2018, Wisata Kapal Pesiar Hasilkan Devisa 480 Juta dolar AS

0
527
Kapal pesiar merapat di Benoa Bali

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Wisatawan asing datang dengan kapal pesiar menjadi incaran pemerintah Indonesia untuk meningkatkan raupan devisa pada tahun 2018, yang diprediksi sebanyak 400 ribu wisatawan dengan menghasilkan devisa sebesar US$480 juta.

“Kami optimis Indonesia bisa meraup target sebesar itu, karena keberadaan jutaan wisatawan kapal pesiar dari negara tetangga, masing-masing 2 juta wisatawan dari Singapura dan 1 juta orang dari Australia,” papar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya usai rapat kordinasi dengan Menko Kemaritiman di Jakarta, Selasa (01/08/2017).

Lebih menggiurkan, sambung Menpar, pengeluaran turis kapal pesiar selama berada di Indonesia mencapai US$1.200 per orang. “Hingga saat ini, baru 200 ribu wisatawan kapal pesiar yang datang, sekitar 10 persen dari potensi tersebut,” ungkapnya.

Dilanjutkan, guna mendongkrak jumlah wisatawan kapal pesiar, pemerintah bakal mengembangkan pelabuhan sandar kapal pesiar di Tanjung Benoa, Bali. Rencananya, pengembangan ini bakal rampung sebelum pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bali pada tahun depan.

Semula, kata dia, kapasitas pelabuhan Tanjung Benoa hanya satu sampai dua kapal. Jika dikembangkan, bisa menerima kapal pesiar dengan kapasitas 6.500 ribu orang. “Memang salah satu kendala pengembangan Pelabuhan Tanjung Benoa adalah persoalan tata ruang. Sudah ada surat formal dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang, tata ruangnya sesuai peruntukkannya, yaitu pelabuhan,” jelasnya.

Permasalahan lainnya, lanjut Menpar, tarif bersandar kapal pesiar yang dianggap terlalu mahal. Memang, sudah ada surat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memberikan diskon bagi kapal pesiar untuk bersandar. Kemenhub memberikan diskon sandar hingga 50 persen atau dari kisaran US$40 ribu hingga US$50 ribu per sandar, menjadi sekitar U$20 ribu per sandar khusus untuk kapal pesiar.
“Saya berharap, dengan diskon ini, tarif sandar Indonesia bisa lebih kompetitif sehingga semakin banyak kapal pesiar asing yang mampir ke Indonesia,” lontarnya serius.

Ditambahkan, selain Benoa, ke depannya pemerintah mengembangkan lima pelabuhan lain sebagai pelabuhan yang bisa menjadi tempat bersandar kapal pesiar. Pelabuhan yang bisa menunjang infrastruktur pariwisata itu Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta), Belawan (Sumatera Utara), Tanjung Perak (Jawa Timur), dan Soekarno-Hatta (Makassar). (*/NDIK)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.