2016, Tingkat Hunian Hotel Sumbar Diprediksi Tumbuh 10%

0
720

PADANG, test.test.bisniswisata.co.id: Pengelola industri perhotelan di Sumatra Barat (Sumbar) meyakini kinerja sektor perhotelan bisa tumbuh 10% pada tahun depan, jika mampu memanfaatkan potensi leasure dan MICE dengan menopang pengembangan pariwisata.

“Tahun depan ada potensi tumbuh tapi tidak besar, setelah tingkat hunian hotel anjlok hingga 15% pada 2015. Potensi itu lantaran mulai pulihnya perekonomian dan target pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,” papar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bukittinggi Roni Falian seperti dilansir laman Bisnis.com, Selasa (08/12/2015).

Menurutnya, manajemen hotel juga mesti siap meningkatkan layanan dengan menggarap potensi leasure dan sektor meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) yang mulai berkembang di daerah Sumbar.

Tahun 2015, menurutnya, sektor perhotelan di Sumbar mengalami pukulan karena kelesuan ekonomi dan kebijakan pemerintah, sehingga berdampak terhadap tingkat hunian hotel yang anjlok hingga 15%.

Selama periode Januari-Maret 2015, rata-rata okupansi hotel di daerah itu di bawah 50%. Baru sejak April terjadi peningkatan di kisaran 60%. Pertumbuhan signifikan terjadi di penghujung tahun dengan rerata hunian 95%. Namun, tingginya tingkat hunian di penghujung tahun ini belum mampu mendongkrak kinerja perhotelan sepanjang 2015. “Rerata okupansi tahun ini hanya 65%,” katanya.

Sekretaris PHRI Sumatra Barat Yosi Widiotomo mengatakan meski ada potensi peningkatan pertumbuhan tahun depan, belum akan mengoptimalkan kinerja sektor perhotelan. “Ada potensi tumbuh, tetapi mungkin tidak besar, karena persaingan sektor perhotelan makin ketat. Ada banyak hotel baru yang akan beroperasi di Sumbar, sedangkan pasar yang diperebutkan tetap sama,” jelasnya.

Yosi optimis kinerja di Sumbar bakal lebih stabil mengingat mulai membaiknya kondisi perekonomian, dan kebijakan pemerintah daerah mengembangkan sektor pariwisata yang diyakini bakal meningkatan kunjungan wisatawan.

Chief Operating Officer (COO) Rocky Group itu mengungkapkan untuk hunian hotel di jaringan mereka – Rocky Plaza Hotel dan Grand Rocky – sampai November 2015, rerata okupansi baru menyentuh 65%. Angka itu, masih lebih rendah dari pencapaian tahun sebelumnya yang mencatatkan tingkat keterisian hingga 80%. (*/e)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here