21 ‘Kartini’ Jelajahi Destinasi Baru Geopark Ciletuh

0
713
Geopark Ciletuh (Foto: www.kompasiana.com)

BANDUNG, test.test.bisniswisata.co.id: Memperingati Hari Kartini, sebanyak 21 perempuan menjelajah lokasi Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, pada 15-17 April 2016. Petualangan selama tiga hari itu sekaligus mempromosikan geopark tersebut sebagai tujuan wisata baru di Jawa Barat. “Peserta ekspedisi dari berbagai profesi, seperti ibu rumah tangga dan mahasiswi berbagai jurusan,” kata panitia acara, Mega Fatimah Rosana.

Acara kerja sama Pusat Penelitian dan Kebencanaan Universitas Padjadjaran dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu bertajuk “Kartini Goes to Ciletuh Geopark”. Lokasi tersebut merupakan kawasan wisata taman alam batuan tua yang telah mendapat sertifikat sebagai geopark nasional dari Komite Nasional Indonesia untuk United Nations Educational Scientific Cultural Organization (UNESCO) serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Keberadaan Ciletuh sebagai geopark dinilai sudah layak mendapat sertifikat dari UNESCO karena memiliki keragaman fenomena geologi, biologi, dan budaya. Pengukuhan Ciletuh sebagai geopark internasional oleh UNESCO menjadi target Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2017.

“Ini pra-event dari kegiatan lain, seperti pemasangan bendera Merah Putih besar di dinding amphitheater Ciletuh pada 17 Agustus nanti dan acara lain,” ujar Mega, ketua pusat penelitian seperti dunduh laman tempo.co, Jumat, (15/04/2016).

Rencananya, acara perdana tersebut dijadikan sebagai kegiatan rutin untuk mengangkat Ciletuh sebagai obyek wisata dan geopark internasional. Menurut Ketua Panitia Kartini Ciletuh dari Kreasindo Komunika, Juston Pangaribuan, 21 wanita peserta itu menyukai petualangan alam bebas.

Meninggalkan sementara rutinitas keseharian mereka, peserta akan menyambangi beberapa lokasi Ciletuh Geopark. “Seperti Curug (air terjun) Awang, Curug Tengah, Puncak Manik, Curug Sodong, dan Curug Cimarinjung,” tuturnya. Pelepasan peserta pukul 16.30 dari gedung Rektorat Universitas Padjadjaran, Jatinangor. (*/T)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.