2016, Kopi Lampung Sebagai Warisan Budaya

0
878
Kopi Lampung

BANDARLAMPUNG, test.test.bisniswisata.co.id: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) akan mencanangkan kopi Lampung sebagai warisan budaya. Sebelumnya, tahun 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri juga sudah menetapkan Lampung sebagai etalase kopi nasional. Lalu, tanggal 13 Mei 2014, kopi robusta lampung mendapat Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dengan lokasi Masyarakat Indikasi Geografis (MIG) di Kabupaten Lampung Barat, Way Kanan, dan Tanggamus.

Persiapan pencanangan gerakan pelestarian kopi Lampung sebagai warisan budaya dibahas dalam rapat lintas instansi di jajaran Pemprov Lampung dengan Tim Kemenko PMK di ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Telukbetung, seperti diunduh laman Sinarharapan.co, Jumat (20/11/2015).

Dalam rapat tersebut, Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK Magdalena, menjelaskan gerakan pelestarian budaya ini dilakukan dalam rangka menjaga warisan budaya sebagai salah satu alat pemersatu bangsa.

“Sesuai arahan ibu menteri, budaya merupakan salah satu alat pemersatu bangsa, sehingga bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menjaga warisan budayanya. Di Lampung ini kopi robusta memiliki daya tarik untuk diangkat sebagai salah satu warisan budaya Indonesia,” ujar Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK, Magdalena.

Dijelaskannya, dijadwalkan tahun 2016 kopi robusta lampung dicanangkan menjadi salah satu warisan budaya guna mendukung gerakan pelestarian warisan budaya yang dicanangkan Menko PMK Puan Maharani di sejumlah wilayah. Sebelumnya, Menko PMK sudah mencanangkan gerakan minum jamu bersama di Sukoharjo Jawa Tengah dan melestarikan songket di Palembang.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Lampung Toni Tobing menjelaskan, Provinsi Lampung merupakan daerah penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia dengan luas areal perkebunan mencapai 154.168 hektare dan produksi 91.917 ton. Bahkan 70 persen ekspor kopi nasional dikapalkan dari Pelabuhan Panjang, Lampung.

“Bahkan kopi robusta lampung telah mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis tanggal 13 Mei 2014 dengan lokasi MIG di Kabupaten Lampung Barat, Way Kanan, dan Tanggamus,” jelasnya. Dijelaskan Kadis, di dunia hanya ada tiga negara penghasil kopi robusta yakni Indonesia, Vietnam dan Brasil sehingga pangsa pasar kopi robusta lampung masih terbuka lebar di pasar Internasional.

Dengan dijadikannya kopi lampung sebagai salah satu warisan budaya Indonesia dapat menjadi pemicu pembangunan perkebunan kopi secara berkelanjutan, baik dari segi pengelolaan sumber daya alamnya, peremajaan, permodalan serta sisi ekonomi petani dan pengusaha kopi. (*/end)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.