21 November – 9 Desember 2016, Festival Teater Jakarta 2016

0
839
Ilustrasi Festival Teater Jakarta

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perhelatan Festival Teater Jakarta kembali digelar. Festival yang sudah berlangsung sejak 43 tahun, tahun ini tampil beda dan mengusung tema “Transisi” yang ditulis menyerupai bahasa pemrograman komputer. Festival digelar di Taman Ismail Jakarta, berlangsung dari 21 November hingga 9 Desember 2016.

Dalam konteks sejarah seni pertunjukan Indonesia, pelaku seni pertunjukan teater sering kali terjebak dalam pemilihan bentuk teater yang ekstrim, mengacu pada adanya perubahan. Ketika salah satu bentuk teater dipilih, teater modern misalnya, maka mereka akan meninggalkan teater tradisional. Kenyataannya, teater tradisional ini masih ada di pasar dan memiliki pasar.

Dengan melepas batas itu, diharapkan teater-teater tradisional bisa terlibat lagi dengan perubahan- perubahan yang terjadi sekarang. Para pelaku teater yang terlibat dalam pementasan FTJ, baik modern maupun tradisional pun diharapkan bisa menghasilkan karya yang melepas batas-batas dikotomi antara tradisional-modern.

Selain menjadi tema FTJ 2016, Transisi juga menjadi visi Dewan Kesenian Jakarta untuk mengubah citra orientasi Festival Teater Jakarta. FTJ diharapkan bukan sekadar lomba, namun kelompok teater yang tampil bisa memposisikan diri sebagai sebuah seni pertunjukan yang mampu merespons kondisi lingkungannya.

Selama 19 hari, 26 grup teater akan meramaikan FTJ 2016. Kelompok teater yang akan tampil di FTJ 2016 terbagi ke dalam “empat sayap”, yakni Sayap Utama, Sayap Tamu, Sayap Klasik, Sayap Perspektif. Sayap Utama berisi penampilan 16 grup teater yang menjuarai babak penyisihan Festival Teater Jakarta di lima wilayah DKI Jakarta.

Sayap Tamu menampilkan empat kelompok teater undangan, yaitu Jaring Project (Yogyakarta), Artery (Jakarta), Padepokan Seni Madura (Madura), Sena Didi Mime Indonesia (Jakarta). Sementara Sayap Klasik adalah pentas grup-grup teater tradisional yang hingga kini masih bertahan di Jakarta, yakni Lenong Denes Puja Betawi, Sahibul Hikayat lta Saputra, Wayang Orang Bharata, Sandiwara Sunda Miss Tjitjih.

Adapun Sayap Perspektif adalah penampilan dua kelompok di malam pembukaan (kolaborasi seniman) dan penutupan (kelompok MuDa dari Jepang). Ini merupakan terobosan baru bagi FTJ yang berusaha mengangkut kerja lintas media dan keberagaman sudut pandang dalam melihat media teater.

FTJ 2016 akan dibuka di Plaza Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, pada 21 November pukul 19.00 WIB, dengan pentas kolaborasi sejumlah seniman berjudul T.T.T (To the Tit) yang disutradarai Yustiansyah Lesmana (Jakarta), Dramaturg Taufiq Darwis (Bandung), dan Ensamble Tikoro (Bandung). Pertunjukan tersebut akan merespon instalasi bambu berbentuk paus raksasa berjudul The Leviathan Lamalera karya Jonas Sestakresna (Denpasar).

Sementara saat malam penutupannya pada 9 Desember 2016, selain dibacakan pemenang FTJ 2016, penonton juga akan dihibur dengan penampilan kelompok teater hyper-performance MuDa dari Jepang dengan karya berjudul SEMEGIAl Random 02.

Selain menggelar pertunjukan, FTJ 2016 juga menyelenggarakan beragam lokakarya yang terbuka untuk umum, seperti lokakarya Sensor Gerak, Fotografi Seni Pertunjukan, Jurnalisme Seni Pertunjukan, Riset Teater lewat Jalan Mural. Di samping itu, festival juga mengusung program kuratorial FTJ 2016, pameran dan diskusi arsip, pasar seni dan kafe aktor. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.