2017, 24 Juta Wisatawan Berwisata ke Kota Pahlawan

0
404
Jembatan Suramadu (Foto: /jpswisata.com)

SURABAYA, Bisniswisata.co.id: Sepanjang 2017, kunjungan wisatawan berwista ke Kota Pahlawan Surabaya mencapai 24 juta orang. Jumlah ini meningkat tajam dibandung tahun sebelumnya. Tercatat tahun sebelumnya, angka kunjungan wisatawan rata-rata hanya 17-19 juta orang.

“Meningkatnya angka kunjungan wisatawan, tidak lepas dari potensi wisata dan beberapa destinasi wisata menarik yang dimiliki Surabaya. Kota Surabaya memiliki daya tarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang berkunjung ke Kota Surabaya,” papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya Widodo Suryantoro, dalam keterangan resmi, Ahad (17/12/2017).

Selain itu, sambung dia, Pemkot Surabaya seringkali menggelar kegiatan-kegiatan berskala nasional yang menyedot animo masyarakat seperti Festival Rujak Uleg, Parade Budaya dan Bunga, serta lainnya. “Pesona Surabaya sebagai kunjungan wisatawan bisa dilihat dari angka kunjungan wisatawan yang terus bertambah setiap tahunnya,” lanjutnya.

Bahkan, tambah dia, pada tahun 2017 ada lonjakan besar angka kunjungan wisatawan ke Surabaya. Untuk tahun 2017, angka kunjungan wisatawan yang datang ke Surabaya jauh melampaui target. “Pada tahun-tahun sebelumnya, ketika memasuki bulan Desember, angka kunjungan wisatawan rata-rata hanya 17-19 juta orang. Namun, tahun ini mencapai 24 juta orang,” katanya.

Pihaknya akan terus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Surabaya pada 2018 dengan cara menggelar kegiatan yang lebih menarik dan kreatif. “Selain itu, pihaknya akan mengoptimalkan bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah di Kota Pahlawan agar menjadi sasaran para wisatawan khususnya mancanegara.

Kota bersejarah ini, terdata ada sekitar 50 lebih obyek wisata. Sebagai kota metropolitan, Surabaya juga identik dengan kehidupan masyarakat modern. Selain mal, Surabaya juga memiliki banyak objek wisata menarik lainnya yang didominasi peningalan sejarah, kaya museum, kebun binatang, wisata bahari, wisata belanja hingga monumen yang unik dan menarik.

Dari sekian banyaknya destinasi, ada beberapa obyek wisata yang hits dan ngetrend yang kerap disambangi pelancong.

# Museum Sepuluh November

Peristiwa 10 November 1945 menjadi catatan bagi bangsa Indonesia, juga Surabaya selalu mengenangnya. Museum ini dibangun untuk merekam jejak peninggalan perjuangan arek-arek Suroboyo. Tempat wisata ini, cukup lengkap dalam memaparkan sejarah. Bangunan dua lantai cukup luas. Lantai pertama dan kedua dipenuhi beragam barang peninggalan Bung Tomo dan pejuang lainnya. Menariknya, bukan hanya tontonkan gambar, barang yang monoton juga banyak diorama statis yang menggambarkan kondisi kala itu, lengkap degan audionya yang jelas. Melalui diorama dan radio juga dapat mendengar pidato asli Bung Tomo. Ada juga bioskop mini di lantai satu memutar film perjuangan 10 November

# Museum House of Sampoerna

Museum yang satu ini memang identik dengan merek rokok sangat terkenal di Indonesia. House of Sampoerna merupakan museum keluarga Sampoerna. Museum yang dulunya merupakan panti asuhan ini memiliki arsitektur khas kolonial dengan pilar-pilar tinggi besar. Bangunan museumnya sendiri tak luas dan hanya terdiri dari dua lantai. Namun, informasinya cukup memuaskan—mulai dari silsilah penerus hingga jajaran pimpinan Sampoerna. Berbagai macam lukisan menggambarkan suasana di pabrik dan kebiasaan merokok masyarakat pribumi sejak dulu terpajang lengkap. Tak hanya itu, koleksi bungkus korek dari masa ke masa hingga beberapa koleksi pribadi juga ada di sini.

# Museum W.R Soepratman

Siapa tak kenal Wage Rudolf Soepratman? Pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya itu memiliki andil yang sangat besar bagi bangsa ini. Sebagai salah satu bentuk apresiasi, sebuah museum dibuatkan untuknya. Sebenarnya, museum ini pun merupakan rumah dari kakak W. R. Soepratman juga menjadi tempat persembunyiannya saat dikejar pemerintah kolonial Belanda. Ukurannya sangat kecil, hanya 5 x 10 meter. Di bagian depan rumah terdapat patung W. R. Soperatman setinggi ukuran asli. Di dalam, Anda bisa menemukan replika biola dan teks lagu kebangsaan yang dibuat oleh beliau. Lokasi : Jalan Mangga no. 21 Surabaya

# Museum Bank Indonesia (BI)

Museum ini peninggalan zaman penjajahan Belanda. Gedung ini didirikan 14 September 1829, setahun setelah Pemerintah Hindia Belanda mendirikan De Javasche Bank pusat di Batavia. Setelah beragam polemik terjadi, pada 1 Juli 1953 De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia (BI). Karena alasan kapasitas tidak memadai, kantor BI pindah Jalan Pahlawan tahun 1973. Setelah dilakukan konservasi tahun 2012, gedung berusia nyaris dua abad ini praktis menjadi gedung cagar budaya BI. Dari tiga lantai, hanya bisa mengunjungi lantai satu dan dua saja. Lantai satu tempat koleksi uang kuno dan koleksi pusaka, lantai dua dijadikan tempat pertemuan dan sebagainya.

# Museum Surabaya

Museum Surabaya adalah museum menampilkan jejak sejarah Kota Surabaya. Berada di lantai dasar gedung SIOLA yang legendaris, Museum Surabaya cenderung terbuka. Dibandingkan museum lainnya, koleksi di museum ini masih belum terlalu banyak. Jajaran pemimpin pernah menjadi orang nomor satu di Surabaya, melalui lukisan terpajang dan buku memuat biografi mereka. Selain itu, beberapa potret Surabaya di masa lampau juga ditata di sisi kanan pintu masuk. Koleksi lainnya, pakaian adat Surabaya dikenakan oleh manekin, kursi dan bangku sekolah pada zaman lampau, dan beberapa lainnya.

# Pantai Kenjeran

Tempat yang pas menikmati matahari terbenam adalah Pantai Kenjeran. Menikmati indahnya senja sembari duduk di atas pasir atau dermaga. Sayangnya, Pantai Kenjeran kurang untuk aktivitas renang karena kondisinya berlumpur. Kendati demikian, pantai ini merupakan salah satu altenatif tempat wisata pantai yang layak dikunjungi. Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Selain duduk menikmati pemandangan dan suasana, bisa melakukan aktivitas lainnya seperti naik perahu. Untuk anak-anak, pengelola menyediakan fasilitas flying fox untuk si kecil. Beragam makanan yang dijajakan penjual di sekitar pantai juga opsi yang menarik untuk menikmati waktu bersantai Anda.

# Kebun Binatang Surabaya

Kebun Binatang Surabaya (KBS) tempat wisata di Surabaya peninggalan zaman kolonial Belanda. KBS didirikan berdasarkan SK Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916 no. 40. Tahun 1922, KBS sempat dibubarkan lantaran biaya operasional yang tinggi, tetapi beberapa anggota pengurus keberatan dan dicegah oleh pemerintah kotamadya. Tempat rekreasi keluarga ini pernah menjadi yang terbesar untuk level Asia Tenggara. Kini ada lebih dari 2.000 hewan dari 351 spesies.

# Jembatan Merah

Jembatan merah bukanlah sekadar jembatan yang dilapisi cat berwarna merah. Ada nilai historis yang tersimpan di sini. Sejarah mencatat, jembatan merah merupakan penghubung utama kawasan Kalimas dan Gedung Residensi Surabaya. Praktis, wiliayah ini menjadi kawasan komersil. Selain itu, di jembatan ini pula pertempuran antara arek-arek Suroboyo melawan Belanda yang menewaskan Brigdair A.W.S. Mallaby terjadi.

# Jembatan Suramadu

Jembatan ini terpanjang di Indonesia. Dengan panjang lebih dari lima kilometer, kini perjalanan dari Surabaya ke Madura atau sebaliknya menjadi lebih efisien dan nyaman. Hanya dalam hitungan menit, Anda sudah resmi berpindah pulau. Meski fungsi utamanya sebagai penghubung, tidak sedikit masyarakat yang hanya ingin mencoba sensasi di jembatan ini. Kebanyakan, setelah melakukan penyeberangan ke Madura, mereka akan berputar balik di wilayah Bangkalan dan kembali ke Surabaya. Apalagi ketika malam hari saat lampu-lampu di jembatan menyala dan kerlip dari daratan berpendar, semakin banyak orang yang ingin mengabadikan keindahannya.

# Monumen Tugu Pahlawan

Kurang afdol rasanya jika mengunjungi Surabaya tanpa menyaksikan monumen ini. Lokasinya berada di kompleks Museum Sepuluh November. Dengan demikian, dalam satu lokasi yang sama, bisa menemukan dua objek wisata sekaligus. Monumen ini berwarna putih dan menjulang setinggi 41,1 meter, berbentuk paku terbalik. Sekelilingnya merupakan lapangan luas berwarna hijau. Di bagian depan—pintu masuk—Anda akan disambut patung Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta berdiri berdampingan. Di belakangnya, ada pilar-pilar berwarna putih dengan patung burung garuda di bagian atasnya.

# Monumen Jalasveva Jayamahe

New York boleh punya Patung Liberty yang tinggi menjulang dan ikonik. Namun Surabaya juga tak kalah, memiliki Monumen Jalasveva Jayamahe yang tegak berdiri menghadap lautan. Warnanya hijau kebiruan dengan tinggi sekitar 30 meter berdiri di atas gedung—yang tak lain juga merupakan museum—setinggi sekitar 30 meter juga. Patung ini merupakan simbol perwira Angkatan Laut. Nama Jalasveva Jayamahe sebenarnya merupakan moto AL Indonesia yang berarti di “laut kita berjaya”.

# Monumen Kapal Selam

Orang lebih senang menyingkatnya menjadi Monkasel. Lokasinya berada di tepi Kalimas dan cukup ramai dikunjungi wisatawan. Tak hanya pengunjung dewasa, pengunjung yang datang bersama anak-anak mereka pun cukup banyak. Di Monumen ini bisa melhat bagaimana kondisi kendaraan perang ini, termasuk mesin-mesinnya. Juga bisa membayangkan bagaimana para pejung berjuang mempertahankan NKRI di dalam ruangan sesempit itu—bahkan untuk sekadar berbagi oksigen bersama 63 orang. Monumen ini memang merupakan kapal selam asli. Tidak tanggung-tanggung, kapal selam ini adalah KRI Pasopati 410 yang ikut bertempur pada peristiwa Laut Aru. Peristiwaini adalah pertempuran antara Indonesia dan Belanda yang terjadi di Laut Aru, Maluku, pada tanggal 5 Januari 1962. (redaksibisniswisata@gamail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here