23-25 September 2016, Festival Payung Indonesia

0
1847
( foto Antara)

SOLO, test.test.bisniswisata.co.id: Solo memang luar biasa. Demi memajukan pariwisata serta dikunjungi wisatawan, sederet event wisata terus digelar. Kini menggelar Festival Payung Indonesia (FPI) 2016 yang bakal diselenggarakan di Taman Balekambang Solo Jawa Tengah, pada 23-25 September 2016.

Taman seluas 9,8 hektare itu punya nilai historis bagi warga Kota Bengawan. Taman tersebut dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII untuk kedua putrinya, GRAy Partini dan GRAy Partinah pada 1921. Ada kolam besar dan dua patung yang melambangkan kedua puteri raja tersebut.

Festival Payung Indonesia, event wisata yang mempertemukan pelaku industri kreatif kreasi payung, penggiat pelaku seni karnaval dan masyarakat untuk melestarikan seni kerajinan payung Indonesia.

Dalam festival ini, ada Pasar Payung yang jadi fokus kegiatan. Selain itu, Karnaval Payung, Solo Dance Festival, Pentas Tari Payung, Fashion Show Payung, Pameran dan Lomba Foto, Workshop Melukis Payung, Sarasehan dan Refleksi, serta Workshop World Culture Forum.

Payung adalah karya seni yang indah dan sangat bisa mendatangkan wisatawan. Buktinya, event FPI tahun ini, selain akan dimeriahkan dengan berbagai kerajinan payung dari dalam negeri, panitia juga akan menampilkan kerajinan payung dari sejumlah negara Asia, seperti Kamboja, Thailand, Jepang, dan China. Dari dalam negeri, perajin payung yang diunggulkan berasal dari Juwiring dan Klaten.

Festival Payung Indonesia, bertujuan agar masyarakat luas juga mengenal jenis payung tradisional yang ada di Indonesia. Kami berharap masyarakat tidak hanya melestarikan payung, namun juga mengembangkan payung untuk menjadi sebuah kesenian kreasi baru.

Solo, terus mengembangkan pariwisata nasional, terutama dalam menciptakan objek atraksi Bali and Beyond. Solo termasuk dalam skema Yogyakarta-Solo-Semarang atau Joglosemar yang tengah dikembangkan sebagai Bali baru

Tujuannya agar wisatawan jangan melulu bertujuan ke Bali, Yogyakarta, Solo dan Semarang juga punya banyak potensi di bidang budaya, belanja, dan kuliner untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara.

Salah satu alasan turis mancanegara datang ke Indonesia adalah melihat wisata alam, budaya dan kerajinan tradisional. Di Indonesia, wisata budaya menyumbang pasar terbesar mencapai 60 persen. Wisata budaya sendiri terbagi menjadi destinasi warisan budaya dan sejarah yang menyumbang angka kunjungan sebesar 20 persen, wisata belanja dan kuliner sebesar 45 persen, serta wisata kota dan desa sebesar 35 persen.

Di sisi lain, Solo ditarget mampu mendatangkan 30 ribu wisman atau naik 100 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 15 ribu orang. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.