25-27 Desember 2015, Festival Kopi Temanggung 2015

0
1273

TEMANGGUNG, test.test.bisniswisata.co.id: DEMI mempromosikan kopi asal Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, agar lebih mendunia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menggelar Festival Kopi Temanggung 2015. Festival diikuti 25 UMKM pengolah kopi di Pendopo Pengayoman Temanggung, 25 – 27 Desember 2015.

Selama ini, potensi kopi di Temanggung, sangat luar biasa. Bahkan sejatinya Temanggung merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Jawa Tengah, baik dari jenis robusta maupun arabica. Bahkan sudah ada yang masuk pasar ekspor.

Sayangnya potensi itu justru belum banyak diketahui oleh masyarakat Temanggung bahkan Indonesia karena kurang promosi dan publikasi. Sehingga nama Temanggung dengan penghasilan kopi terbesar di Jateng menjadi tenggelam.

Memang banyak UMKM di Temanggung yang memproduksi kopi dengan merek dagang masing-masing. Tapi belum bisa mengangkat nama kopi Temanggung. Karena itu, Target festival ini membuat brand kopi Temanggung bisa terangkat. Juga menjadi buah tangan bagi wisatawan dalam dan luar negeri dengan membawa buah tangan khas daerah Temanggung.

Festival kopi ini, bukan hanya memamerkan produk kopi, tetapi juga ada sarasehan, pelatihan bisnis online, pelatihan prosesing kopi, dan pameran foto.

Komoditas Kopi di Kabupaten Temanggung merupakan salah satu produk unggulan. Produksi kopi Temanggung termasuk terbesar di Jawa Tengah yaitu 40% produksi kopi Jawa Tengah bersal dari Temanggung. Karena itu, kopi menjadi andalan bagi para petani selain tanaman tembakau. Bahkan, harga kopi cenderung stabil jika dibandingkan dengan harga tembakau yang selalu mengalami fluktuasi.

Kopi pada umumnya dijual dalam bentuk biji untuk dieksport ke luar negeri. Sementara sebagian kecil biji kopi diolah menjadi kopi bubuk yang disajikan menjadi minuman. Pengolahan kopi bubuk mempunyai prospek yang cukup baik.

Hal ini dipengarui oleh beberapa potensi yang ada diantaranya luas lahan dan produksi kopi rakyat menjamin kontinyuitas pasokan bahan industri (kedekatan dengan sumber bahan baku).

Selain itu, posisi geografi Temanggung yang di tengah Provinsi Jawa Tengah, memberikan keuntungan dalam pemasaran keluar kota (Semarang, Yogya, Solo, Purwokerto, Magelang dll) dengan waktu tempuh kurang dari 3 jam. Dan faktor lainnya adalah upah tenaga kerja relatip lebih rendah dibanding kabupaten tetangga (UMR ubuKab Tmg 2008 Rp 545.000 /bln).

Selain potensi yang ada, pengolahan kopi bubuk memiliki prospek kedepan cukup baik diantaranya konsumsi kopi masyarakat cenderung meningkat, kondisi ini terlihat pada beberapa tempat penjualan minuman kopi yang tidak pernah sepi pengunjung (Kopi eva, Banaran Coffe, Trading House Kopi dll).

Kemudian harga kopi bubuk cenderung stabil, tingkat kenaikan harga setara dengan inflasi, dan kopi menjadi salah satu istilah dalam bussines meeting dan trend sebagai pengantar pertemuan dengan relasi usaha.

Saat ini pihak Pemerintah Kabupaten Temanggung tengah menjajagi pengembangan pengolahan kopi bubuk dengan melibatkan investor. Pihak Pemkab sendiri telah menyiapkan tanah milik Pemkab yang berada di Desa Karanggedong Kecamatan Ngadirejo dengan luas 3 Ha.

Pengembangan ini bertujuan mensuplay kebutuhan kopi bubuk untuk daerah Semarang, Solo, Yogya, Purwokwerto, Wonosobo dll dengan cita rasa khas kopi rempah. Selain itu untuk menampung kopi kering biji (oce) rakyat yang selama ini banyak dijual ke luar daerah, dan penyerapan tenaga kerja dan penghasil limbah pertanian sebagai bahan pakan ternak (kulit kopi). (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.