23 – 26 Maret 2016, Pekan Suci Semana Santa 2016

0
1094
Suasana Prosesi di Larantuka

LARANTUKA, test.test.bisniswisata.co.id: PULUHAN Puluhan ribu umat dan wisatawan akan memenuhi Kota Larantuka digelarnya perayaan Semanta Santa pada 23-26 Maret 2016. Selama sepekan penuh, kota kecil tersebut akan disesaki peziarah dari berbagai penjuru, termasuk wisatawan mancanegara. Kota Larantuka pada hari itu akan menjadi pusat perhatian saat Hari Wafat Yesus Kristus berlangsung.

Ritual Semanta Santa di Larantuka telah berlangsung sekira 500 tahun sejak dibawah jajahan Portugis. Kota Larantuka sendiri dikenal dengan nama Kota Rainha dalam bahasa portugis yang artinya Kota Ratu atau Kota Maria. Oleh sebab itu, semua umat Katholik di Larantuka dan sekitarnya merakayan Pekan Suci Semana Santa dengan khidmat.

Semana Santa di Larantuka akan dimulai dengan Trewa Abu atau Rabu Abu pada pertengahan minggu Paskah yang jatuh pada 23 Maret. Pada hari ini, umat dan peziarah berkumpul di Kapel Devotees dan berdoa untuk mengenang pengkhianatan Yudas Iskariot yang menyebabkan penangkapan Yesus dan shackling. Ini adalah saat dimana Kota Larantuka berubah menjadi kota berkabung, tenggelam dalam kekhidmatan dan refleksi pemurnian jiwa.

Paha sore hari Kamis Putih, umat dan peziarah melakukan ritual tikam kuro (menanam tiang-tiang lilin) di sepanjang jalan raya yang menjadi rute prosesi. Tugas ini dilakukan oleh para mardomu sesuai nazarnya.

Aktivitas Kamis Putih dilanjutkan di kapela Tuan Ma (Bunda Maria) yang berlangsung dalam upacara Muda Tuan, yaitu upacara pembukaan peti oleh petugas Confreria yang selama satu tahun ditutup. Patung Tuan Ma dimandikan dan dibalut dengan pakaian berkabung berupa sehelai mantel beludru hitam, ungu atau biru. Setelah itu, umat diberi kesempatan untuk berdoa, menyembah, bersujud memohon berkat dan rahmat. Kiranya permohonan ini dikabulkan oleh Tuhan Yesus melalui perantara Bunda Maria.

Setelahnya, pada 3 April ada prosesi puncak Jum’at Agung yang merupakan perarakan untuk mengantar jenazah Yesus Kristus. Pada pukul 10.00, ritual Tuan Meninu digelar dari Kota Rewido. Usai berdoa di kapela, Tuan Meninu diarak lewat laut dengan acara yang semarak nan sakral. Prosesi laut melawan arus berakhir di Pantai Kuce. Patung Tuan Ma dan Tuan Ana (Yesus) pun diarak dari kapela menuju Gereja Katherdal dilanjutkan dengan Misa Agung, cium salib.

Pada Sabtu Santo, pagi hari umat kembali mengarak Tuan Ma dan Tuan Ana dari Gereja Kathedral untuk disemayamkan di kapela masing-masing. Sementara pada Minggu Paskah, terjadi upacara Ekaristi Paskah di gereja.

Larantuka adalah Ibu Kota Kabupaten Flores Timur yang berada di belahan terjauh bagian timur Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Larantuka memiliki pengaruh Portugis yang kuat sekaligus dikenal sebagai salah satu tempat berkembangnya Katholik di Indonesia. Selama lebih dari 4 abad, wilayah ini mewarisi Katholik melalui peran orang-orang biasa, bukan melalui ulama. Larantuka sejak lama merupakan kota yang sibuk dan makmur sebagai titik distribusi perdagangan pohon cendana di Pulau Flores.

Untuk menuju Larantuka, ada sebuah bandar udara yang dilayani maskapai Trans Nusa. Nama bandar udara yang letaknya sekira 5 kilometer ke arah timur laut Larantuka ini ialah Gewayan Tanah yang artinya Melayani Tanah Kampung. Penerbangan yang menghubungkan Gewayan Tanah Airport ialah Kupang dimana setiap hari terdapat penerbangan yang berangkat dari Kupang pada pukul 06.30 dan tiba di Larantuka pukul 07.15 WITA, atau berangkat dari Larantuka pukul 07.40 dan tiba di Kupang pukul 08.30 WITA. (*/e)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.