Aceh.

Diharapkan, pameran itu bisa menarik perhatian wisatawan dari Indonesia ke obyek wisata itu. Selain itu, semua foto akan dilelang untuk kegiatan amal, hasil lelang akan disalurkan ke masyarakat pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara. Hasil lelang juga kita berikan ke penderita lumpuh layu dan gizi buruk di Kota Lhokseumawe.

Lhokseumawe, kota kecil yang dikenal sebagai kota gas ini adalah sebuah pulau yang luasnya hanya 11 km yang dikelilingi laut dan dibelah sungai Krueng Cunda. Lhokseumawe juga memiliki beragam destinasi wisata, antara lain:

01. Pulau Semadu

Pulau Seumadu terletak di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Lokasi wisata pulau seumadu ini berada sekitar 10 kilometer arah timur Kota Lhokseumawe. Jika sampai di depan komplek perumahan PT. Arun, maka berbeloklah ke kiri dan Ikuti jalan tersebut. Sekitar 100 meter dari Jalan Medan – Banda Aceh, tepat didepan Kompleks PT. Arun, akan dapat ditemui lokasi wisata pantai tersebut.

2. Pantai Ujong Blang

Pantai Ujong Blang adalah salah satu dari beberapa pantai yang berada di Kota Lhokseumawe yang cukup terkenal. Pantai Ujong Blang terhampar dari muara sungai Cunda (kuala cangkoi) yang meliputi empat wilayah desa, yaitu Desa Ujong Blang, Ulee Jalan, Hagu Barat Laut danDesa Hagu Tengah. Objek wisata Pantai Ujong Blang dinamakan berdasarkan desa dimana pantai ini berada. Arti “Ujong Blang” sendiri dalam bahasa Aceh adalah “ujong” berarti ujung dan “blang “berarti sawah atau hamparan kebun kosong. Karena pada awalnya, wilayah Lhokseumawe terdiri dari areal sawah, rawa dan tanah kosong.

03. Krueng Cunda
Krueng Cunda adalah aliran laut yang memisahkan daratan Lhokseumawe dengan daratan Pulau Sumatera. Namanya berasal dari bahasa Aceh “Krueng” artinya sungai dan “Cunda” adalah nama wilayah yang dialiri sungai ini. Krueng Cunda sebenarnya adalah selat, bukan sungai.Krueng Cunda ini dijadikan tempat budidaya ikan air asin oleh penduduk sekitar, karena selain airnya cukup bersih juga tidak ada ombak atau riak besar yang dapat merusak keramba atau penampungan ikan milik penduduk yang rata-rata terbuat dari kayu dan bambu.

04. Makam Putroe Neng

Makam Putroe Neng berada di Blang Puloe, Kota Lhokseumawe. Aslinya beliau bernama Nian Nio Lian Khi, yaitu seorang komandan perang wanita yang berasal dari Cina. Konon Nian Nio Lian Khi dikalahkan oleh pasukan Meurah Johan yang dipimpin seorang ulama yang berasal dari kerajaan Pereulak dimana pada saat itu mereka berada di Indra Purba yang bercocok tanam di daerah Maprai (sekarang daerah Sibreh) dan mereka membuka kebun lada dan merica. Setelah kalah, Jenderal Nian Nio Lian Khi masuk Islam dan diberi gelar Putroe Neng.

05. Pantai Reklamasi Pusong

Pantai Reklamasi Pusong adalah pantai yang berada di Pulau Pusong, tetapi disebabkan oleh abrasi dan pengerukan pasir, pantai ini menjadi tidak terawat, sehingga luas pantai yang berada di Pusong menjadi terasa kecil. Pulau Pusong sendiri yang awalnya sangat luas, kini luasnya hanya sekitar 6 hektare dan dihuni sekitar 8000 jiwa.

06. Goa Jepang
Menemui jejak-jejak sejarah keberadaan tentara Jepang (Dai Nippon), di Kota Lhokseumawe, bukanlan sesuatu yang sulit. Di kawasan perbukitan Cot Panggaoi, di Gampong Blang Panyang, ditemukan bukti pendudukan tentara Jepang saat terjadi perang Asia Timur Raya, di wilayah Indonesia bagian barat. Penduduk setempat, menamkan goa tersebut “Ku Rok Rok”. Gua tersebut merupakan tempat persembunyian tentara Dai Nippon, sekaligus penimbunan logistik pada masa itu.

07. Waduk Jeulikat
Waduk buatan di Desa Jeulikat, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh kini menjadi pesona baru obyek wisata di Aceh. Wisatawan lokal lebih banyak mengunjungi waduk ini untuk menghabiskan waktu liburan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.