2017, AP II Optimistis Jumlah Wisman Melesat

0
264
Turis asing di bandara Soetta (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PT Angkasa Pura (AP) II optimistis jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Indonesia bakal terus melesat pada bulan-bulan mendatang pada tahun 2017.

“Peningkatan penumpang pesawat khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada awal tahun ini tentunya menjadi kabar baik bagi industri penerbangan nasional,” kata President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Senin (20/02/2017).

Data AP II, Januari 2017 jumlah penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tembus 5,083 juta penumpang naik signifikan dibanding Januari 2016 sebanyak 4,572 juta penumpang. Secara keseluruhan, penumpang pesawat di 13 bandara AP II pada Januari 2017 tercatat 8,544 juta penumpang naik 14 persen dibanding bulan yang sama 2016.

“Kami optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga bulan-bulan berikutnya seiring dengan stabilnya pertumbuhan perekonomian di dalam negeri serta peningkatan wisatawan mancanegara berkat promosi gencar Kementerian Pariwisata di berbagai negara,” paparnya.

AP II berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan guna meningkatkan pelayanan sehingga sebagai pintu gerbang utama, bandara-bandara yang dikelola perusahaan dapat menyambut para wisatawan dengan baik dan memberi kesan pertama yang positif mengenai Indonesia.

Dia juga memprediksi bahwa pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta diestimasikan akan menembus 60 juta penumpang per tahun dan total pergerakan penumpang di AP II akan menembus angka 100 juta penumpang per tahun.

Sebelumnya, jumlah wisatawan yang bepergian dari sejumlah negara berkembang di kawasan Asia-Pasifik pada beberapa tahun mendatang dinilai bakal melonjak lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

“Pertumbuhan kelas menengah mendorong pertumbuhan wisata di Asia Pasifik, bersamaan dengan tren lain seperti munculnya wisatawan milenial Asia dan wisatawan usia senior di sisi lainnya, serta perkembangan teknologi dan infrastruktur,” kata Senior Vice President Asia Pasific Mastercard Advisors (perusahaan finansial), Eric Schneider, dalam rilisnya.

Berdasarkan laporan Mastercard bertajuk “Future of Outbound Travel in Asia Pasific 2016 to 2021”, jumlah wisatawan yang bepergian dari negara-negara berkembang di Asia Pasifik (China, India, Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, Vietnam, Bangladesh, Myanmar dan Sri Lanka) saat ini telah melampaui wisatawan outbound dari negara-negara maju di Asia Pasifik.

Selain itu, angka tersebut diprediksikan akan tumbuh dua kali lebih cepat dalam lima tahun ke depan (7,6 persen dibandingkan 3,3 persen).

“Wisatawan Asia Pasifik akan terus memicu pertumbuhan pariwisata global di tahun-tahun mendatang, menyediakan beragam kesempatan bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan melalui pengembangan produk dan solusi yang senantiasa diupayakan untuk meningkatkan keseluruhan pengalaman perjalanan mereka,” kata Eric Schneider.

Myanmar diproyeksikan akan menjadi negara asal wisatawan yang mengalami pertumbuhan tercepat dengan pertumbuhan sebesar 10,6 persen per tahun dalam jangka lima tahun ke depan, diikuti dengan Vietnam (9,5 persen), Indonesia (8,6 persen), China (8,5 persen), dan India (8,2 persen). (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.